<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594</id><updated>2011-11-28T06:18:13.734+07:00</updated><category term='Governanance'/><category term='Indonesia (Thought and Idea)'/><category term='Property'/><category term='My Tears'/><category term='God (Talk about Him)'/><category term='Miscellanuous'/><category term='Teknologi'/><category term='Investment'/><category term='Personalia'/><title type='text'>Adeltus Lolok, Up Close and Personal.</title><subtitle type='html'>Yesterday is history and tommorrow is a mistery, but today is a gift... God is in me and you.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-7482185844049973313</id><published>2009-05-15T16:36:00.002+07:00</published><updated>2009-05-15T16:45:19.128+07:00</updated><title type='text'>We are Moving</title><content type='html'>Thx for visiting my blog...since 15 May 2009, we've moved to new address at:&lt;br /&gt;http://adeltuslolok.wordpress.com&lt;br /&gt;see you there for more stories, ideas, experiences, thougths and opinions to share... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-7482185844049973313?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/7482185844049973313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=7482185844049973313' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/7482185844049973313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/7482185844049973313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2009/05/we-are-moving.html' title='We are Moving'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-7065880805477628981</id><published>2009-04-16T09:04:00.005+07:00</published><updated>2009-04-30T10:13:31.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Governanance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Jangan Lupakan RAKYAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeaUX-cyTgI/AAAAAAAAARE/QG_HyumHl_s/s1600-h/1515208p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325106749033827842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 298px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeaUX-cyTgI/AAAAAAAAARE/QG_HyumHl_s/s320/1515208p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perilaku elit politik kita sungguh aneh dan sedikit memilukan. Mereka berasal dari kalangan yang terdidik dan mungkin juga negarawan, tetapi perilakunya tidak menunjukkan kelasnya. Perebutan kekuasaan memang terkadang membuat orang lupa segalanya. MAsih ingat poros tengah Amien Rais yang menggunakan segala cara untuk menjegal Megawati menjadi Presiden? Gus Dur dengan segala keterbatasannya pun menjadi Presiden ke-3 RI. Ketika ternyata Gus Dur tidak seenak yang diharapkan, lagi-lagi Amien Rais mempelopori parlemen menggoyang Gus Dur hingga jatuh. "Tak ada pilihan" Megawati pun naik mejadi presiden.. Rakyat hanya bisa menerima tontonan yang disajikan..tak berdaya.Era Megawati pun berlalu cepat, ketika si anak ingusan (versi Taufik Kiemas), SBY menjadi presiden. Berbagai tantangan seperti bencana alam, krisis ekoomi, penangguran, inflasi, dll dihadapi SBY dengan tim ekonomi yang kuat dan solid. Berbagai kebijakan SBY baik pro maupun tidak pro-rakyat memposisikan SBY sebagai presiden yang berani mengambil kebijakan. Apapun resikonya. Plus-nya lagi SBY boleh dikatakan presiden yang komit dengan pemberantasan korupsi. Dengan segala plus minus-nya, tak dapat dipungkiri bahwa profil SBY menawan hati rakyat. Demokrat menang pemilu 2009 bukan karena caleg-nya baik, tetapi besar kemungkinan karena nama besar seorang SBY. Jagad politik RI pun geger...muncullah koalisi..20-an tokoh politik menggelar koalisi menantang SBY. Koalisi itu apaan sih. Antar partai? Atau antar pengurus partai. Lalu apakah otomatis rakyat kecil di bawah akan ikut dengan koalisi bos-bos ini?? Inikah lupa diri yang berkepanjangan??Pemilu 2004 menempatkan partai Demokrat bukan sebagai pemenang Pemilu. Partai-partai besar seperti Golkar dan PDIP begitu percaya diri mengajukan calon Presiden dan Wapres... Apa yang terjadi.. Keputusan partai, koalisi atau apapun namanya, bukanlah segalanya. Rakyat memilih SBY-JK sebagai pemimpin ke-5 RI. YAng saya mau katakan adalah, para pemimpin kita terlalu percaya diri. Mereka lupa bahwa rakyat saat ini sudah jauh lebih cerdas dari masa lalu dimana rakyat hanya duduk mendapat petunjuk dari 'atas.' Rakyat jauh lebih pintar dalam memilih pemimpinnya. Tidak selalu dengan hitung-hitungan angka, tetapi lebih banyak dengan hati.Jutaan rakyat justru memerlukan sentuhan yang lebih menghibur di dalam kesulitan saat ini. Perasaan mereka lebih peka. Melihat tontonan hujat-menghujat, belum tentu membuat rakyat pro kepada salah satu pihak. Masyarakat butuh pemimpin yang bisa memberi kebijakan yang nyata. Bukan sekedar kebijakan yang....pada akhirnya akan dinikmati rakyat. 'Akhirnya' itu kapan...rakyat lapar sekarang!!Amerika bukan mungkin bukan negara terbaik dalam urusan demokrasi. Tetapi pemilu Indonesia dan AS kebetulan berdekatan dan rakyat Indonesia beruntung mendapat liputan luas tentang pemilu AS. Rakyat kita bisa melihat betapa sengitnya pertarungan itu, tetapi ketika rakyat sudah memutuskan pilihan, tidak ada yang bisa berkoalisi lagi melawan keputusan rakyat. YAng kalah seolah tidak mau terlambat, langsung mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat kepada pemenang pemilu. Dan itu tulus. Tidak dibuat-buat, lalu sibuk sana sini merecoki dan menghujat pemerintah. Mantan-mantan presiden pun begitu aktif mendukung program pemerintah baik di dalam maupun di luar negeri. Lihat Jimmy Carter dan Bill Clinton masih sibuk ke sana kemari mewakili pemerintah AS memberi sumbangsih bagi dunia. Bukannya sibuk mengusili pemerintahnya. Kita masih harus banyak belajar. Terlepas dari banyaknya kelemahan dalam pelaksanaan pemilu kemarin, toh kita masih akan menghadarpi pemilu presiden. Tanpa mendukung atau menentang siapapun, mari para elit politik sekalian..be wise. Tunjukkan tontonan politik yang lebih sehat bagi masyarakat. Ingat: Rakyat jauh lebih pintar. Nasib anda ada di tangan rakyat!! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-7065880805477628981?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/7065880805477628981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=7065880805477628981' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/7065880805477628981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/7065880805477628981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2009/04/jangan-lupakan-rakyat.html' title='Jangan Lupakan RAKYAT'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeaUX-cyTgI/AAAAAAAAARE/QG_HyumHl_s/s72-c/1515208p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-5374400810230335692</id><published>2009-04-10T10:23:00.001+07:00</published><updated>2009-04-30T10:31:40.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Governanance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Jangan Lupakan Rakyat</title><content type='html'>Perilaku elit politik kita sungguh aneh dan sedikit memilukan. Mereka berasal dari kalangan yang terdidik dan mungkin juga negarawan, tetapi perilakunya tidak menunjukkan kelasnya. Perebutan kekuasaan memang terkadang membuat orang lupa segalanya. MAsih ingat poros tengah Amien Rais yang menggunakan segala cara untuk menjegal Megawati menjadi Presiden? Gus Dur dengan segala keterbatasannya pun menjadi Presiden ke-3 RI. Ketika ternyata Gus Dur tidak seenak yang diharapkan, lagi-lagi Amien Rais mempelopori parlemen menggoyang Gus Dur hingga jatuh. "Tak ada pilihan" Megawati pun naik mejadi presiden.. Rakyat hanya bisa menerima tontonan yang disajikan..tak berdaya.&lt;br /&gt;Era Megawati pun berlalu cepat, ketika si anak ingusan (versi Taufik Kiemas), SBY menjadi presiden. Berbagai tantangan seperti bencana alam, krisis ekoomi, penangguran, inflasi, dll dihadapi SBY dengan tim ekonomi yang kuat dan solid. Berbagai kebijakan SBY baik pro maupun tidak pro-rakyat memposisikan SBY sebagai presiden yang berani mengambil kebijakan. Apapun resikonya. Plus-nya lagi SBY boleh dikatakan presiden yang komit dengan pemberantasan korupsi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala plus minus-nya, tak dapat dipungkiri bahwa profil SBY menawan hati rakyat. Demokrat menang pemilu 2009 bukan karena caleg-nya baik, tetapi besar kemungkinan karena nama besar seorang SBY. Jagad politik RI pun geger...muncullah koalisi..20-an tokoh politik menggelar koalisi menantang SBY. Koalisi itu apaan sih. Antar partai? Atau antar pengurus partai. Lalu apakah otomatis rakyat kecil di bawah akan ikut dengan koalisi bos-bos ini?? Inikah lupa diri yang berkepanjangan??Pemilu 2004 menempatkan partai Demokrat bukan sebagai pemenang Pemilu. Partai-partai besar seperti Golkar dan PDIP begitu percaya diri mengajukan calon Presiden dan Wapres... &lt;br /&gt;Apa yang terjadi.. Keputusan partai, koalisi atau apapun namanya, bukanlah segalanya. Rakyat memilih SBY-JK sebagai pemimpin ke-5 RI. YAng saya mau katakan adalah, para pemimpin kita terlalu percaya diri. Mereka lupa bahwa rakyat saat ini sudah jauh lebih cerdas dari masa lalu dimana rakyat hanya duduk mendapat petunjuk dari 'atas.' Rakyat jauh lebih pintar dalam memilih pemimpinnya. Tidak selalu dengan hitung-hitungan angka, tetapi lebih banyak dengan hati.Jutaan rakyat justru memerlukan sentuhan yang lebih menghibur di dalam kesulitan saat ini. Perasaan mereka lebih peka. &lt;br /&gt;Melihat tontonan hujat-menghujat, belum tentu membuat rakyat pro kepada salah satu pihak. Masyarakat butuh pemimpin yang bisa memberi kebijakan yang nyata. Bukan sekedar kebijakan yang....pada akhirnya akan dinikmati rakyat. 'Akhirnya' itu kapan...rakyat lapar sekarang!!Amerika bukan mungkin bukan negara terbaik dalam urusan demokrasi. Tetapi pemilu Indonesia dan AS kebetulan berdekatan dan rakyat Indonesia beruntung mendapat liputan luas tentang pemilu AS. Rakyat kita bisa melihat betapa sengitnya pertarungan itu, tetapi ketika rakyat sudah memutuskan pilihan, tidak ada yang bisa berkoalisi lagi melawan keputusan rakyat. YAng kalah seolah tidak mau terlambat, langsung mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat kepada pemenang pemilu. Dan itu tulus. Tidak dibuat-buat, lalu sibuk sana sini merecoki dan menghujat pemerintah. &lt;br /&gt;Mantan-mantan presiden pun begitu aktif mendukung program pemerintah baik di dalam maupun di luar negeri. Lihat Jimmy Carter dan Bill Clinton masih sibuk ke sana kemari mewakili pemerintah AS memberi sumbangsih bagi dunia. Bukannya sibuk mengusili pemerintahnya. Kita masih harus banyak belajar. Terlepas dari banyaknya kelemahan dalam pelaksanaan pemilu kemarin, toh kita masih akan menghadarpi pemilu presiden. Tanpa mendukung atau menentang siapapun, mari para elit politik sekalian..be wise. Tunjukkan tontonan politik yang lebih sehat bagi masyarakat. Ingat: Rakyat jauh lebih pintar. Nasib anda ada di tangan rakyat!! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-5374400810230335692?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/5374400810230335692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=5374400810230335692' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5374400810230335692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5374400810230335692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2009/04/perilaku-elit-politik-kita-sungguh-aneh.html' title='Jangan Lupakan Rakyat'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-1338193128322530639</id><published>2009-03-30T10:08:00.003+07:00</published><updated>2009-03-30T10:18:55.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='God (Talk about Him)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Tears'/><title type='text'>Sepotong Ceria di Awal Desember 08</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada yang mengatakan bahwa kejujuran yang murni ada dalam diri anak-anak. Mungkin benar adanya karena terkadang anak-anak lebih bebas mengekspresikan isi hatinya, tanpa harus terbebani pertimbangan ini itu ataupun konsekuensi tertentu. Itulah dunia anak. Tetapi bagaimana kehidupan anak-anak di panti asuhan? Tentu ceritanya akan sedikit lain.&lt;br /&gt;Tanggal 3 Desember 2008 kami mendatangi Panti Asuhan Titipan Kasih terletak di sebuah gang yang padat dengan rumah-rumah penduduk, di daerah Bongaya; salah satu pojok kota Makassar. Untuk mencapai panti kami menyusuri lorong-lorong kecil sambil menenteng barang-barang bawaan kami.. Setiba di asrama Panti, kami di sambut oleh pengelolanya  bernama Bp. Darwono dan senyuman malu-malu dari beberapa anak Panti yang sedang bermai-main di halaman rumah. Segera saja mereka berkumpul di ruang tamu untuk menunggu dan mengikuti acara yang kami siapkan untuk mereka.&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian tawa canda dan nyanyian segera mengisi ruangan. Mereka bernyanyi dengan begitu semangat mengikuti alunan musik  gitar dan hentakan gendang yang dimainkan. Sama sekali tidak terlihat kesedihan di wajah mereka saat itu. Berbagai games seru juga menambah keceriaan anak-anak titipan Tuhan ini. Suasana sangat seru.&lt;br /&gt;Latar belakang kehidupan anak-anak Panti Asuhan Titipan Kasih memang berasal dari warga urbanisasi masyarakat dari Toraja, Mamasa, Luwu, dan Mamuju. Warga urbanisasi mengalami kesulitan khususnya dalam mencari pekerjaan mengingat mereka tidak memiliki keterampilan dan keahlian khusus. Akibatnya jumlah pengangguran meningkat dan banyak anak sekolah yang terancam drop out karena tidak memiliki biaya untuk sekolah. Kondisi ini telah menggugah hati nurani Ibu Debora Lambiu Paulus (in memoriam) dan Bapak Emilee Antoon Flissard, sehingga mereka sepakat untuk mendirikan tempat penampungan. Maka berdirilah Yayasan Titipan Kasih pada tanggal 1 Juli 1981.&lt;br /&gt;Berdasarkan data yang ada, anak-anak Panti Asuhan Titipan Kasih semuanya berjumlah 114 orang dari yang masih balita sampai yang sudah kuliah. Selain bersekolah mereka juga mempunyai program/ kegiatan pelayanan setiap minggunya untuk pembinaan rohani dan kegiatan sosial. &lt;br /&gt;Tanggal 22 September 2008 kira-kira jam 21.30 wita asrama Panti Asuhan Titipan Kasih terbakar karena korslet (arus pendek) listrik. Dalam hitungan detik api langsung menyebar ke bagian teras lantai 2 dan membakar habis kasur-kasur yang tersusun. Apinya semakin besar dan menyebar makin luas sehingga anak-anak ketakutan, panik dan masing-masing berusaha menyelamatkan diri mereka. Syukur sekali bahwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, tidak ada anak-anak atau pengurus panti yang terluka ataupun meninggal.&lt;br /&gt;Selain mengurus keperluan dan kebutuhan sehari-hari anak panti, pengurus Titipan Kasih saat ini bergumul dalam doa dan usaha untuk bisa membangun kembali akomodasi yang layak bagi anak-anak titipan Kasih dari Tuhan ini. Memang bukan perkerjaan ringan, tetapi para pengurus Panti percaya bahwa semua ada waktunya. Tuhan tidak pernah tertidur.&lt;br /&gt;Keceriaan anak-anak panti membayangi saat kami berpamitan. Ada nuansa yang lain berada di tengah-tengah mereka. Nuansa yang tidak akan ditemui di kantor, tempat ibadah, kampus ataupun mall. Mungkin itulah nuansa kasih yang justru disalurkan Tuhan bagi kami melalui anak-anak panti ini. Kami bersyukur bahwa kami diberkati dalam saat-saat bersama mereka.&lt;br /&gt;Bila hidupmu merasakan kasihNya, muliakanlah namaNya dengan menyatakan kasihmu bagi sesama yang memerlukan uluran tangan di sekitarmu. Dia tidak jauh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Yayasan Titipan Kasih&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Jl. Andi Mangerangi III No. 90  RT. 004 RW. 006 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Kel. Bongaya, Kec.Tamalate Kota &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Makassar – Sulawesi Selatan 90223 PO. BOX 1228&lt;br /&gt;Telp. 0411 871576.&lt;br /&gt;Email: yatika._pa@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Special Thx to: Kak Ishak Buntuborrong, Medi, Neri, Vivin, Yanti, Tina, Ruth, Devi, Anis, Enos, Renhard, Ferson, Jo, and Santo (all from LPMI Makassar).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-1338193128322530639?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/1338193128322530639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=1338193128322530639' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/1338193128322530639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/1338193128322530639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2009/03/sepotong-ceria-di-awal-desember-08.html' title='Sepotong Ceria di Awal Desember 08'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-2307427999491474310</id><published>2009-03-22T10:27:00.002+07:00</published><updated>2009-03-22T10:33:32.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellanuous'/><title type='text'>Jatuh Cinta Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/ScWwpzZKZ8I/AAAAAAAAAPc/wktGJ7ed5Sg/s1600-h/Ketapang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315849167397611458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/ScWwpzZKZ8I/AAAAAAAAAPc/wktGJ7ed5Sg/s320/Ketapang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh saya merasa sangat berdosa mengabaikan keberadaannya selama ini. Aku selalu sibuk ini itu. Urusan keluarga, kantor, kondangan, dll rasanya sudah cukup menjadi alasanku untuk mengabaikannya. Padahal dia sungguh nyata dan menunjukkan kepedulian.&lt;br /&gt;Sebetulnya dia tidak terlalu asing bagiku. Bagi keluargaku, temanku, bahkan mungkin engkau juga kenal dia. Aku telah mengenalnya sejak masa kecilku. Kehadirannya cukup menggoda setiap kali aku melintasi depan rumah itu. Rumah salah seorang jutawan di kampung kami.&lt;br /&gt;Bertahun berselang aku tidak memperdulikannya lagi. Padahal tanpa kusadari terkadang kami berjumpa dalam ketaksengajaan. Setiap kali bertemu, dia tetap sama. Perduli, memberi keteduhan yang damai. Tidak saja bagi ragaku, tapi sungguh jiwaku menikmati perhatiannya.&lt;br /&gt;Memasuki kota tua ini, aku merasa melihat dia. Cuma saja, keramahannya belum cukup untuk menarik perhatianku. Dia kembali terabaikan. Tapi dia pun tak surut memberi keteduhan.&lt;br /&gt;Suatu siang yang hangat, aku bertemu dengannya di tepian pantai pasir putih yang permai. Ia sendirian, tak ada yang menemani di kesunyian deburan ombak. Tapi ia seakan tak peduli. Ia berdiri tenang dan mengulurkan keteduhan seulas senyum. Anganku melayang ribuan kilo ke kampung halamanku di pegunungan sana.. Di sana ia ada, di sepanjang jalan-jalanku rasanya dia ada. Lalu di tempat ini, dia mau bertahan sendirian untuk menjalani takdirnya. Suatu kegigihan pengabdian sempurna. Kami menikmati siang sampai sore bersama. I think I fall in love....again.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, aku berjanji akan membawanya lebih dekat ke dalam hidupku. Tidak ada salahnya kan? Kini aku yang selalu mencari-cari kesempatan bertemu dengannya. Aku mulai mengingat tempat-tempat di mana dia bisa kutemui sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;Hingga beberapa waktu yang lalu, aku singgah di salah satu tempat dia berada. Kali ini kami sudah semakin akrab dan ia menyambutku dengan senyum. Akupun tak sungkan bersandar menikmati keteduhannya.&lt;br /&gt;Ketika kuutarakan keinginan hatiku, dia hanya tersenyum. Dia melirik tunas-tunas kecil di sekelilingnya, seakan berkata ”Mereka pun bagian dari diriku. Bawalah mereka.” Baiklah ketapang tercinta, tapi aku akan bersandar di sini sejenak. Menikmati keteduhan.&lt;br /&gt;Sore itu aku bersemangat sekali menanam bibit pohon ketapang di depan rumah, bukti cintaku pada ketapang.&lt;br /&gt;Aku mencintai pohon ketapang karena ternyata ia tidak pilih-pilih tempat untuk menjalani takdirnya. Takdir untuk selalu mengulurkan tangan, menawarkan keteduhan bagi raga dan jiwa yang panas. Di gunung, tanah rawa, bahkan pasir kering dapat memberinya kehidupan. Ia bekerja keras dengan akarnya yang tangguh dan daun yang lebar. Baginya tak ada tempat basah dan kering. Di mataku, dia tetap indah dalam kesederhanaan tanpa semarak bunga warna-warni.&lt;br /&gt;Cepat besar ya cintaku, karena aku rindu keteduhanmu, walau mungkin aku tak sempat menungguimu di kota ini. Aku yakin kita akan selalu bertemu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-2307427999491474310?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/2307427999491474310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=2307427999491474310' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/2307427999491474310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/2307427999491474310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2009/03/sungguh-saya-merasa-sangat-berdosa.html' title='Jatuh Cinta Lagi'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/ScWwpzZKZ8I/AAAAAAAAAPc/wktGJ7ed5Sg/s72-c/Ketapang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-894922246172535739</id><published>2009-03-01T08:07:00.001+07:00</published><updated>2009-03-19T09:00:04.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Governanance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Combating Money Laundering - Save the World</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/ScGkXkGX4-I/AAAAAAAAAPM/QJievwWUyrY/s1600-h/Money+laundering.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314709760008250338" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/ScGkXkGX4-I/AAAAAAAAAPM/QJievwWUyrY/s320/Money+laundering.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Dari meja seorang Adeltus Lolok:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin benar kata bijak: Cinta akan uang adalah akar segala dosa. Sebagian besar kejahatan di dunia didasari oleh pertikaian untuk mendapatkan kekayaan (yang terukur dengan nilai uang) dan kekuasaan yang sangat dekat dengan penguasaan ekonomi. Ujung-ujungnya duit. Permasalahan duit yang akan dibahas dalam tulisan ini melibatkan perputaran uang senilai lebih USD600-an milyar per tahun.&lt;br /&gt;Berbagai tindak kejahatan terjadi demi mendapatkan uang. Sebut saja penyelundup narkoba, perdagangan senjata illegal, penipu (con artist), perdagangan manusia, lingkaran prostitusi, cyber crime, pegawai/politisi korup, bajak laut, dan terorisme, dapat menghasilkan putaran uang dalam jumlah besar.&lt;br /&gt;Hasil yang diperoleh dari aktifitas illegal ini tidak selamanya bisa langsung dinikmati oleh para pelaku kejahatan karena bisa saja menundang perhatian para penegak hukum sehingga dapat membahayakan keberadaan aktivitas dan organisasi mereka. Para pelaku kejahatan perlu menyamarkan sumber uang tersebut, mengubah bentuknya, memindahkan dan menempatkan uang tersebut sedemikian untuk menghindari pelacakan hukum. Uang kotor tersebut perlu “dicuci” agar terlihat bersih, seolah-olah merupakan uang dari sumber halal. Inilah yang disebut pencucian uang/ money laundering.&lt;br /&gt;Lalu, mengapa money laundering berbahaya? Money laundering mengolah uang yang diperoleh dari hasil-hasil kejahatan dan pada akhirnya akan kembali juga ke operasi kejahatan. Bila tidak dipotong jalurnya oleh penegak hukum, akan tersedia dana melimpah untuk membiayai kejahatan. Ini berarti akan tersedia dana dalam jumlah besar untuk menyebarkan narkoba, mensuplai senjata bagi terorisme, mendanai perang, mendukung pemerintahan diktator dan sebagainya.&lt;br /&gt;Money Laundering membuat dunia semakin jauh dari rasa aman. Selain itu, penempatan dana-dana panas ini dapat menggoyang stabilitas moneter suatu negara bahkan kawasan regional sekalipun. Dalam skala yang lebih luas, dana besar ini dikuatirkan terinfiltrasi ke dalam institusi keuangan terkemuka, lalu memungkinkan untuk mengakuisisi sektor-sektor publik, menyuap pejabat publik dan pemerintahan. Apa yang bisa diharapkan dari sistim sosial dan pemerintahan bila dana hasil kejahatanlah yang berkuasa didalamnya.&lt;br /&gt;Semua ini sangat bisa terjadi karena tersedianya jumlah dana yang sangat besar. &lt;a href="http://www.imf.org/"&gt;IMF&lt;/a&gt; (1996) memperkirakan jumlah uang yang terkait dengan money laundering berkisar antara 2 – 5% dari total GDP dunia! Jumlah ini menempatkan money laundering sebagai bisnis ketiga terbesar di dunia setelah pasar uang dan minyak dunia.&lt;br /&gt;Dalam pembahasan selanjutnya, istilah pencucian uang dan money laundering keduanya akan dipergunakan, meskipun artinya sama, untuk menjaga awareness pembaca akan kedua istilah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENCUCI UANG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Uang yang dihasilkan suatu organisasi kejahatan biasanya melibatkan jumlah yang tidak sedikit. Berat kokain senilai satu juta dollar hanya 22 kg, tetapi dollar sebanyak itu beratnya bisa mencapai 116 kg. Belum lagi bila uang itu dalam bentuk Rupiah, pasti akan lebih besar dan berat lagi fisiknya. Mentransaksikan dan memindahkannya tentu tidaklah aman bagi para pelaku kejahatan narkoba. Karenanya berbagai teknik pun dilakukan untuk mencuci uang tersebut. Ini hanya contoh kecil dari dunia narkoba. Belum lagi bila berbicara tindak kejahatan lainnya.&lt;br /&gt;Supaya aman, uang hasil kejahatan ditempatkan dalam berbagai bentuk asset, rekening bank, lalu masuk kedalam berbagai bisnis yang menhasilkan pendapatan. Pendapatan ini bisa masuk bisnis lagi atau dibelikan berbagai asset seperti rumah, mobil, hotel bahkan disamarkan dengan menyumbang ke partai politik atau yayasan sosial.&lt;br /&gt;Secara teoritis dikenal 3 tahapan pencucian uang yaitu:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Placement&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Di tahap ini, uang hasil kejahatan ditempatkan ke dalam deposito bank. Tahap ini sebenarnya sangat beresiko karena jumlah uang yang sangat besar akan mengundang kecurigaan. Hampir semua negara (kecuali negara-negara off shore) memiliki ketentuan dan batasan tertentu tentang jumlah transaksi (setoran/penarikan) yang perlu dicurigai. Untuk mengatasi hal tersebut, para pemilik uang kotor mengakali dengan cara melakukan penyebaran dana ke dalam sejumlah deposito dan dilakukan berulang dalam jumlah kecil&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Layering&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Uang selanjutnya semakin dikaburkan asal-usulnya dengan berbagai cara. Antara lain dengan melakukan transfer ke berbagai rekening, mengganti mata uang, membeli berbagai properti mahal, saham, mobil mewah, perhiasan dan berbagai transaksi rumit lainnya. Tahapan ini membuat jejak uang kotor semakin kabur untuk ditelusuri.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Integration&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Ditahapan ini, uang yang ditransaksikan sudah ‘bersih.’ Bisa jadi berupa transfer dari bank sebelumnya, penjualan kapal/rumah/perhiasan yang dibeli pada tahap layering, hasil keuntungan saham, dll. Uang tersebut dengan bebas dapat digunakan tanpa terlacak bila penegak hukum tidak mengetahui rinci asal-usul uang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, mekanisme pencucian uang dapat berubah sesuai kondisi masing-masing negara. Perbedaan tingkat pengawasan transaksi keuangan di setiap negara membuat terjadinya perpindahan dana antar perbatasan. Dana-dana yang terkumpul dari hasil kejahatan di suatu negara yang memiliki tingkat pengawasan transaksi baik, pasti menyulitkan pelaku kejahatan. Karenanya dana tersebut perlu dipindahkan ke negara yang lebih bebas atau lebih rendah tingkat pengawasan transaksi moneternya.&lt;br /&gt;Parahnya lagi, banyak kekuasaan di dunia ini baik itu presiden, raja, perdana menteri dan sebagainya, ditengarai didanai oleh uang hasil kejahatan. Dana-dana panas tersebut bisa masuk melalui partai politik, dana kampanye, dan sponsorship partai. Perang yang terus berkecamuk, tidak bisa lepas sepenuhnya dari pendanaan uang panas money laundering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MEMERANGI MONEY LAUNDERING&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun institusi finansial yang baik disertai pengawasan penegak hukum atas legalitas transaksi keuangan, dapat menjadi langkah awal yang baik demi memerangi tindak pencucian uang. Meskipun demikian, terdapat beberapa negara di dunia yang jelas-jelas menyediakan diri sebagai surga uang yang hampir tidak terjamah oleh aparat hukum. Negara-negara tersebut antara lain: Mauritius, British Virgin Island dan Cayman Island yang diistilahkan offshore financial centers.&lt;br /&gt;Di offshore financial centers tidak ada kewajiban untuk melaporkan transaksi yang mencurigakan, kerahasiaan rekening dijaga ketat, hampir tidak ada campur tangan pemerintah terhadap perbankan, setiap orang dapat membuka rekening tanda menunjukkan identitas, bahkan perusahaan dapat didirikan dalam sekejap hanya dengan saham senilai 1 dolar! Tidak heran bila dana-dana pedagang narkoba dan teroris banyak disimpan dan ditransaksikan di offshore financial centers.&lt;br /&gt;Dengan mengesampingkan keberadaan offshore financial centers, berbagai langkah dilakukan untuk memerangi money laundering. Pada tingkat nasional hampir setiap negara memiliki tingkat pengawasan sendiri terhadap sistim finansialnya. Hanya saja, tingkat pengawasannya tidak sama sesuai dengan kondisi masing-masing negara.&lt;br /&gt;Membangun regim anti money laundering memang bukan pekerjaan mudah. Yang pertama adalah perlunya meningkatkan kesadaran unsur-unsur pemerintah dan sektor swasta tentang keberadaan dan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh tindak pencucian uang. Selain itu, pemerintah perlu memperlengkapi institusi terkait dengan berbagai kewenangan dalam memerangi money laundering. Kewenangan tersebut bisa berupa kewenangan untuk melakukan membangun koordinasi pertukaran data dan informasi, melakukan penyidikan, serta kewenangan melakukan penyitaan terhadap asset yang diduga berasal dari tindak kejahatan.&lt;br /&gt;Peran institusi keuangan (bank dan lembaga keuangan non-bank) baik milik pemerintah maupun swasta dalam hal ini pun tidak kalah penting. Peran tersebut dapat berupa pengembangan sistim pelaporan transaksi, identifikasi nasabah, standar pencatatan, dan alat/standar untuk mengukur tingkat kepatuhan suatu transaksi keuangan.&lt;br /&gt;Ditingkat internasional terdapat &lt;a href="http://www.fatf-gafi.org/"&gt;FATF&lt;/a&gt; (Financial Action Task Force) yang berusaha menetapkan rekomendasi standar yang dapat menjadi acuan bagi setiap negara anggotanya dalam rangka memerangi money laundering (Anti Money Laundering - AML) dan pemberantasan pendanaan terorisme (Counter-Terrorist Financing – CTF). Lembaga didirikan tahun 1989 dan diisi oleh berbagai institusi terkait dari 30-an negara. Rekomendasi tersebut kini terdiri atas 40 butir rekomendasi ditambah 9 rekomendasi khusus (40 + 9 Recommendations). Rekomendasi tersebut dapat diunduh secara lengkap di website &lt;a href="http://www.ppatk.go.id/"&gt;PPATK&lt;/a&gt; (Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan).&lt;br /&gt;Di dalam rekomendasi tersebut ditetapkan berbagai standar yang baik bagi setiap pihak yang terkait dengan pengawasan pergerakan dan transaksi uang seperti: bank dan lembaga keuangan lainnya, bank sentral, kepolisian, pajak, bea cukai, PPATK dan lain-lain.&lt;br /&gt;Diharapkan dengan menerapkan rekomendasi-rekomendasi tersebut, akan tercipta sistem keuangan yang lebih transparan sehingga menyulitkan para pelaku kejahatan menyembunyikan uangnya, serta memberi kemampuan lebih bagi aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan bagi para pelaku money laundering dan penyandang dana terorisme. Tentu saja efek positip lainnya adalah stabilitas moneter yang lebih baik, integritas perbankan yang tinggi, meningkatnya daya tarik investasi dan kepercayaan investor, dan efek lainnya yang akan memberi kontribusi positip bagi ekonomi suatu negara atau kawasan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314709763998848850" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/ScGkXy9zl1I/AAAAAAAAAPU/6dSXi82ib18/s320/IMG_2495.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERAN &lt;a href="http://www.beacukai.go.id/"&gt;BEA dan CUKAI&lt;/a&gt; (DJBC)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memerangi money laundering dan pendanaan terorisme merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan investasi yang lebih bersahabat, yang merupakan prasyarat pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu sudah selayaknya setiap negara merasa berkepentingan untuk memerangi money laundering, terutama yang terkait dengan perdagangan narkoba dan terorisme.&lt;br /&gt;Indonesia pernah dikategorikan sebagai negara yang tidak kooperatif dalam upaya memerangi tidak pidana pencucian uang. Dengan diberlakukannya UU nomor 25 tahun 2003 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, Indonesia pun dinilai telah mengambil langkah perbaikan yang signifikan.&lt;br /&gt;UU tersebut memberi panduan yang baik bagi pengembangan regim anti money laundering di Indonesia, termasuk memberi peran terhadap &lt;a href="http://www.beacukai.go.id/"&gt;DJBC&lt;/a&gt; dalam memerangi upaya pencucian uang. Dalam pasal 16(1), secara jelas ditetapkan bahwa: ”Setiap orang yang membawa uang tunai berupa rupiah sejumlah Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) atau lebih, atau mata uang asing yang nilainya setara dengan itu ke dalam atau ke luar wilayah Negara Republik Indonesia, harus melaporkan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.” Ketetapan ini kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Dirjen BC Nomor: KEP-01/BC/2005 tentang Tatalaksana Pemasukan dan Pengeluaran Uang Tunai.&lt;br /&gt;Pasal 16 ini menangkap kenyataan bahwa memang tidak mudah untuk mentransfer uang ke/dari negara lain dalam jumlah besar tanpa diendus oleh para pengawas transaksi keuangan. Karenanya, pembawaan fisik uang lintas negara (Cross Border Cash Carrying – CBCC) merupakan salah satu modus populer dalam tahapan pencucian uang. Disinilah letak peran penting &lt;a href="http://www.beacukai.go.id/"&gt;DJBC&lt;/a&gt; dalam upaya memberantas money laundering.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.fatf-gafi.org/"&gt;FATF&lt;/a&gt; pun sampai merasa perlu untuk membuat rekomendasi khusus tentang pengawasan pembawaan uang tunai lintas batas negara, dengan menerbitkan Special Recommendation IX yang antara lain berbunyi: “Countries should have measures in place to detect the physical cross-border transportation of currency and bearer negotiable instruments, including a declaration system or other disclosure obligation. Countries should ensure that their competent authorities have the legal authority to stop or restrain currency or bearer negotiable instruments that are suspected to be related to terrorist financing or money laundering, or that are falsely declared or disclosed.”&lt;br /&gt;Tanggung-jawab ini jelas merupakan kepercayaan yang harus dijalankan oleh setiap pegawai &lt;a href="http://www.beacukai.go.id/"&gt;DJBC&lt;/a&gt;, terutama yang terkait langsung dengan penanganan cargo dan penumpang. Berbagai modus akan dilakukan oleh pelaku kejahatan untuk menyelundupkan uang melintasi perbatasan negara kita.&lt;br /&gt;Pertanyaan mengenai bagaimana mengidentifikasi bahwa uang tersebut berasal dari tindak kejahatan atau bukan; tidaklah menjadi domain BC. Yang perlu dilakukan adalah mengecek pemberitahuan pabean dan membuat laporan untuk diteruskan kepada &lt;a href="http://www.ppatk.go.id/"&gt;PPATK&lt;/a&gt; dan/atau pihak Kepolisian bila telah memasuki ranah pidana. Meskipun demikian, BC dalam hal ini dapat menjadi titik awal pengumpulan informasi untuk mengungkap tabir kasus money laundering.Kewaspadaan tinggi, analisa dan profiling, tentu sangat relevan dalam upaya menetapkan target. Jangan sampai setiap rupiah atau mata uang lainnya yang lewat dalam pengawasan &lt;a href="http://www.beacukai.go.id/"&gt;DJBC&lt;/a&gt;, ternyata adalah hasil jual beli narkoba atau diperuntukkan bagi pendanaan terorisme. (Tulisan ini telah dimuat juga dalam Majalah Warta Bea Cukai, ed. Maret 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-894922246172535739?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/894922246172535739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=894922246172535739' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/894922246172535739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/894922246172535739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2009/03/combating-money-laundering-save-world.html' title='Combating Money Laundering - Save the World'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/ScGkXkGX4-I/AAAAAAAAAPM/QJievwWUyrY/s72-c/Money+laundering.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-3916573647395426258</id><published>2008-12-17T16:47:00.004+07:00</published><updated>2008-12-17T17:36:37.594+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellanuous'/><title type='text'>The Philipine</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SUjVdA8H6GI/AAAAAAAAAOw/AnGhGQhlKbs/s1600-h/800px-Flag_of_the_Philippines.svg%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280705257537005666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 238px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SUjVdA8H6GI/AAAAAAAAAOw/AnGhGQhlKbs/s320/800px-Flag_of_the_Philippines.svg%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap negara punya keunikan tersendiri. Saya menjejakkan kaki di Manila awal Desember 2008 lalu untuk rapat singkat selama 3 hari. Namanya juga kunjungan dalam rangka kerja, tentu sangat sedikit waktu untuk berjalan-jalan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami tinggal di pusat bisnis Manila, Makati. Hotel Intercontinental tempat kami menginap dikelilingi oleh Mall-mall dan gedung perkantoran. Sehabis rapat tiap hari, saya hanya punya waktu satu dua jam, untuk keluar dan menghirup udara di luar hotel.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Filipina merupakan satu-satunya negara Kristen di Asia. Bukan berarti hukumnya berlandaskan syariah Kristiani, tapi semata-mata karena penduduknya mayoritas memeluk agama Katolik Roma. Karenanya Gereja terkadang mampu 'menggoyang' pemerintahan. Hal ini terbukti pada waktu presiden Marcos digulingkan rakyat yang diorganisir Gereja, dan menaikkan Cory Aquino, seorang ibu rumah tangga biasa menjadi Presiden Filipina. Peran tersebut masih terlihat hingga saat ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak jauh dari bandara, terdapat Baliho besar berbunyi: &lt;em&gt;Welcome to the Philipine, the only Christian Country in Asia&lt;/em&gt;. Tapi tidak jauh dari baliho tersebut ada papan kecil menampilkan tulisan dalam bahasa Tagalog yang kurang lebih berarti: &lt;em&gt;Hati-hati, banyak copet!&lt;/em&gt; Hmmm..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ngomong-ngomong soal copet, sepertinya hal tersebut tidak bisa diremehkan. Beberapa kali saya menanyakan tentang beberapa daerah di sekitar atau di dalam Manila, saya selalu diperingatkan: "Di sana bahaya pak. Banyak copetnya. Kalau daerah XX kayaknya lebih sedikit copetnya... bla bla bla.... Nah, yang daerah sana sama juga bahayanya..." Wah serem juga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Makanan Filipina masih nyambung dengan lidah Indonesia. Paling tidak nasi ada di meja makan. Tapi bagi yang beragama Muslim, perlu hati-hati dan harus sering bertanya. Soalnya babi 'berkeliaran bebas' di meja makan dalam perbagai bentuk. Ada panggang, gulai, sate, dll. Lebih baik bertanya dulu sebelum menyendok makanan. Atau makanlah di tempat-tempat yang lebih aman seperti McD, KFC dan semacamnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Judi adalah bisnis legal sepanjang dilakukan di tempat yang diizinkan pemerintah. Kami mengunjungi sebuah casino di Hotel Heritage. Di dalamnya para penjudi bermain dengan bebas tanpa pengamanan special dari polisi atau tentara. Beberapa satpam tampak santai untuk berjaga-jaga, jangan sampai ada yang ngamuk kalau kalah atau mabuk. Kasino beroperasi 24 jam sehari, 364 hari setahun kecuali pada Great Friday (Jumat Agung). Natal pun tidak meliburkan kasino. Karena kami datang di bulan Desember, dimana-mana sudah terdapat pohon dan hiasan Natal. Termasuk di ruang judi kasino!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mendirikan kasino, diperlukan izin berbelit karena memang sangat dikontrol oleh pemerintah. Berbagai persyaratan diberlakukan agar pemerintah tidak dicurangi dalam pembagian hasil. Pendapatan dari kasino 60% masuk kas negara. Pemilik kasino sewaktu-waktu dapat diaudit, dan sewaktu-waktu dapat ditutup bila ditemukan penyimpangan kecil sekalipun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Judi lainnya yang resmi adalah sabung ayam. Bagaikan menonton petinju idaman, masyarakat sangat menikmati tontonan sabung ayam dalam ring khusus. Setiap partai yang turun tanding, dikenakan pajak tertentu oleh pemerintah. Syaratnya sama, sabung ayam hanya dilakukan di tempat tertentu yang diizinkan dan diawasi ketat oleh pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keanehan lainnya adalah orang Filipina tidak punya KTP. Tidak ada kartu pengenal khusus. Tanda pengenal biasanya berupa akta lahir, SIM, kartu pelajar, ijazah, kartu nama dari perusahaan, atau passpor. Bagaimana bila ingin memuka rekening? Cukup membawa salah dua dari dokumen tersebut. Makanya tidak heran bila Filipina agak rentan dengan penipuan perbankan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ditengah kota metro Manila, rasanya sangat aneh karena kita tidak akan menemukan petugas Polisi seorang pun. Dimana-mana yang ada hanya petugas yang di Indonesia disebut sebagai Pamong Praja. Mereka direkrut dan diangkat oleh masing-masing walikota. Meskipun bukan Polisi, tetapi tugas mereka tidak beda jauh dari Polisi. Pamong ini dapat mengatur lalu lintas, menilang orang, dan hasil tilang akan masuk ke kas pemda. Sayangnya para pamong ini terkadang direkrut tanpa pendidikan atau pelatuhan yang memadai. Makanya pernah ada kejadian, sang Pamong menilang seorang Diplomat. Si Diplomat melaporkan hal ini ke negaranya, dan sang presidennya menelpon presiden Filipina... Gara-gara Pamong..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan terjadinya gejolak harga minyak bumi, tentu saja ekonomi Filipina terpengaruh. Tetapi pemerintah Filipina telah menerapkan mekanisme sedemikian sehingga harga BBM akan turun naik sesuai harga minyak bumi dunia. Harga BBM di SPBU tentu berpengaruh juga dengan ongkos angkot. Tetapi ongkos angkut pun secara otomatis akan naik turun mengikuti harga BBM. Dan tidak ada demo soal harga BBM karena naik turunnya harga BBM atau ongkos angkot sudah diketahui mayarakat yang paham akan mekanisme harga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedekatan geografis Indonesia dan Filipina membuat banyak persamaan kata diantara keduanya. Di Filipina kita juga akan mendengar kata &lt;em&gt;makan&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;banyak&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;lalaki&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;salamat&lt;/em&gt; dll. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila sempat berjalan-jalan di mall, kita tidak akan merasa asing karena menurut saya pramuniaga mall di Filipina sangat ramah. Dan kebanyakan dapat berbahasa Inggris dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pulang ke Indonesia, saya sempat kesal di bandara. Pemeriksaan cukup ketat, sampai saya harus buka ikat pinggang dan sepatu segala. Mereka menemukan parfum, cream rambut dan shampoo di koper saya. Eh, katanya harus dibungkus pake plastik khusus yang tersedia di counter informasi dekat pintu masuk tadi. Padahal, saya sudah jauh di dalam, sudah melewati pemeriksaan imigrasi, masih harus keluar lagi... Cuapek d... Untung ada mas Samy dari kedutaan RI di Manila. Thx ya mas, c u next time..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-3916573647395426258?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/3916573647395426258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=3916573647395426258' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/3916573647395426258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/3916573647395426258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/12/philipine.html' title='The Philipine'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SUjVdA8H6GI/AAAAAAAAAOw/AnGhGQhlKbs/s72-c/800px-Flag_of_the_Philippines.svg%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-5059715510611539393</id><published>2008-12-17T15:53:00.005+07:00</published><updated>2008-12-17T16:47:03.047+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Small Step to Save Our Home (Planet)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SUjIufbo1bI/AAAAAAAAAOg/1oSPlaNeVDg/s1600-h/BioPori2%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280691264128865714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 179px; CURSOR: hand; HEIGHT: 283px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SUjIufbo1bI/AAAAAAAAAOg/1oSPlaNeVDg/s320/BioPori2%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bencana alam belakangan ini memang semakin akrab dengan manusia. Saking akrabnya sampai-sampai kita sudah merasa terbiasa bila di suatu tempat terdapat banjir, tanah longsor, dsb. Kepedulian kita mungkin agak tumpul, sampai bencana itu menimpa kita sendiri. Bayangkan rumah yang kita tempati direndam air setinggi pinggang saja. Pasti akan sangat merepotkan. Keluar dari dalam rumah yang terlihat hanya genangan air disela perumahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memasuki bulan ber-ber (mulai September), biasanya hujan mulai turun. Daerah langganan banjir mulai bersiap menyambut tamu tak diundang yang bisa datang kapan saja. Parahnya lagi, tingkat bahaya tamu ini (banjir) tidak dapat diduga. Perlu persiapan ekstra, agar seluruh keluarga dan aset yang ada di rumah, terselamatkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan sesuatu untuk mencegah banjir. Bahkan ibu-ibu atau remaja juga bisa melakukannya. Dan saya mau mengambil peran dalam hal ini untuk mengajak kita membuat BIOPORI. Sudah pada tahu kan 'barang' apa ini?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Biopori adalah lubang kecil yang dapat dengan mudah dibuat di halaman, pojok rumah, di bawah pohon, di mana saja. Lubang ini berfungsi untuk 'memberi minum' kepada bumi kita. Kondisi tanah atau lahan yang hampir semuanya ditembok beton di perkotaan, membuat air hujan susah masuk ke dalam tanah sehingga terjadilah banjir. Sebaliknya, kita terus-menerus mengambil air dari dalam tanah untuk konsumsi sehari-hari. Berapa banyak air yang kita pakai untuk mandi, mencuci pakaian, memasak, menyiram toilet, dll. Parahnya lagi, air buangan kita langsung masuk ke got dan mengalir entah kemana. Tinggallah tanah sekitar kita makin 'kurus' kering karena kurang asupan air.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mari membuat Biopori. Caranya gampang. Buatlah lubang dengan diameter kira-kira 10-an cm, sedalam satu meter. Mulut lubang diperkuat dengan semen setebal kira-kira 3 cm. Lalu isi lubang dengan sampah-sampah organik. Sampah-sampah tersebut setelah beberapa minggu berubah menjadi kompos yang dapat menyuburkan tanaman di halaman rumah.&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280691260250235410" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 275px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SUjIuQ-5ohI/AAAAAAAAAOo/3sKyfAoWCio/s320/BioporiENG%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saking pentingnya Biopori di perkotaan, beberapa pemkot melakukan gerakan khusus yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk membuat Biopori. Pemerintah Bogor misalnya, tanggal 3 Juni 2007 lalu membuat lubang Biopori sebanyak 22.407 buah untuk memperingati Hari Bumi. Kita bisa kok melakukan hal-hal kecil untuk menunjukkan cinta kita kepada bumi. Biopori hanya salah satunya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-5059715510611539393?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/5059715510611539393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=5059715510611539393' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5059715510611539393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5059715510611539393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/12/small-steps-to-save-our-home-planet.html' title='Small Step to Save Our Home (Planet)'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SUjIufbo1bI/AAAAAAAAAOg/1oSPlaNeVDg/s72-c/BioPori2%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-492781270171394039</id><published>2008-11-05T12:25:00.006+07:00</published><updated>2008-11-05T12:43:49.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellanuous'/><title type='text'>Hope for Fresher Air</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;Congratulation Mr Barack Hussein Obama!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREwXqplluI/AAAAAAAAAOA/I-UqfmGSqWA/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265042622516664034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREwXqplluI/AAAAAAAAAOA/I-UqfmGSqWA/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREwIU50CKI/AAAAAAAAAN4/b8EUgnk2Stw/s1600-h/3x.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265042358981101730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 214px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREwIU50CKI/AAAAAAAAAN4/b8EUgnk2Stw/s320/3x.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;Hopefully you can blow a fresher air to the dry-for-love world...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREvjDPR4XI/AAAAAAAAANQ/NdSMIJlP6Gc/s1600-h/9x.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREvi-yiLrI/AAAAAAAAANA/_v8FhMDEi50/s1600-h/12x.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREviqwAJyI/AAAAAAAAAM4/nabfJyju4JM/s1600-h/13x.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREvirAztHI/AAAAAAAAAMw/MgpFQyVjPHg/s1600-h/14x.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREvB0KQioI/AAAAAAAAAMQ/0XHSDqY6Dyw/s1600-h/19x.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265041147600865922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 256px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREvB0KQioI/AAAAAAAAAMQ/0XHSDqY6Dyw/s320/19x.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREvBusSgJI/AAAAAAAAAMI/LM99RRt-qx0/s1600-h/18x.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265041146132988050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 318px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREvBusSgJI/AAAAAAAAAMI/LM99RRt-qx0/s320/18x.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-492781270171394039?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/492781270171394039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=492781270171394039' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/492781270171394039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/492781270171394039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/11/hope-for-fresher-air.html' title='Hope for Fresher Air'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SREwXqplluI/AAAAAAAAAOA/I-UqfmGSqWA/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-7438817551969024011</id><published>2008-11-02T00:17:00.000+07:00</published><updated>2008-11-05T00:54:16.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='God (Talk about Him)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Tears'/><title type='text'>More Smiles Around</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SRCJmQd5OuI/AAAAAAAAALw/5iP7d48jntc/s1600-h/CIMG0697.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264859254744496866" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SRCJmQd5OuI/AAAAAAAAALw/5iP7d48jntc/s320/CIMG0697.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sabtu 1 November 08, mungkin membawa cerita yang baru bagi Sian, Abet, Leijun, Sammy, Paul dan Lely. Semua berawal dari kedatangan Sian di kantor saya beberapa waktu sebelumnya. Setelah ngalor-ngidul, sampai juga kami ke topik yang sama, kunjungan sosial. Sian dan teman-temannya biasanya mengunjungi tempat-tempat tertentu untuk berbagi kasih dengan mereka yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika saya menawarkan untuk mengunjungi Panti Embun Kasih (lihat: Dew of Love), dia setuju dan segera mengontak teman2nya yang lain. Singkat kata, kami sepakat untuk ketemu hari Sabtu sore.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski sempat terkena macet di exit Jatibening (pak pemda, kok macet mulu di situ ya...), saya bersama isteri dan putera kami Adam sampai juga di Panti Embun Kasih. Sian and friends ternyata sudah duluan tiba, ...maaf ya kalian terpaksa menunggu. Adik saya Lely bersama suaminya Paul dan si little Maxi juga ikutan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami disambut oleh nyonya rumah, ibu Liunesi, tentu dengan segala kebersahajaan. Tidak membuang waktu, saya mengajak teman2 ke belakang, dimana terdapat aula kecil. Ternyata teman2/pasien panti yang berjumlah 80an orang sudah menunggu, duduk melantai dengan rapi. Ketika kami muncul, wajah-wajah mereka memberi beragam ekspresi. Sebagian masih larut dalam kekosongan jiwa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi ada juga yang sudah merasa kenal. "Aduh...pak siapa ya..nama Bapak siapa ya...," tanya salah seorang pasien dengan mimik berpikir keras. Tidak masalah, dia ingat nama atau tidak, yang jelas dia mampu mengenali. Itu sudah lebih dari cukup bagi seorang yang hilang ingatan, stress, ataupun gila. Dan mereka kini di hadapan kami, menanti sesuatu yang berbeda dibanding hari kemarin, dan entah berapa banyak hari yang telah mereka lalui...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanpa susunan acara yang terkonsep, sapaan, senyum dan tawa mulai dialirkan untuk menghangatkan suasana. Apalagi ketika Sian and friends mulai menggoyang aula dengan lagu-lagu riang. Para pasien yang sehari-harinya terkurung dalam ruang khusus, ikutan berdiri bernyanyi dan bergoyang mengikuti irama. Kehangatan makin terasa ketika irama dangdut mulai didendangkan... &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264860172262766242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SRCKbqfS9qI/AAAAAAAAAL4/OL98UzWkGqQ/s320/CIMG0699.JPG" border="0" /&gt; &lt;div align="justify"&gt;Obrolan dengan mereka penuh kelucuan. Mereka pun tidak segan bersolo ria menyanyi. Sepintas saya kaget ketika salah seorang pasien bernama ibu Evy maju ke depan untuk menyanyi. Petugas panti yang memegang gitar segera mengambil nada. Bu Evy langsung menukas, "Saya tidak bisa kalau nadanya begitu." Wah, ini sepertinya bukan panti orang yang tidak waras. Lebih kaget lagi ketika mengetahui beberapa pasien ternyata bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris...wow!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lagu-lagu terus mengalun. Mereka tersenyum dan tertawa...itulah hadiah terbesar bagi kami. Kami memang tidak membawa sesuatu yang berarti bagi mereka. Kedatangan kami hanya untuk mengajak mereka menikmati kasih Tuhan dalam nyanyian, senyum dan kegirangan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak terasa senja mulai meredup, dan dengan berat hati kami berpamitan dengan saudara2 kami yang sangat dicinta Allah. Berat juga untuk mengatakan sampai jumpa lagi. Di kedalaman hati kami ingin engkau sembuh dan tidak di sini lagi ketika kami datang... Tetap tersenyum ya...karena Tuhan mengasihimu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-7438817551969024011?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/7438817551969024011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=7438817551969024011' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/7438817551969024011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/7438817551969024011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/11/more-smiles-around.html' title='More Smiles Around'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SRCJmQd5OuI/AAAAAAAAALw/5iP7d48jntc/s72-c/CIMG0697.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-5518310401300300138</id><published>2008-10-12T18:37:00.000+07:00</published><updated>2008-10-13T12:59:21.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='God (Talk about Him)'/><title type='text'>Dew of Love</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SPLfXhmrEoI/AAAAAAAAAJU/o2kdh7JKisw/s1600-h/Front.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256509310345351810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SPLfXhmrEoI/AAAAAAAAAJU/o2kdh7JKisw/s320/Front.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wajah-wajah tanpa ekspresi menyambut di sebuah aula terbuka yang tidak terlalu luas, dengan tampilan sangat kecil. Mereka duduk melantai dalam kesederhanaan. Aroma tidak terlalu sedap terhembus dari tubuh-tubuh yang terbalut pakaian seadanya.&lt;br /&gt;Pemandangan inilah yang menerpa bila mengunjungi panti yang dikelola Yayasan Embun Kasih di daerah Jatiasih, Bekasi. Lokasinya agak tersembunyi dalam gang, tetapi kendaraan roda empat bisa masuk sampai halaman panti. Yayasan ini khusus merawat penderita cacat mental termasuk mereka yang sudah kategori gila. Meskipun demikian, tidak ada kesan berbahaya saat menghadapi mereka.&lt;br /&gt;Keberadaan Yayasan Embun Kasih tidak lepas dari sosok Timotius Liunesi, 55. Tujuh belas tahun yang lalu, pria yang berprofesi sebagai pelayan Tuhan ini, sedang dalam perjalanan di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di tengah jalan ia bertemu seorang wanita gila yang telanjang dan sangat kotor. Nuraninya tergerak untuk mengambil wanita itu, lalu membawanya ke rumah kontrakannya yang sempit di daerah Warakas, untuk dirawat. Ternyata wanita tersebut juga bisu tuli. Timotius merawatnya sambil meminta pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan wanita tersebut. Ajaib memang bahwa wanita tersebut berangsur membaik dan sehat.&lt;br /&gt;Tetangga sekitar takjub dengan keberhasilan kerja Tuhan melalui keluarga Timotius. Tak lama kemudian, ada orang yang datang menitipkan keluarganya yang gila. Pasiennya bertambah bahkan sampai 8 orang. Meski harus bersempit ria di kontrakan, keluarga Timotius pasrah dengan situasi baru ini.&lt;br /&gt;Sejak saat itu Timotius merasa menemukan jalannya sendiri untuk melayani Tuhan. Selain menjadi pelayan jemaat, ia juga melayani jemaat yang terlupakan dan terbuang di pinggir jalan. Orang-orang gila, stress, dan cacat mental yang ditemuinya dibawa ke rumahnya dan dirawat dengan penuh kasih. Ada yang sembuh, ada juga yang belum sembuh, bahkan tidak sedikit yang kabur karena Timotius tidak memiliki penampungan khusus.&lt;br /&gt;Semangatnya tidak berhenti. Dengan bantuan berbagai pihak, akhirnya mereka memiliki lahan sendiri di daerah Jatiasih yang bisa menampung pasien hingga 80-an orang kini. Beberapa keluarga dan sahabat Timotius ikut membantu penanganan pasien-pasien istimewa ini.&lt;br /&gt;Pasien-pasien tersebut, selain ditemukan di jalan, juga kebanyakan diantar oleh keluarganya dan dititipkan pada Timotius. Sering juga mereka mendapat titipan dari Polisi atau Satpol PP yang merazia gelandangan atau orang gila di jalanan. Latar belakang mereka pun beragam. Bahkan tidak sedikit yang berasal dari keluarga mampu.&lt;br /&gt;Menghidupi 80-an pasien dan 25 pengurus yayasan yang sehari-hari berada dibawah tanggung-jawabnya, bukanlah hal yang mudah. Dana tentu kendala utama. Timotius lebih banyak menggunakan penghasilannya untuk dapat hidup bersama 100-an orang di sekitarnya. Tidak jarang mereka hanya sarapan dengan bubur dan garam. Bahkan menurut salah satu pengurus, Ibu Yakoba, “Kami sudah terbiasa bila harus puasa. Tapi itu tidak jadi soal. Yang penting mereka semua bisa hidup, itu sudah syukur.”&lt;br /&gt;Penyakit kulit pun mudah menyerang mereka. Sanitasi memang terbilang terbatas. Setiap hari pasien dimandikan satu persatu oleh para pengurus. Mereka tidak bisa mandi sendiri.&lt;br /&gt;“Takutnya mereka makan sabunnya,” kata salah seorang pengurus. Tentu ini bukan pekerjaan mudah karena sebagian besar pasien akan melawan saat dimandikan. Beberapa pasien yang sudah mulai membaik ikut membantu mencuci pakaian sesama pasien. Masalah ikut bertambah ketika persediaan sabun habis. Tetapi hidup harus terus berjalan. Masalah yang mereka hadapi diatasi dengan kesabaran dan doa.&lt;br /&gt;“Ya paling tidak inilah yang bisa kami lakukan. Kami hanya bisa berdoa dan berusaha,” kata Marta Sumina, isteri Timotius yang telah 19 tahun setia mendampingi suaminya bersama 8 anak, mencurahkan hidup mereka bagi penderita cacat mental. Pasien-pasien tersebut adalah ciptaan Tuhan juga, sama istimewanya dengan manusia pada umumnya. Hanya saja mereka sering terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;What can we do??&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan mereka:&lt;br /&gt;1. Your prayers…, your touch and smile..&lt;br /&gt;2. Sembako (Beras, Mie Instant, Telur, Sayuran dll). Tips: Kalau mau merasakan kebahagiaan lebih bersama mereka, jangan lupa bawa nasi bungkus. You can afford it with Rp10,000 only per package, even cheaper than that.&lt;br /&gt;3. Sanitation: Soap, detergent, floor detergent, standard accident-and-light-disease drugs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Simple way to help them..&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Share this story with your friends and ask them to postpone their plan to visit mall this week. It could save at least Rp100,000 from each of you. I believe more then 10 of your friends will interest to join your goodwill, and provide delicious meals for the patients. Or you can bring other standard needs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bonus:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Enjoy their thankful laugh and smile. Hopefully you can find God there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Contact:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timotius Liunesi&lt;br /&gt;Yayasan Embun Kasih Indonesia&lt;br /&gt;Jl. Ratna, Gg Albarokah/Jl. H. Nelin&lt;br /&gt;No.128/6 Rt 004/01, Kel Jatikramat,&lt;br /&gt;Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.&lt;br /&gt;Phone: 021-84977144&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Other Picture:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://i161.photobucket.com/albums/t232/adeltus/Charity/CIMG0218.jpg"&gt;My Shelter1&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://i161.photobucket.com/albums/t232/adeltus/Charity/CIMG0221.jpg"&gt;My Shelter2&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://i161.photobucket.com/albums/t232/adeltus/Charity/CIMG0226.jpg"&gt;Spread Joy&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://i161.photobucket.com/albums/t232/adeltus/Charity/CIMG0227.jpg"&gt;I can Sing1&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://i161.photobucket.com/albums/t232/adeltus/Charity/CIMG0230.jpg"&gt;I can Sing2&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://i161.photobucket.com/albums/t232/adeltus/Charity/CIMG0235.jpg"&gt;Hear Me Lord&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-5518310401300300138?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/5518310401300300138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=5518310401300300138' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5518310401300300138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5518310401300300138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/10/dew-of-love.html' title='Dew of Love'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SPLfXhmrEoI/AAAAAAAAAJU/o2kdh7JKisw/s72-c/Front.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-1470294202024156705</id><published>2008-10-09T17:03:00.005+07:00</published><updated>2009-04-21T08:38:01.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='God (Talk about Him)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Bougenville</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SO3XLR8fTsI/AAAAAAAAAJI/S1yn7MxhzbU/s1600-h/Bougenville.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255092929006882498" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SO3XLR8fTsI/AAAAAAAAAJI/S1yn7MxhzbU/s320/Bougenville.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pagi tadi sekertaris saya menelpon mengabarkan bahwa investasi saham kami saat ini anjlok terimbas krisis keuangan di Amerika. Kabar ini memang tidak mengejutkan lagi karena toh bibit krisis sudah terlihat sejak tahun 2007 lalu, atau bahkan telah disemai jauh hari sebelumnya.. Mungkin sebentar lagi manajer proyek kami akan menelpon untuk melaporkan kerugian akibat kenaikan bahan baku.Alih-alih bercemas ria, saya malah makin kagum dengan kuasa Tuhan. Dengan berbagai cara Ia ‘menyentuh’ bumi dan mengukir kembali permukaan dunia dengan tanganNya yang maha kuat. Hasilnya, muncul guratan atau corak wajah bumi yang bisa saja sangat lain dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Di jaman dahulu Irian Jaya menyatu dengan Australia. Demikian juga Sumatera, Jawa, dan Kalimantan satu daratan dengan Asia. Lalu dengan kuasaNya, Tuhan memakai gejala alam untuk mengalirkan samudra dan memisahkan pulau-pulau dari daratan. Pun tak lupa Ia mengangkat Sulawesi dari dasar lautan, sehingga melengkapi kepulauan yang sekarang bernama Indonesia. Maha dahsyat karya tanganNya.&lt;br /&gt;Jaman berlalu, wajah bumi bergonta ganti. Hutan Afrika dan tanah Arabia yang subur, kini sebagian besar menjadi padang pasir. Peperangan dan bencana mungkin menghasilkan warna indah, tapi lebih banyak menghasilkan sisi yang lebih kelam dan membawa derita bagi bumi.&lt;br /&gt;Di Aceh, tak pernah terbayangkan bakal mengalami kisah nabi Nuh. Bahkan kapal besar di lautan terlontar dan kini menjadi monumen di ketinggian dataran. Wajah gelap bencana, jelas membawa warna lain bagi masyarakat Aceh. Di dalam setiap peristiwa terselip makna yang kadang sulit terbaca..&lt;br /&gt;Kepedihan Tsunami, bisa jadi punya andil memberi arti damai bagai masyarakat Aceh yang telah sekian lama dicekam ketakutan. Karena Tsunami rang-orang dari berbagai pelosok dunia berdatangan membawa berbagai bantuan. Orang-orang yang mungkin tidak pernah mendengar nama Aceh, kini berada di sana dan bersentuhan dengan saudara mereka yang berwarna kulit lain. Guratan bencana membawa nikmat dari Tuhan? Entahlah, yang jelas saya yakin, Ia tidak pernah terlelap.&lt;br /&gt;Amerika Serikat, negara adi daya yang sempat saya kagumi sebagai negeri terjanji di jaman modern. Betapa tidak, semuanya seolah ada di sana. Pendidikan terbaik, layanan kesehatan, teknologi, bahkan perekonomian yang (seolah-olah) kuat.&lt;br /&gt;Keyakinan saya sedikit goyah ketika Katrina menyerang. Bukan karena besarnya bencana yang membuat saya miris. Lebih menyakitkan melihat penanganan korban yang ternyata tidak sesempurna harapan. Banyak yang masih terlunta dalam derita. Padahal kalau mau, penanganan super cepat bisa saja dilakukan. Atau itu hanya terjadi di Holywood?&lt;br /&gt;Dibidang ekonomi ekonomi, saya betul-betul tidak menyangka kalau ekonomi Amerika yang begitu liberal kini harus dicampuri oleh pemerintah. Penggantian direksi perusahaan sampai masalah pembagian bonus karyawan pun ditangani presiden AS. Wow!! Sejarah baru di dunia ekonomi. Tapi ini memang terjadi. Sekali lagi, saya hanya mengagumi Tuhan. Ia melakukan segalanya tanpa pernah di duga. Hembusan kuasaNya bergerak kesana kemari.&lt;br /&gt;Analis dan investor boleh saja mengemukakan analisa investasi dengan berbagai pertimbangan dan perhitungan yang njelimet, tapi Tuhanlah yang empunya bumi beserta semesta. Angka-angka keuangan? Jangan salah, sumber pengetahuan adalah Tuhan. Jadi bila para spekulan mencoba merusak tatanan ekonomi semesta untuk keuntungan sendiri, jangan lupa bahwa di atas sana ada Ahli di atas segala ahli.&lt;br /&gt;Hmm...dengan rontoknya harga saham kemungkinan saya akan jatuh miskin setelah ini. Miskin, kering. Yah mungkin kering seperti bougenville yang berjejer sepanjang perjalanan ini.&lt;br /&gt;Tapi..hei lihat. Bunga-bunga bougenville itu memang kering dan hampir tanpa daun. Tapi bunganya sungguh lebat dan indah-indah. Padahal ini masih musim kemarau. Bougenville justru tetap mampu memperlihatkan keindahan Tuhan dikala ia kering dan merana. Mungkin ia malah tidak sempat memberi bunga dikala daunnya subur dan lebat.&lt;br /&gt;Dalam segala keterbatasan dan kekeringan, semestinya kita masih bisa memberikan keindahan Tuhan untuk dinikmati sesama. Bukan hanya mengeluh ditengah limpahan kasih Tuhan yang mungkin lupa kita syukuri; keluarga yang hangat, udara pagi, matahari, pekerjaan, teman sehati, kemampuan berpikir, dll. Seharusnya itu sudah cukup untuk membuat kita mekar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anganku membayangkan sekolah gratis yang dirintis untuk anak-anak jalanan, lambaian tangan pengemis, ceria wajah tukang koran tadi pagi, Pardi yang setiap pagi mengantar kopi di meja kerjaku, senyum Jeremiah yang terlahir dengan kaki empat dan kerusakan jantung, ah… Mereka tetap tersenyum meski tidak pernah tahu apa itu krisis keuangan, saham, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Barangkali tangan Tuhan akan melukis sesuatu yang baru hari ini, dalam diri kita, di lingkungan kita atau negara kita. Ia tidak pernah berhenti, (mungkin) sampai dunia ini penuh bougenville yang bermekaran. Percayalah, Tuhan mengasihimu. Mekarlah bagi orang-orang di sekelilingmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-1470294202024156705?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/1470294202024156705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=1470294202024156705' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/1470294202024156705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/1470294202024156705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/10/bougenville.html' title='Bougenville'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SO3XLR8fTsI/AAAAAAAAAJI/S1yn7MxhzbU/s72-c/Bougenville.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-5858399865049401675</id><published>2008-10-05T18:17:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T11:01:07.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='God (Talk about Him)'/><title type='text'>Music from the Heart</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SRJrf57ZA0I/AAAAAAAAAOI/fKMlBjG-bj8/s1600-h/SANY1344.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265389110219572034" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 282px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SRJrf57ZA0I/AAAAAAAAAOI/fKMlBjG-bj8/s320/SANY1344.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya bertemu Anton sekitar Desember 2004. Waktu itu dia masih memakai seragam putih merah. Dia terlihat paling atraktif diantara teman-temannya yang tak kalah lincah. Jika salah satu dari mereka menyentuh alat musik atau berdendang, satu persatu akan mengambil tempat dan memainkan paduan notasi indah.&lt;br /&gt;Alunan musik itu selalu mengundang kekaguman. Bukan hanya karena keindahan yang membawa kedamaian, tapi terutama karena pemilik jari-jari yang menari di atas keyboard. Ditemani teman-temannya, Anton memberikan hiburan seakan tanpa beban. Sesekali ia menegur temannya yang menyanyi dengan ‚kunci’ yang tidak pas. Pendengarannya memang sangat peka. Mungkin kelak ia akan mengikuti jejak Sebastian Bach.&lt;br /&gt;Anton memang istimewa. Dengan keterbatasannya sebagai penderita dwi tuna (cacat ganda), kemampuan bermusik jelas suatu hal yang spesial. Ia menderita kebutaan sejak lahir. Selain itu, ia pun didiagnosa cacat mental, seperti kebanyakan teman-temannya. Mukanya imut-imut, kini berbalut seragam putih biru, SMP. Meskipun demikian ia sebenarnya telah berumur 19 tahun!&lt;br /&gt;Tetapi mereka tetaplah istimewa. Tidak sekalipun terdengar keluhan karena keterbatasan yang mereka alami. Pun tidak terlihat mereka dipapah atau diangkat. Untuk mencapai ruang musik, mereka berjalan tanpa tongkat, memasuki ruangan dan mencari alat musik yang belum dipegang temannya. Mungkin bermain musik adalah salah satu favorit mereka. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265389116117532162" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SRJrgP5kvgI/AAAAAAAAAOQ/jwnR38Mf70I/s320/IMG_7864%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;Ada yang berlatar keluarga kaya ataupun miskin dan tentu saja berbeda religi. Tetapi perbedaan tidak pernah membatasi mereka.&lt;br /&gt;Kisah-kisah mereka pun beragam. Ada yang cacat sejak lahir. Penyebabnya bisa virus (Toxo, Rubella dll). Tidak sedikit yang diambil dari jalanan karena dibuang oleh orang tuanya. Seperti kisah Murti, kini 18 tahun. Ia ditemukan di sebuah bak sampah di daerah Jembatan Lima, Jakarta Barat sekitar 13 tahun yang lalu. Murti tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat senang bermain drum.&lt;br /&gt;Ada yang cacat karena kehadirannya tidak dikehendaki di dunia. Ibunya mencoba menggugurkan selagi sang anak masih berupa janin lemah dalam kandungan. Akhirnya si anak pun lahir dengan berbagai kekurangan.&lt;br /&gt;Ada juga si kecil Balqis, yang sangat cantik dan baru berumur 3 tahun. Dia beruntung karena lahir dalam keluarga utuh. Balqis terlahir kembar tiga. Sayang salah satu saudaranya meninggal tidak lama setelah kelahiran. Saudaranya yang satu tumbuh normal, sementara Balqis tumbuh dengan kebutaan dan keterbelakangan mental. Setiap hari Balqis diantar orang tuanya ke tempat ini untuk bersama teman-temannya menikmati dunia dari mata hati mereka.&lt;br /&gt;Ditempat ini, mereka bisa bersatu dan bergabung dengan teman-teman senasib. Tetapi tidak ada yang membatasi mereka untuk mengetahui dunia di luar indera mereka. Anton dan kawan-kawan –sebagaimana anak normal lainnya- tetap „akrab“ dengan Nidji, Peterpan, Rossa, Krisdayanti bahkan teman-teman penyanyi dari luar negeri. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265389122925404530" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 234px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SRJrgpQsoXI/AAAAAAAAAOY/gpNtNnpfRn8/s320/SANY1339.JPG" border="0" /&gt;Di tempat ini mereka adalah anak-anak yang diperlakukan istimewa. Ada kasih sayang meski mungkin bukan dari ayah ibu. Paling tidak, ada yang mau mendengar kala waktunya untuk berkesah.&lt;br /&gt;Ada banyak kisah di sini. Kisah yang selalu memanggilku untuk kembali dan menikmati nada demi nada para pemilik kisah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Additional Info:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala&lt;br /&gt;Jl. Inerbang no. 38, Batu Ampar, Kramat Jati,&lt;br /&gt;Jakarta, 13520&lt;br /&gt;Telp: 021-8090407, Fax: 021-80886248&lt;br /&gt;Kontak: Ibu Tini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-5858399865049401675?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/5858399865049401675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=5858399865049401675' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5858399865049401675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5858399865049401675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/10/music-from-heart.html' title='Music from the Heart'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SRJrf57ZA0I/AAAAAAAAAOI/fKMlBjG-bj8/s72-c/SANY1344.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-8424272000199556096</id><published>2008-10-01T06:00:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T18:08:28.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellanuous'/><title type='text'>Moment to Celebrate..</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-3BCD5ggI/AAAAAAAAAIg/XvlZPUV0bKQ/s1600-h/MAP1+-+Idul+Fitri.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251116918898262530" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-3BCD5ggI/AAAAAAAAAIg/XvlZPUV0bKQ/s320/MAP1+-+Idul+Fitri.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-8424272000199556096?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/8424272000199556096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=8424272000199556096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/8424272000199556096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/8424272000199556096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/09/moment-to-celebrate.html' title='Moment to Celebrate..'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-3BCD5ggI/AAAAAAAAAIg/XvlZPUV0bKQ/s72-c/MAP1+-+Idul+Fitri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-5424152656016319247</id><published>2008-09-28T23:24:00.004+07:00</published><updated>2008-10-06T18:08:01.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Tears'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Tuhan Ada di Sini.</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-xcvdks8I/AAAAAAAAAH8/gShZmN9j-58/s1600-h/Miskin.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251110797872247746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-xcvdks8I/AAAAAAAAAH8/gShZmN9j-58/s320/Miskin.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Senja mulai turun di tengah rintik gerimis. Kesibukan di sekitarku masih ramai. Hari ini menjelang takbiran. Semua tampak bergegas. Deru kendaraan di luar sana seakan menguatkan rasa ingin pulang orang-orang yang rindu kehangatan rumah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;„Terima kasih,“ kata wanita yang sedari tadi melihatku bekerja. Ia sangat gembira ketika akhirnya bisa meninggalkan meja kerjaku yang sempit. Di hadapanku masih berderet beberapa orang dalam antrian yang resah. Sepasang remaja yang sejak tadi berpegangan tangan, mendekatiku. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;„Sekalian dibungkus rapi mbak ya,“ kata si pemuda tanpa melepaskan tatapan dari sang kekasih. Aku hanya tersenyum dan melakukan tugasku. Setidaknya aku telah menjalani hari-hari dalam rutinitas ini sejak 4 tahun lalu. Rasa pegal menjalar di sepanjang betis. Antrian mulai berkurang, ketika kesibukanku diganggu oleh aroma tak sedap. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mataku segera beredar menyapu ruangan dan orang-orang yang berada di dalamnya. Ternyata tidak perlu jauh-jauh mencari penyebabnya. Di depanku terlihat pemandangan tak biasa. Seorang anak kecil dengan pakaian sangat kumal dan tubuh dekil. Kalau dibilang jorok mungkin iya. Dan yang jelas aroma bawaannya khas dari pinggir jalan. Tapi dia tersenyum, seolah ingin segera kusapa. Aku segera menyelesaikan pekerjaanku dan menyerahkan kepada sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mataku segera kembali ke si kecil kumal. Ia mendekatiku dengan mantap. Beberapa orang yang tadi berdiri di belakangnya membubarkan diri dan berkeliling melihat-lihat barang lain. Rasa penasaranku kepada si kumal kecil akan terjawab. Setidaknya kami punya waktu sedikit lebih leluasa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tangannya yang mungil dengan berbagai guratan luka terulur padaku, lalu meletakkan sepasang sepatu wanita dewasa di depanku. „Saya disuruh ayah membeli sepatu ini untuk ibu,“ katanya dengan mata berbinar. Saya belum sempat berkata-kata ketika ia melanjutkan, „Minggu lalu kami lewat di depan dan ibu berhenti memandangi sepatu ini dari luar jendela lama sekali. Makanya ayah minta beli yang ini.“ Tangannya merogoh kantong celananya dan mulai mengeluarkan berlembar-lembar uang pecahan seribuan Rupiah yang lembab dan kumal, juga segepok uang logam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;„Mudah-mudahan cukup ya, mbak,“ katanya sambil memandangku cemas. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;„Pasti cukup,“ kataku menenangkannya. Aku mengambil lembaran-lembaran Rupiah dan merapikannya sebelum dihitung. Sayup-sayup terdengar suara takbir di kejauhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;„Memangnya ibu kemana, kok tidak datang sendiri biar sepatunya dicoba sekalian. Kali kesempitan atau kegedean, kan bisa ditukar.“ Matanya meredup sejenak sebelum menjawab, „Ibu sudah seminggu ini sakit. Badannya menggigil. Ayah membongkar celengan dan menyuruh saya cepat-cepat ke sini. Ayah bilang pasti ibu cantik kalo pake sepatu ini.“ Ia mengusap perlahan sepatu hitam itu seakan menyentuh berlian termahal di dunia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;„Memangnya kamu tinggal dimana.“ „Di sana mbak...di bawah jembatan pojok jalan ini... Mbak, bisa buruan bungkus nggak, nanti saya telat pulangnya,“ tangannya cekatan membantu saya merapikan sepatu ke dalam kotaknya. Ia sangat bersemangat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;„Kata ayah, mungkin ibu akan ketemu Tuhan malam ini. Kalau bisa, sebelum ketemu Tuhan, ibu pake sepatu ini walau sebentar aja. Ibu pasti cantik dan senang sekali.“ Aku terperangah dengan ucapannya. Tak kuhiraukan antrian yang mulai ada di depanku. Pun tak kupedulikan tatapan manajer toko, kugenggam tangan mungil gelandangan kecil itu, lalu kami bergandengan tangan keluar toko. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Angin dingin dan basah menusuk tulang. Ia memeluk kotak sepatu ibunya dengan sangat erat. „Di sana mbak,“ ia setengah berlari menyeretku ke bawah jembatan yang hanya berjarak 100-an meter dari toko tempatku bekerja. Kami menuruni jalan terjal yang licin, gelap, dan dipenuhi timbunan sampah. Di bawah kolong kutemui pemandangan real estate dari kardus dan plastik. Harus ekstra hati-hati melangkah agar tidak tergelincir ke dalam sungai yang deras. Di ujung jembatan ada kerumunan kecil yang senyap. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Ayah...ini sepatu buat ibu!!” teman kecilku berteriak sekuatnya. Dari kerumunan, seorang pria setengah baya dengan badan kurus mendekati kami. Matanya menyorotkan kepedihan, tapi ia berusaha tersenyum. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sang ayah berlutut, memeluk anaknya. „Ibu sudah bertemu Tuhan nak. Tapi Ibu pasti bahagia bersama Tuhan.“ Terdengar isak tangis sang ayah perlahan ditelan gema takbir, Allahu Akbar!!. Lututku lemas. Tuhan yang harus kucinta, ada di sekelilingku. Dia ada di sini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;(Kisah ini terinspirasi dari sebuah lagu yang sering menemani perjalananku. Semoga di Hari Idul Fitri ini, semakin banyak hati yang terbuka untuk melihat mereka yang mungkin tak terlihat karena tersembunyi di bawah beton jembatan atau dibalik pagar hati kita yang tinggi. Tak perlu menunggu Lebaran atau Natal untuk berbuat kebaikan. Sebelum terlambat, tunjukkan kasih sekarang juga. &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Selamat Idul Fitri 1429H&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-5424152656016319247?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/5424152656016319247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=5424152656016319247' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5424152656016319247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5424152656016319247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/09/senja-mulai-turun-di-tengah-rintik.html' title='Tuhan Ada di Sini.'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-xcvdks8I/AAAAAAAAAH8/gShZmN9j-58/s72-c/Miskin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-8338267885112042401</id><published>2008-09-25T23:41:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T18:07:33.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Tears'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>The Calls, Backstreet Boys</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-1TnHXH7I/AAAAAAAAAII/NIHDSz1Ctqw/s1600-h/Sekolah_Roboh2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251115039059287986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-1TnHXH7I/AAAAAAAAAII/NIHDSz1Ctqw/s320/Sekolah_Roboh2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Masih ingat lagu The Calls kan? Lagunya diawali dengan dering telepon, lalu masuk musik menghentak diikuti riang suara para Backstreet Boys. Lagu itu masih aja sesekali terdengar dari kamar tidur Adam, putra pertamaku yang kini sudah SMP. Balik ke The Calls, entah kenapa saya selalu merasa senang dengan dering telepon itu. Lalu saya akan duduk mendengar lagunya sampai selesai. Daripada dicap sok muda sama adam, lebih baik saya beli CD-nya lalu putar lagunya di kamar atau di mobil. Awalnya, isteriku bilang katro, tapi lama-lama dia terbiasa juga dengan The Calls. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Kriii…iing! Telepon meja kerjaku berdering. Sialan, umpatku dalam hati. Siapa sih yang menelpon sepagi ini? Rolexku menunjukkan jam 08.12. Wah, rekor juga saya sudah di kantor sepagi ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“Selamat pagi,” bagaimanapun saya harus menjawab dengan sopan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“Selamat pagi, Pak,” terdengar riang suara Rina snag sekretaris. “Saya Cuma mau mengingatkan Pak, bahwa jam 09.30 nanti ada siding komisi. Bahan-bahan yang Bapak perlukan sudah saya letakkan di meja.” Mataku menangkap setumpuk berkas di pojok meja. “Tentu saya ingat. Terima kasih.” Aku meletakkan gagang telepon. Huh, sidang komisi, santapan harian. Hari ini kalau tidak salah, komisiku bakal membahas masalah kenaikan harga BBM, tarif listrik dll yang telah membikin heboh masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Gimana gak heboh. Orang-orang tumpah ruah di jalanan. Ada mahasiswa, sampai ibu rumah tangga. Yang berdasi sampai kenek omprengan ikutan demo. Mpok-mpok sampai ada yang bawa panci dan wajan. Heboh bin berisik, bikin pusing. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Yang tidak kalah hebih, kawan-kawan saya. Mereka seperti mendapat durian runtuh. Kesempatan popular instant dan nampang di media massa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saling tuding dan lempar opini makin marak. Padahal kebijakan seperti itu sudah dibahas rame-rame bareng pemerintah. Kok rekan-rekan komisiku malah balik mempersalahkan pemerintah. Tapi, ya dapat dimaklumi. Mereka yang paling sering nongol di media, justru jarang hadir dalam rapat. Kalaupun mereka dating, datangnya udah telat, terus asyik tidur atau baca Koran. Ya… gak dengar apa-apa dong selama rapat komisi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Kriii…iing! Second call at 08.27. Masih banyak waktu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“Halo, selamat pagi,” suara baritonku cukup untuk membuat si penelpon menarik gagang telepon menjauh setengah meter dari telinga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“Selamat pagi pak,” lagi-laigi suara renyah seorang wanita. Pagi yang indah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Si suara renyah melanjutkan, “Saya Meidy, sekretaris direksi PT Gurih Gaplek. Sebagaimana janji kami minggu lalu, kami akan mengirim jemputan agar tiba di tempat acara tepat waktu.” “Acara apa ya, maaf saya kok lupa.” Lupa, termasuk kata yang paling saya benci. Tapi sejak menempati pos di Senayan ini, agenda jadi lumayan padat. Rapat komisi, sidak, kunjungan social, press release, makan malam dengan pejabat, kondangan, pembukaan pameran, peluncuran buku, … Meidy menyela, “Acara pelepasan ekspor gaplek perdana ke USA pak. Acaranya besok jam 09.00. Kami pastikan jemputan akan tiba di rumah Bapak jam 08.00.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“Baiklah, terima lasih.” Huh, ekspor gaplek, gak mutu banget. Saya tidak mungkin menghadirinya. Paling banter yang hadir buruh PT Gurih Gaplek ...dan ...astaga mungkin petani-petani singkong itupun bakal ada di sana. No no, saya akan mengutus salah seorang staf saja untuk mewakili saya. Terlalu kecil nilai beritanya dibandingkan dengan ekspor mobil balap Ferraro ke Italy yang diadakan besok siang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Jam 08.45, Pardi masuk ruanganku mengantarkan koran dan secangkir kopi Toraja kesukaanku. Wanginya…eh benarkan di halaman koran Kompas depan nongol lagi si teman komisiku. Malas rasanya membaca komentarnya yang basi, dan standar banget. Everybody knows your words... Tanganku membalik halaman demi halaman. Berita banjir, kebakaran, tanah longsor, perang Irak hm&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SM_l2vb9dtI/AAAAAAAAAGw/epe_z_jOBZY/s1600-h/Sekolah+Roboh.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;m… &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-1rtbaRaI/AAAAAAAAAIQ/VyHatrxAbhQ/s1600-h/Sekolah_Roboh.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251115453070853538" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-1rtbaRaI/AAAAAAAAAIQ/VyHatrxAbhQ/s320/Sekolah_Roboh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Yang sedikit menarik dan menyentuh adalah berita tentang banyaknya bangunan sekolah yang roboh. “Robohnya BAngunan SD kami,” judul sebuah artikel memplesetkan “Robohnya Surau Kami.” Saya tidak habis pikir dengan kelakuan para developer yang seenaknya mengambil untung besar tanpa memperdulikan kualitas bangunan sekolah yang mereka bangun. Untungnya anakku bersekolah di sekolah internasional, berlantai 3. Roboh? Sepertinya tidak mungkin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Kriii…iing! Telepon ketiga. Telingaku makin menikmati deringan telepon, senikmat The Calls. “Halo, selamat pagi pak Suryop Sudio,” lagi-lagi suara lembut seorang wanita. Apakah para wanita memang lebih suka menelpon di pagi hari? Agak terburu-buru, dia melanjutkan, “Saya Ingrid Susilo dari staf kepresidenan. Bapak Presiden beserta beberapa menteri akan berkunjung ke beberapa sekolah yang bangunannya roboh. Apakah Bapak bersedia mendampingi presiden?“ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;„Oh tentu saja, Bu. Saya akan ikut rombongan presiden,“ sahutku mantap. Segera terbayang kilatan blitz kamera, sorot lampu kamera tv, kerumunan wartawan. Publisitas gratis kelas satu! Dan tentu saja, berita koran dan tayangan di tv akan sangat menyentuh hati. Lumayan untuk modal simpati pemilu berikutnya. Dalam sekejap, Alphard hitamku sudah berada di antara iringan rombongan presiden. Ada beberapa menteri, dirjen, beberapa anggota DPR MPR, dan pejabat terkait. Mataku menangkap lima mobil operasional tv swasta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Kriii…iing! Ternyata HP-ku berdering. Pasti dari Rina, soalnya saya tidak ikut (lagi) rapat komisi. Jam sudah menunjukkan 09.34. Ntar habis makan siang, kan masih bisa bergabung. Ternyata yang menelpon isteriku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“Ada apa, Ma?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;„Gawat, Pa. Celaka kita, Pa...!“ Isteriku berteriak ditengah napasnya yang memburu. Saya rasanya dapat mendengar suara gelang-gelang emasnya bergemerincing. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;„Tenang dulu, Sayang. Bicara yang jelas dong.“ Saya sudah paham dengan sifat Ny. Linda Sudio. Gampang panik. Makanya saya tenang saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“Gimana mau tenang, Pa. Presiden akan meninjau beberapa bangunan SD yang roboh,” napasnya belum tenang juga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“Lha, Mama tahu juga toh,” saya tergelak bangga. “Papa sekarang ikut malah dalam rombongan presiden.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“Hah?! Presiden kan mau ke SD 21 juga, Pa!!“ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;„Emang kenapa, Ma. Ini udah dekat SD 21...“ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;„Yang bangun SD 21 kan perusahaan kita, Pa. Dua tahun lalu, masa Papa lupa.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Hah?! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Rombongan presiden tepat membelok memasuki halaman SD 21 yang dihiasi reruntuhan bangunannya. Senyum campur air mata anak-anak SD 21 menyambut presiden dan rombongan. Mendadak saya benci dengan deringan telepon. Dering yang mengawali The Calls.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Pisangan Timur, 03 March 2003&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/305/C4541AC385A5C9CCD772358D915CC4C2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-8338267885112042401?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/8338267885112042401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=8338267885112042401' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/8338267885112042401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/8338267885112042401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/09/calls-backstreet-boys.html' title='The Calls, Backstreet Boys'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SN-1TnHXH7I/AAAAAAAAAII/NIHDSz1Ctqw/s72-c/Sekolah_Roboh2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-129875297270848413</id><published>2008-09-05T22:45:00.006+07:00</published><updated>2008-10-06T18:07:05.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellanuous'/><title type='text'>The Poem of My Life</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;dfgjbsdgjlbdsjb&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246890534383436706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SNCzJE1Iw6I/AAAAAAAAAG4/XVd0Gpeqwnc/s400/garut_panorama2.jpg" border="0" /&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;I STARTED MY STEPS AS THE SUN RISED ACCROSS THE WEST&lt;br /&gt;MY MIND WAS FULL WITH PLANS FOR THE BEST&lt;br /&gt;DIDN'T WANT MY DAYS ENDED WITH REST&lt;br /&gt;NEVER THOUGHT OF FAIL IN ANY TEST&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;jsndfjgndfjkngf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;THE SUN CLIMBED BEHIND THE TREES OF THOUSAND CROWS&lt;br /&gt;I STOOD UP AND STEPPED INTO THE BATTLE WITH SHARP ARROWS&lt;br /&gt;BUT SOONLY, I FOUND MY SELF IN THE MIDST OF RANDOM ROWS&lt;br /&gt;CONFUSED OF WAYS TO CHOOSE THAT ONLY HEAVEN KNOWS&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;jsndfjgndfjkngf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;NOW THE SUN SHINES ON TOP OVER MY SHOULDER&lt;br /&gt;MY LIFE OPENS THE NEW CHAPTER&lt;br /&gt;DEEP IN MY SOUL A QUESTION RISE SEEK AN ANSWER&lt;br /&gt;WHAT IN THIS LIFE I RUN AFTER?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;jsndfjgndfjkngf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MY LIFE FOLLOWS THE SUN GOES DOWN TO THE WEST&lt;br /&gt;AS THE WOLRD KEEP OFFERING GOLD AND DIAMOND IN MY NEST&lt;br /&gt;LOOK, THE SUN SETS, AND I SEE GOD COMING SUDDENLY&lt;br /&gt;"COME, IT'S YOUR TIME TO LEAVE THE WORLD," SAID HIM THUNDERLY.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;(Bojana Tirta, 26 March 2003)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-129875297270848413?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/129875297270848413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=129875297270848413' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/129875297270848413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/129875297270848413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/09/journey-to-west.html' title='The Poem of My Life'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SNCzJE1Iw6I/AAAAAAAAAG4/XVd0Gpeqwnc/s72-c/garut_panorama2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-5860493335692123471</id><published>2008-07-17T11:50:00.006+07:00</published><updated>2009-04-17T13:51:12.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Tears'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Kau Tetap Saudaraku...</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/SH7hpQqjasI/AAAAAAAAAGA/KneWoXIShJs/s1600-h/aDDICT.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223860716760689346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/SH7hpQqjasI/AAAAAAAAAGA/KneWoXIShJs/s320/aDDICT.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di kawasan Tambora, Jakarta Barat saya bertemu seorang saudara yang saya yakin diciptakan Tuhan untuk suatu maksud tertentu di bumi. Tuhan tidak mungkin salah mengatur kelahirannya, menempatkan dia di suatu keluarga, menjalani hidup di lingkungannya. Ah...sebelum ini menjadi perdebatan labih lanjut, saya perjelas saja.&lt;br /&gt;Namanya Rio, berumur sekitar 18-an tahun. Kami bertemu di suatu sore yang hangat. Rumahnya, -tepatnya- gubuk yang ditempatinya tak lebih dari 2x2 meter, didiami bersama seorang adik laki-laki dan ibunya. Kamar yang ada hanya satu dan tentu saja tidak mungkin tidur dengan meluruskan badan. Kawasan ini memang berupa perkampungan rumah kardus dengan dengan kepadatan tertinggi di Asia Pasifik, bahkan mungkin dunia.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rio, masih terkulai lemas. Di sebelahnya tergeletak jarum suntik. "Saya nyuntik minimal 2 kali sehari mas. Sudah 3 tahunan...," ucapnya lirih dengan mata kosong. Rio, hanyalah satu dari fenomena penyalahgunaan narkoba dan endemi AIDS di kawasan Tambora. Kawasan ini memang kumuh, tetapi menjadi sarang bagi peredaran narkotika. Penggunaan narkotika yang tidak sesuai standar berujung pada penyebaran berbagai penyakit termasuk AIDS. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Andi meninggal tahun lalu," kenang Rio, menyebut sahabatnya yang meninggal karena AIDS di usia 21 tahun. Usia memang tidak panjang bagi mereka. Kebanyakan meninggal di usia muda karena penyakit atau overdosis. Para orang tua pun sudah siap menerima berita buruk dari anak-anak yang pergi sebelum waktunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa teman dan tetangga Rio kini meringkuk di berbagai rumah tahanan di kawasan ibu kota. Ada yang tertangkap saat sedang memakai narkoba. "Saya ingin berhenti mas, tetapi sangat susah.. Saya sempat ingin bunuh diri ketika tetangga saya tertangkap. Mungkin besok-besok giliran saya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekelebat pemikiran terbang di benak saya melihat Rio. Dia bukanlah penjahat yang berbahaya, pun bukan koruptor atau maling yang merugikan orang lain. Dia hanyalah seorang pemuda biasa, kurus dan tak berdaya dalam kungkungan jerat narkoba. Bila dia tertangkap, dia akan diperlakukan sebagai terpidana yang bersalah pada dirinya sendiri. Tepatkah penjara buat dirinya? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukankah Rio hanyalah pasien dari penyakit sosial yang seharusnya menjadi tanggung-jawab kita semua..? Ketakberdayaan pemerintah, aparat, dan berbagai faktor lainnya, telah menciptakan kawasan Tambora dan kawasan serupa lainnya, dengan berbagai permasalahan sosial di dalamnya. Lembaga Penjara jelas tidak akan memasyarakatkan Rio. Dan alangkah berdosanya kita bila mereka malah dijadikan ajang untuk memperoleh polularitas semata. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia menoleh lemah katanya, "Sekali suntik saya harus membeli satu paket seharga Rp150 ribu.." Rio menggeleng ketika ditanya berapa uang yang dimiliki saat ini. Dengan halus saya tanya bagaimana ia akan membeli heroin besok. Ia pun melirik cincin kecil di jari manisnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak ada perbincangan tentang masa depan. Tidak ada kata-kata tentang hari esok yang lebih baik. Semua gelap, meski mereka tinggal di ibu kota yang gemerlap. Bagi Rio dan kawan-kawan, satu-satunya harapan adalah jarum suntik bila waktunya tiba. Bila tidak, mereka akan tersiksa dalam deraan yang menyakitkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Narkoba jelas musuh bersama. Tetapi mereka yang menjadi korban tentu tidak serta merta menjadi terpidana. Gegap gempita mereka yang terlibat pemberantasan narkoba, hendaknya tetap melihat aspek kemanusiaan dalam menangani Rio dan Rio-Rio yang lain. Bayangkan jika Rio adalah bagian dari keluarga kita sendiri. Apakah dia memang orang jahat?&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223862025076988338" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/SH7i1ahd2bI/AAAAAAAAAGI/OjLFJCjeANM/s320/eff1.jpg" border="0" /&gt; &lt;div align="justify"&gt;Hari mulai gelap ketika saya pamit. Tatapan Rio ikut gelap. Mungkin merekalah yang disebut saudaraku yang malang. Bagaimanapun, engkau tetaplah saudaraku. Rasanya hati ini ingin menggugat Tuhan, kenapa Dia menciptakan Rio hanya untuk hidup seperti itu.. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-5860493335692123471?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/5860493335692123471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=5860493335692123471' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5860493335692123471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5860493335692123471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/07/kau-tetap-saudaraku.html' title='Kau Tetap Saudaraku...'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/SH7hpQqjasI/AAAAAAAAAGA/KneWoXIShJs/s72-c/aDDICT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-5777699245056842865</id><published>2008-06-04T18:34:00.003+07:00</published><updated>2008-10-06T18:05:19.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Anak Macan yang "Keblinger"</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/SEdSXBNfv5I/AAAAAAAAAFk/mPiShi-YT2s/s1600-h/Exported.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208222049492778898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/SEdSXBNfv5I/AAAAAAAAAFk/mPiShi-YT2s/s320/Exported.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepolisian RI telah terpuruk menjadi alat mainan kekuasaan. Serentetan peristiwa akhir-akhir ini semakin menguatkan kesimpulan itu. Mulai dari penyerbuan brutal kampus Universitas Nasional 25 Mei lalu hingga pembiaran penyerangan oleh kelompok beratribut KLI/FPI terhadap aksi damai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan hari Minggu, 1 Juni lalu, di silang Monas benar-benar membuat publik terperangah.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kepolisian yang sudah dilengkapi satuan intelijen sampai kecolongan tidak mendeteksi gerakan kelompok penyerang yang sangat tidak beradab di depan Istana Negara? Kok bisa aparat kepolisian yang dibiayai dengan uang rakyat tidak berdaya melindungi warga negara yang sedang mewujudkan hak konstitusional mereka yang jelas-jelas terpatri baik dalam alinea keempat Mukadimah UUD 1945 dan pada Pasal 28 dan 29? Mengapa aparat kepolisian ciut nyalinya berhadapan dengan organisasi yang sudah tersohor keberingasan dan kekerasannya selama ini?&lt;br /&gt;Pada ujung sederet pertanyaan keheranan ini, sebetulnya ada harapan besar warga masyarakat agar kepolisian RI dikembalikan kepada rakyat sebagai pengayom yang menyejukkan sekaligus menegakkan konstitusi dan sila-sila Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Memelihara anak macan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Episode serbuan brutal ke kampus Unas dan penganiayaan perempuan, anak-anak, dan laki-laki peserta aksi damai di kawasan Monas kembali menyegarkan ingatan publik akan praktik zalim serupa pada masa Orde Baru. Pada masa itu, baik intelijen militer maupun kepolisian banyak yang memelihara kelompok ”anak macan” sebagai perpanjangan tangan aparat keamanan. Pemeliharaan kelompok ”anak- anak macan” ini menguntungkan semua yang terlibat. Warga masyarakat yang tergabung dalam berbagai organisasi ”anak macan” ini bukan saja mendapatkan keuntungan material pada saat angka pengangguran di kalangan muda cukup tinggi, tetapi juga gengsi sosial di hadapan kelompok sebaya dan lingkungan masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;Bagi aparat keamanan yang memelihara organisasi ”anak macan”, resmi atau tidak resmi, juga bak sekali merengkuh dayung dua-tiga pulau keuntungan dilalui. Pertama, tidak perlu pengeluaran dana khusus untuk penjagaan keamanan karena berbagai organisasi ”anak macan” dapat mencari dana sendiri dengan menakut-nakuti warga masyarakat sembari memamerkan bahwa mereka punya beking kuat di belakang mereka.&lt;br /&gt;Kedua, aparat keamanan, khususnya intelijen, dapat memperoleh banyak informasi berharga tentang gejolak dalam masyarakat dengan hanya ”ongki”, ongkang-ongkang kaki, saja. Ketiga, bila terjadi ekses yang berlebihan dan ada korban jiwa berjatuhan, aparat keamanan dapat cuci tangan dengan berdalih bahwa yang terjadi adalah perang antargang semata, seperti dalam kasus Petrus hampir dua dekade silam.&lt;br /&gt;Terakhir yang tak kurang pentingnya, ulah berbagai organisasi kelompok ”anak macan” peliharaan kepolisian ini dapat dijadikan alat penekan atas pengusaha tempat-tempat hiburan untuk menaikkan tarif upeti keamanan. Praktik-praktik ini sangat marak pada masa Orba dan bukan tidak mungkin tradisi ”budidaya” kelompok ”anak macan” ini terus berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Semakin keblinger?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Warisan tradisi memelihara kelompok/ organisasi ”anak macan” ini harus segera dihentikan mengingat beberapa pertimbangan berikut. Pertama, nama baik berbagai penguasa politik dan militer, baik yang sudah mantan maupun yang masih aktif, dapat dimanipulasi oleh berbagai kelompok ”anak macan” yang sudah telanjur ikut dibesarkan itu. Beberapa mantan penguasa pada masa Orde Baru dari pihak militer dan kepolisian yang namanya telanjur tercantum, baik sebagai pendiri maupun dalam susunan pengurus FPI, perlu segera mengambil jarak dan menegaskan bahwa mereka tidak lagi menjadi pelindung FPI yang sering membuat onar dan kekerasan di berbagai tempat itu.&lt;br /&gt;Kedua, rezim pemerintah yang sedang tersudut-panik kehabisan amunisi argumen akal sehat bisa saja dengan mudah mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan pokok yang meresahkan, menggilanya harga-harga yang terpicu oleh kenaikan harga BBM, dengan memanfaatkan kelompok-kelompok ”anak macan” ini sebagai pengalih perhatian. Konflik vertikal masyarakat/mahasiswa versus pemerintah dialihkan jadi konflik horizontal sesama elemen masyarakat. Upaya pengalihan perhatian dengan menciptakan konflik horizontal hanya akan merusak citra pemerintah dan kepolisian RI.&lt;br /&gt;Ketiga, martabat negara, khususnya Presiden dan aparat kepolisian, bisa sangat kedodoran bila ada ”anak macan” yang demikian lantang di depan kamera televisi menantang kepala negara ataupun aparatnya untuk menangkap mereka, dengan mengancam akan mempertahankan diri sampai titik darah penghabisan. Bahkan, ia tega menghina mantan presiden yang dikatakan cacat fisik dan buta hatinya. Bukan itu saja, para kelompok ”anak macan” bahkan menganjurkan pembunuhan atas nama agama terhadap sesama anggota umatnya sendiri.&lt;br /&gt;Sungguh terhina prestise seorang kepala negara dan aparat keamanannya bila sudah secara keblinger ditantang oleh kelompok ”anak macan” yang telanjur dipe- lihara ini. Publik sangat mendukung pernyataan Presiden SBY bahwa negara tidak boleh kalah, apalagi mengalah, kepada kelompok ”anak-anak macan” ini. Namun, masyarakat menunggu bukti, bukan janji atau rapat terus. Tidak mustahil rakyat dapat berprasangka aksi FPI justru sepengetahuan intelijen polisi dan negara!&lt;br /&gt;Keempat, Presiden SBY seyogianya memulihkan martabatnya dan juga martabat negara dengan segera menangkap dan menyeret ke pengadilan para pelaku kekerasan di kampus Unas dan di silang Monas. Jangan pernah biarkan negara dilecehkan habis seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Akhirnya, kelima, negara tidak perlu kikir lagi untuk menyediakan dana rutin dan pengembangan kepolisian semaksimal mungkin agar sama sekali tertutup celah alasan untuk meneruskan tradisi memelihara kelompok ”anak macan” dalam wujud apa pun.&lt;br /&gt;Semakin negara berdaya melindungi dan membela rakyatnya, rakyat pun tidak akan enggan membela negara. Bela negara dan bela rakyat harus diucapkan dan ditegakkan setarikan napas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya kira kita semua sependapat dengan pemikiran sosiolog Tamrin Amal Tomagola di atas. (Kompas, 4 Juni 2008).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-5777699245056842865?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/5777699245056842865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=5777699245056842865' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5777699245056842865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5777699245056842865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/06/anak-macan-yang-keblinger.html' title='Anak Macan yang &quot;Keblinger&quot;'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/SEdSXBNfv5I/AAAAAAAAAFk/mPiShi-YT2s/s72-c/Exported.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-4857541470184195011</id><published>2008-04-01T17:57:00.010+07:00</published><updated>2008-10-06T18:04:45.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='God (Talk about Him)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Fitna dan The Da Vinci Code</title><content type='html'>Banyak jalan untuk mencapai popularitas instan dan keuntungan materi. Mungkin itulah yang terlihat dari berbagai hasil karya masyarakat yang beberapa diantaranya dianggap kontro&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_Ib-bQ-XWI/AAAAAAAAAE8/KKp-dJP3BD8/s1600-h/Fitna-Satanic+Verses.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184236880341654882" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_Ib-bQ-XWI/AAAAAAAAAE8/KKp-dJP3BD8/s200/Fitna-Satanic+Verses.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;versial. Yang paling terbaru adalah film Fitna hasil karya Geert Wilders yang oleh banyak pihak dianggap mendiskreditkan masyarakat Muslim. Kita pun tidak bisa lupa dengan karikatur nabi Muhammad saw buatan Kurt Westergaard yang dimuat di media Denmark beberapa waktu yang lalu. Lebih jauh ke belakang ada Salman Rushdie, yang mengarang buku The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan) sekitar tahun 1988. Semuanya mengundang reaksi yang cukup 'panas' sampai pimpinan Iran masa itu mengeluakan fatwa untuk menghukum mati Rushdie. &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Permasalahan yang sama mungkin dihadapi umat Kristiani ketika Yesus yang mereka sembah sebagai Tuhan dan Juru Selamat,Imam Adil di hari akhir yang telah mati dan bangkit dari kematian, tiba-tiba dibuatkan buku dan film yang menjatuhkan ke-Tuhanan Yesus. Beberapa waktu lalu Dan Brown menerbitkan buku super laris "The Da Vinci Code" yang difilmkan dengan judul yang sama, menceritakan suatu pengungkapan kode-kode rahasia yang (katanya) dibuat oleh Leonardo da Vinci. Perjalanan cerita berujung pada ending yang mengatakan bahwa Yesus tidak tersalib, tetapi hidup normal, menikah dengan Maria Magdalena. Pelaku utama wanita dalam buku/film tersebut adalah turunan digambarkan sebagai (ternyata) keturunan Yesus Maria - Magdalena. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buku Da Vinci Code melahirkan buku-buku lainnya yang diembel-embeli label sebagai sesuatu yang akan menggoncang iman Kristiani... Tampilannya pun semakin menarik. Lalu muncul film "The Passion of the Christ, the LAst Temptation of the Christ" (mengambil ide dari The PAssion of The Christ karya Mel Gibson), yang kurang lebih ingin menekankan bahwa Yesus adalah&lt;br /&gt;manusia biasa yang hidup, sakit, menikah, punya anak, dan mati (tidak bangkit lagi). Buku-buku dan film-film tersebut meskipun hanyalah fiksi belaka, tetapi mengundang reaksi banyak orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Reaksi tersebut, sayangnya banyak dilakukan secara anarkis ataupun hujatan yang tidak kalah panas. Di berbagai negara yang rakyatnya sempat mela&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_IcK7Q-XXI/AAAAAAAAAFE/vqVVXulCQaA/s1600-h/Fitna-Last+Temp.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184237095090019698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_IcK7Q-XXI/AAAAAAAAAFE/vqVVXulCQaA/s200/Fitna-Last+Temp.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kukan demonstrasi, justru menderita kerugian fisik atas pengrusakan-pengrusakan yang dilakukan massa. Selain itu, tentu ada kerugian moril dan citra karena demonstrasi -apalagi yang anarkis- tentulah mencitrakan ketidakstabilan dan ketidaknyamanan. Pokoknya tidak ada bagus-bagusnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Melalui aksi ramai-ramai tersebut, satu hal yang pasti adalah tujuan pribadi si pencipta karya-karya tersebut tercapai. Geert Wilders, si pembuat film Fitna, adalah anggota parlemen sebuah partai kecil yang tidak berpengaruh di Belanda. Munculnya reaksi terhadap fim Fitna saat ini membuat nama Wilders naik daun dan dikenal di seantero dunia. Beberapa saat ke depan, dia pasti memenuhi layar-layar televisi dunia, diundang kesana kemari untuk memberikan pendapat atau pidato yang belum tentu bermutu. Popularitasnya naik dan bukan tidak mungkin dia akan menduduki posisi penting di kancah politik Eropa dimasa yang akan datang. Saya pikir, kita dan para demonstran ikut berperan dalam menaikkan popularitas Wilders, ... maupun Dan Brown, Salman Rushdie, dll. Parahnya, kita juga ikut memberi mereka keuntungan finansial karena kita membeli buku-bukunya dan menonton filmnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukan tidak mungkin besok-besok akan banyak karya-karya yang sama akan bermunculan di berbagai belahan dunia. Alasannya simpel. Karena karya-karya seperti itu cepat menarik perhatian orang, cepat menaikkan popularitas, dan tentu saja mendatangkan keuntungan. Mungkin bisa dianalogikan dengan dunia hiburan. Banyak calon artis atau model yang tidak sabar berlama-lama meniti karir, lalu melakukan sensasi foto bugil, film porno atau berselingkuh dengan pejabat. Kita semua pasti bisa menyebut nama-nama sebagi contoh kan? Sesederhana itu. Jadi gimana dong...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_Ia-bQ-XUI/AAAAAAAAAEs/AR90NAgr4Qk/s1600-h/Fitna1-+DA+vinci.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184235780830027074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_Ia-bQ-XUI/AAAAAAAAAEs/AR90NAgr4Qk/s200/Fitna1-+DA+vinci.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Memang tidak mudah untuk menguasai diri. Apalagi bila merasa identitas, prinsip hidup dan hak pribadi kita terusik. Lebih mudah untuk segera melampiaskan emosi tanpa berpikir akibatnya, baik bagi diri sendiri, orang lain, maupun bagi bangsa.Karya-karya tersebut di atas bagaimanapun tetaplah fiksi (hayalan) dengan mengambil setting kitab atau kejadian-kejadian nyata bahkan sejarah. Semua orang sebenarnya bisa melakukannya, tergantung daya hayalnya masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam menyikapinya, karya-karya tersebut lebih baik dipandang saja sebagai tambahan pengetahuan, sebagaimana kita membaca novel-vovel fiksi lainnya, atau sebagaimana kita menonton film-film legenda.&lt;br /&gt;Menanggapinya cukup sewajarnya. Tindakan anarkis hanyalah bentuk ketidakpercayaan diri sehingga segala sesuatu yang baru dianggap sebagai ancaman yang berbahaya. Kalau mau membuka pikiran sedikit lagi, kita seharusnya menjadi lebih waspada terhadap bentuk penjajahan dengan wajah baru. Seluruh dunia juga tahu kalau cara terbaik untuk memecah belah suatu bangsa adalah cukup dengan menyentil sisi sensitifnya. Dalam kasus Indonesia, sisi agama, suku, ideologi adalah titik yang paling baik untuk memulai kekacauan. Waspadalah, tetapi tetap bijak.&lt;br /&gt;Toh, bagaimanapun, buku-buku tersebut walaupun dibuat sedemikian meyakinkan, tidak akan mengalahkan kekuatan kitab suci keagamaan. Sebagai umat beragama, kita ini bukanlah apa-apa yang akan membela Allah Yang Maha Besar, Maha Berkuasa... Allah bukanlah makhluk lemah yang memerlukan pertolongan manusia yang maha lemah, tak berdaya. Manusia hanyalah makhluk hamba Tuhan. Tuhan Yang Maha Agung itulah yang akan membela manusia dan memberikan keselamatan di akhirat saat maut menjemput.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk menangkal pengaruh buruk dari buku atau film, mari melindungi keluarga masing-masing dengan ibadah. Masalahnya mungkin bukan di luar sana, tetapi di dalam diri kita sendiri, keluarga kita atau komunitas kita yang lemah iman dan selalu ketakutan dengan hal-hal dan pandangan baru. Bila iman kita kuat, disertai hati yang terbuka dengan pikiran positip, buku-buku seperti Ayat-ayat Setan, Da Vinci Code, Fitna, Last Temptation of the Christ...dll hanyalah akan menjadi salah satu novel /film yang akan mengisi rak buku kita. Karena iman adalah anugrah dari atas, bukan buatan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;So, daripada menghabiskan waktu menanggapi karya-karya tak bermutu seperti itu, lebih baik kita fokus bekerja menciptakan hal-hal yang baik bagi masyarakat dan bangsa. Saya rasa itulah cara yang baik untuk berterima kasih atas berkat yang telah kita terima dari-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;God bless us.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-4857541470184195011?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/4857541470184195011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=4857541470184195011' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/4857541470184195011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/4857541470184195011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/04/fitna-dan-da-vinci-code.html' title='Fitna dan The Da Vinci Code'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_Ib-bQ-XWI/AAAAAAAAAE8/KKp-dJP3BD8/s72-c/Fitna-Satanic+Verses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-1014497535698767692</id><published>2008-03-31T17:59:00.008+07:00</published><updated>2008-10-06T18:03:44.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Mari Melirik Malaysia (3M).</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_DFybQ-XPI/AAAAAAAAAEE/3lEASa-vPCk/s1600-h/Petronas+Towers.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183860641206525170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_DFybQ-XPI/AAAAAAAAAEE/3lEASa-vPCk/s320/Petronas+Towers.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Saya selalu senang mengamati negara-negara lain untuk sekedar ingin mengetahui resep keberhasilan mereka. Menyangkut kemajuan pembangunan, mungkin lebih baik kalau kita berkaca ke negara tetangga, Malaysia. Pasalnya Negara ini masih dalam rumpun Melayu, secara geografis dekat, pemimpinnya pun bukan bule, social budayanya masih sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Dan yang paling penting, Malaysia adalah Negara Islam tentu tidak bisa dipisahkan dari kenyataan bangsa Indonesia sebagai Negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui, Malaysia kini bagaikan bunga yang sedang mekar-mekarnya di kebun perekonomian dunia. Menara Petronas, gedung tertinggi keempat di dunia bagaikan symbol kedigdayaan macan Asia. Itu hanya bukti yang kecil. Kemajuan Malaysia langsung terasa saat mendarat di bandara internasional Kuala Lumpur yang megah, bersih dan berarsitektur modern futuristic. Perjalanan dari bandara ke Kuala Lumpur dapat ditempuh dengan kereta api ekspress yang nyaman atau berkendaraan melalui jalan tol yang anti macet.&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, pemerintah Malaysia membangun sebuah kota baru bernama Putrajaya untuk meringankan beban Kuala Lumpur. Putrajaya di-setup sebagai kota pemerintahan, lengkap dengan kantor-kantor pemerintah, gedung parlemen dan istana kesulatanan Malaysia. Semuanya baru, dan dibangun dari awal dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kuala Lumpur lalu menjadi pusat niaga, wisata, dan pendidikan. Eiiittt, belum tentu juga. Pemerintah Malaysia juga sedang mengembangkan Cyber City yang pasti akan menjadi pusat pendidikan. Lalu Genting Highland yang kini menjadi salah satu resort buatan yang paling menarik di dunia.&lt;br /&gt;Bukannya membanggakan masa lalu. Tetapi kita semua tahu kalau tahun 60-70an, Malaysia mengirim guru-guru dan tenaga-tenaga ahlinya untuk belajar di Indonesia. Salah satu perusahaan mitra yang memberi bimbingan kala itu adalah Pertamina. Mereka pun balik ke Malaysia dan membangun Petronas. Ladang-ladang minyak di Indonesia jelas lebih banyak dengan cadangan melimpah. Tetapi kenyataan berkata lain. Petronas Malaysia kini tumbuh menjadi perusahaan multinasional dengan karyawan dari 29 negara dan aktif melakukan ekspansi eksplorasi ke luar negeri termasuk Timur Tengah dan Indonesia, sementara Pertamina &lt;a href="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_DGArQ-XQI/AAAAAAAAAEM/rV_jz6E50Bc/s1600-h/genting_highland_2006.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183860886019661058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_DGArQ-XQI/AAAAAAAAAEM/rV_jz6E50Bc/s320/genting_highland_2006.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;terseok-seok dalam kubangan berbagai masalah karena konflik berbagai kepentingan.&lt;br /&gt;Tak ada yang memperhatikan Telkom Malaysia. Sebagai informasi, Telkom Malaysia baru-baru ini menggandeng SBC Communication dari Amerika Serikat untuk membeli 30 persen saham Telkom Afrika Selatan senilai 1,3 miliar dollar AS. Lalu MOL.com Bhd, anak perusahaan Berjaya Group di Malaysia, menanamkan saham senilai 1,5 juta dollar AS pada perusahaan pencipta sistem pelatihan yang berbasis web yang berlokasi di Atlanta. Ekspansi bisnis perusahaan Malaysia juga dilakukan di Inggris, Australia, India, Sri Lanka, dan China.&lt;br /&gt;Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang dipailitkan beberapa waktu yang lalu, memberhentikan begitu banyak pegawai, termasuk para ahli yang telah mengenyam pendidikan di luar negeri seperti USA, Jerman dan Inggris. Malaysia melihat peluang untuk membangun industri dirgantaranya. Kini diberitakan ada sekitar 70-an Doktor alumni IPTN tengah bekerja untuk menciptakan keajaiban angkasa bagi Malaysia. Siswa-siswa penerbang Malaysia pun berpraktek menggunakan eks pesawat Garuda Airways.&lt;br /&gt;Malaysia sangat concern dengan pendidikan. Guru-guru dan dosen diperlakukan dengan sangat baik dan diberi tunjangan memadai. Tahun 1961 Malaysia hanya memiliki 1 Universitas yaitu Universitas Malaya. Pembangunan Malaysia kini menciptakan 80-an Universitas, College dan Politeknik negeri ditambah sekitar 550 perguruan tinggi swasta. Jumlah yang cukup besar dibandingkan penduduk yang hanya 26 juta jiwa. Tidak heran kalau banyak doctor-doktor Indonesia yang kini mengajar di kampus-kampus Malaysia.&lt;br /&gt;Pendidikan pun tidak dianggap sebagai sektor yang hanya memboroskan anggaran Negara. Kebijakan pendidikan yang dijalankan oleh pemerintah secara konsisten telah memunculkan perguruan-perguruan tinggi yang berkualitas internasional. Tidak heran kalau banyak universitas dari Eropa, Australia dan Amerika kini membuka kelas-kelas mereka di universitas-universitas Malaysia untuk menjaring mahasiswa Asia bahkan Eropa yang memang kini membanjiri Malaysia. Banyaknya mahasiswa asing di Malaysia, pada gilirannya hanya menambah pundit-pundi devisa Malaysia dan menempatkan Malaysia di jajaran terhormat Negara-negara yang memiliki dunia pendidikan yang maju.&lt;br /&gt;Kelebihan Malaysia yang mungkin sulit ditandingi dengan demokrasi kebablasan Indonesia adalah konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan, serta solidnya kerjasama pihak pemerintah dan swasta dalam mengisi pembangunan. Petronas, Genting Highland, Putrajaya dan berbagai kemajuan Malaysia tercapai karena pemerintahnya tidak bermental proyek. Pemerintah boleh berganti, tetapi konsistensi kebijakan tetap dijalankan, sehingga terkadang &lt;a href="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_DGQbQ-XRI/AAAAAAAAAEU/p727rWKNK8M/s1600-h/Mesjid+Putrajaya.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183861156602600722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_DGQbQ-XRI/AAAAAAAAAEU/p727rWKNK8M/s320/Mesjid+Putrajaya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;terkesan otoriter untuk mencapai tujuan pembangunan. Pembangunan dilakukan untuk menjadi magnet bagi investor. Infrastruktur jalan raya, sarana komunikasi, perbankan dll dibuat sedemikian bagaikan gula yang manis menarik semut investasi. Malaysia dalam sekejap keluar dari krisis ekonomi 1997.&lt;br /&gt;Dari segi sumber daya alam, Malaysia jelas kalah jauh dari Indonesia. Kekayaan Papua saja cukup untuk membangun Asia Tenggara. Sumber daya alam yang tidak melimpah bukan halangan. Justru hal itu memunculkan kreativitas Malaysia untuk berekspansi ke berbagai bidang mulai pariwisata, pendidikan, sampai kesehatan. Saking agresifnya sampai kita harus kehilangan pulau Sipadan dan Ligitan. Berbagai kekayaan bangasa Indonesia seperti batik, lagu daerah, makanan khas dll bahkan akan diklaim sebagai kekayaan asli Malaysia.&lt;br /&gt;Kita boleh saja marah akan hal ini. Akan tetapi bukan itu persoalannya. Seharusnya kita belajar untuk terus berekspansi juga, bukan hanya berkomentar dan marah akan tindakan dan aksi orang lain. Mengapa kita tidak beraksi dan bertindak.&lt;br /&gt;Pemerintah saat ini sudah di jalan yang benar untuk memberantas korupsi dan memajukan pembangunan. Apa yang kita saksikan setiap hari di kalangan parlemen, bukanlah contoh yang baik tentang usaha memajukan pembangunan. Pemerintah hampir tidak bisa bekerja karena direcoki terus oleh berbagai pihak dan kepentingan. Apa yang diperlukan saat ini adalah pemerintah yang peka terhadap kondisi dan kenyataan di masyarakat.&lt;br /&gt;Kapal ini akan semakin karam bila mereka yang mendayung, mereka yang meneropong badai &lt;a href="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_DHabQ-XSI/AAAAAAAAAEc/eNAOY_UOUcc/s1600-h/Merah+putih.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183862427912920354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_DHabQ-XSI/AAAAAAAAAEc/eNAOY_UOUcc/s320/Merah+putih.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dan karang, mereka yang menjaga keseimbangan layar, mereka yang berusaha menambal setiap kebocoran, mereka yang bertugas mengatur persediaan makanan … sampai nakhoda, tidak berada di jalur pikiran yang sama dan mengerjakan tugasnya dengan integritas dan tanggung-jawab tinggi. Tidak mudah memang, tetapi sampai kita hanya akan menonton saja dan menyaksikan keberhasilan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita bangsa yang besar dan kaya. Kita pasti bisa.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-1014497535698767692?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/1014497535698767692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=1014497535698767692' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/1014497535698767692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/1014497535698767692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/03/mari-melirik-malaysia-3m.html' title='Mari Melirik Malaysia (3M).'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R_DFybQ-XPI/AAAAAAAAAEE/3lEASa-vPCk/s72-c/Petronas+Towers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-6315349745382250569</id><published>2008-01-31T08:55:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T18:02:10.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R6Es6jeybHI/AAAAAAAAADw/N640-_qF87Q/s1600-h/Korea.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161456032411708530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R6Es6jeybHI/AAAAAAAAADw/N640-_qF87Q/s320/Korea.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiga puluh tahun yang lalu, saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama. &lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;strong&gt;Etos Korea&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ”sikap rajin bekerja”. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kedua, ”sikap hemat”, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ”sikap self-help”, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia. ”Rajin pangkal pandai...” dan ”sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah. Sementara sifat yang terakhir, kooperasi, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;strong&gt;Burung garuda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung. Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja bisa, apalagi Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Koh Young Hun&lt;/span&gt; &lt;em&gt;Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-6315349745382250569?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/6315349745382250569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=6315349745382250569' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/6315349745382250569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/6315349745382250569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/01/korea-saja-bisa-apalagi-indonesia.html' title='Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia.'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R6Es6jeybHI/AAAAAAAAADw/N640-_qF87Q/s72-c/Korea.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-3619212938439666247</id><published>2008-01-21T16:35:00.003+07:00</published><updated>2008-10-06T18:02:46.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia (Thought and Idea)'/><title type='text'>Visit Indonesia Fear, 2008.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R5W8QWU8vbI/AAAAAAAAADo/J8cIk5-WS7M/s1600-h/Visit+toraja.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158235937280146866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R5W8QWU8vbI/AAAAAAAAADo/J8cIk5-WS7M/s320/Visit+toraja.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meski terkesan dipaksakan, tahun 2008 dicanangkan sebagai Visit Indonesia Year, tahun untuk berwisata ke &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Ide ini sebenarnya sangat baik, mengingat Indonesia sangat kaya dengan warna warni pernik budaya (seperti prosesi pemakaman / funeral ceremony Tana Toraja di gambar ini). Menumbuhkan semangat kepariwisataan saat ini sangat tepat untuk meningkatkan pundit-pundi kas Negara. &lt;span lang="SV"&gt;Penerimaan dari sektor migas yang pernah menjadi primadona tahun 1970-1980an kini tak lagi dapat diandalkan. Demikian juga dengan ekspor-ekspor komoditi andalan yang meski terus meningkat dalam nilai, tetapi peningkatan tersebut tidak melulu karena jumlah –quantity- tetapi lebih karena kenaikan nilai komoditi.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kembali ke Visit Indonesia Year 2008, pemerintah terkesan kurang siap atau setengah hati. Dari segi promosi, kita tidak bisa membandingkan dengan Malaysia yang sangat agresif dengan iklan dan promosi yang sangat menantang. Padahal sumber daya pariwisata Malaysia tidaklah seberapa dibandingkan Indonesia. Bedanya adalah totalitas dan keseriusan pemerintah dan swasta untuk berupaya (berinvestasi) untuk mendulang dollar pariwisata. Maka bersiliweranlah iklan-iklan Malaysia ke media-media internasional termasuk ke Indonesia, sambil diiringi pembangunan infrastruktur pariwisata yang sangat memadai. Lihat saja bandara internasional Kuala Lumpur yang sangat megah, seolah menyambut dengan berkata, ayo kemari, saya akan memuaskanmu. Belum lagi kalau menengok Genting Highland, Menara Petronas, Putra Jaya, Cyber City dll. Seakan tidak puas, Malaysia kini tak kalah gencar mencari dollar lewat dunia kampus dan kesehatan. Berbagai kampus internasional dan rumah sakit kelas dunia dibangun untuk mendatangkan penerimaan bagi Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tulisan ini akan fokus menyorot pintu gerbang utama Indonesia yaitu Bandara Internasional Soekarno Hatta. Bandara ini memang sangat penting karena sekitar 70% penumpang internasional Indonesia datang dan pergi melalui bandara ini. Tidak salah bila Bandara Soekarno Hatta merupakan teras Indonesia di mata internasional. Bagaimana kesiapan Bandara SH menyambut Visit Indonesia Year 2008? Memprihatinkan!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Turun dari pesawat yang membawa Anda dari luar negeri, Anda akan disambut dengan pemandangan yang suram dan gelap dengan langit-langit koridor yang rendah membuat sesak. Ubinnya berwarna coklat sepertinya tidak pernah diganti dalam sepuluh tahun terakhir, padahal airport tax tidak pernah berhenti mengalir ke kas perusahaan penglola. &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R5W5i2U8vaI/AAAAAAAAADg/b3P-uPVlbSw/s1600-h/VisitJemput.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jangan kaget bila di koridor Anda dicegat petugas cleaning service yang menjajakan jajanan, biasanya kartu telepon seluler. Masih di koridor, akan ditemui pula banyak penjemput yang entah bagaimana bisa sampai ke area yang sangat restricted itu. Bila Anda penyelundup narkoba, barang berharga, bahan peledak, dll, kesempatan ini sangat terbuka karena pihak pengelola dan security bandara sudah sangat teledor dan membuka peluang dalam hal ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Selanjutnya, silahkan antri di imigrasi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada jam-jam tertentu, naikkan kadar kesabaran karena antrian biasanya sangat panjang. Tapi jangan kuatir, ada jalur cepat yang disediakan di loket paling kanan. &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R5RoBWU8vXI/AAAAAAAAADI/PwCDaHHkX30/s1600-h/Visit+Imigrasi.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selesai di imigrasi, jangan kaget dengan pemandangan mirip terminal bus yang menyambut mata. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Beberapa laki-laki berdiri di dekat WC menanti mangsa memberi kesan bandara ndeso. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dua tiga langkah ke depan, puluhan porter telah menghadang dan merengsek menawarkan jasanya (hmm...jadi teringat ketika mendarat di bandara Madras, India...). &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R5W5KmU8vZI/AAAAAAAAADY/VEt6gzFlxhk/s1600-h/Image003.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158232539961015698" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R5W5KmU8vZI/AAAAAAAAADY/VEt6gzFlxhk/s320/Image003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Seakan kesemrawutan belum cukup, beberapa counter Money Changer dan Reservasi Hotel dengan sales-sales yang egresif sangat riuh melambai-lambaikan tangan. Tak ubahnya kondektur bus yang tarik-tarikan penumpang, apalagi kalau yang datang adalah TKI. Jangan heran pula bila menemukan polisi/tentara yang berprofesi sebagai porter atau calo TKI dengan atau tanpa pakaian dinas. Area internasional yang seharusnya sangat steril, dipenuhi orang dengan berbagai kepentingan. Dari belakang sana yang tak terlihat, akhir-akhir ini muncul berita koper-koper yang dibongkar dan dicuri isinya. Hmmm....kasian bandaraku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Setelah mengambil bagasi, Anda masih harus antri lagi untuk menjalani pemeriksaan pabean. Sebetulnya, pemeriksaan ini wajar. Hanya saja pemeriksaan ini terkesan kurang memadai dan profesional karena petugas yang ada sangat sedikit dan kebanyakan orang tua yang sepertinya sudah setengah hati untuk bekerja. Bila petugas pabean ditambah dengan yang lebih enerjik dan semangat bekerja, kemungkinan hasilnya akan lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R5RomGU8vYI/AAAAAAAAADQ/L5OZzj1RkKA/s1600-h/Visit+BC.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157862476988857730" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R5RomGU8vYI/AAAAAAAAADQ/L5OZzj1RkKA/s320/Visit+BC.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Melewati petugas pabean, jangan lega dulu karena di area luar, kehidupan lebih ganas lagi. Di pintu keluar, puluhan bahkan kadang ratusan orang berjubel. Ada yang menunggu keluarga atau teman, tetapi tidak sedikit yang menjadi calo taksi atau hotel. Parahnya, para calo ini sangat terorganisir dan ganas dalam menawarkan jasa. Sebuah harian nasional awal Januari lalu menurunkan tulisan tentang seorang turis yang sedang ’dibantu’ oleh calo untuk mendapatkan transportasi ke Jakarta. Ketika seorang penumpang melintas di situ dan memberitahu bahwa ada bus damri yang menuju Jakarta, si calo malah melotot. Dia bilang, guwe cari makan di sini juga bayar, tahu! Si turis hanya melongo tidak mengerti apa yang terjadi, sementara sang dewa penolong ngeloyor pergi ketakutan. Bandara adalah lahan bisnis, mulai dari cleaning service, porter, calo, security, petugas, pengelola, dst berusaha mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Pihak PT Angkasa Pura selaku pengelola sedang bermain-main dan mempertaruhkan wibawa dan keamanan negara melalui kondisi bandara internasional Soekarno Hatta yang memprihatinkan. tidak heran kalau Bandara SH berada di bawah Bandara Ngurah Rai dalam hal keamanan apalagi kenyamanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Berbicara bandara INTERNATIONAL, selayaknya kita berkaca pada bandara-bandara utama dunia. Kalau tidak mampu membangun gedung megah, paling tidak kita bisa berusaha menciptakan keamanan dan kenyamanan yang memadai. Standarnya, 'area international' yaitu bagian dalam Bandara International, bersih dari orang-orang dengan kepentingan 'domestik'. Apa daya, area ini malah dipenuhi penjemput, petugas yang gak jelas tugasnya, money changer, reservasi hotel, dll. Saya rasa tidak perlu kita menunggu ledakan bom Bali di Jakarta untuk membuat kita sadar akan pentingnya meningkatkan level keamanan bandara dengan mensterilkannya pihak-pihak yang hanya memikirkan perutnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 27pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Menbudpar Jero Wacik, boleh saja bersemangat untuk menolong bangsa ini melalui pariwisata yang sangat potensial. Akan tetapi bandara internasional Soekarno Hatta belum siap dari segi keamanan apalagi kenyamanan. Alih-alih menarik turis lain, para turis yang datang sudah ’ditolak’ saat menapak teras Indonesia. Bukan keramahan, malah ketakutan yang diterima. Visit Indonesia Fear 2008 sangat terasa di Bandara SH.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-3619212938439666247?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/3619212938439666247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=3619212938439666247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/3619212938439666247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/3619212938439666247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2008/01/visit-indonesia-fear-2008.html' title='Visit Indonesia Fear, 2008.'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R5W8QWU8vbI/AAAAAAAAADo/J8cIk5-WS7M/s72-c/Visit+toraja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-380815372159276444</id><published>2007-12-28T10:01:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T18:00:28.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellanuous'/><title type='text'>Selamat Jalan Benazir Bhutto.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R3RoXdBgv0I/AAAAAAAAACo/ncrS07Gr9qE/s1600-h/benazir+bhutto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148855026128568130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R3RoXdBgv0I/AAAAAAAAACo/ncrS07Gr9qE/s320/benazir+bhutto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Berakhir sudah perjalanan kehidupan Benazir Bhutto. Sebuah bukti bahwa kekuasaan dan politik memiliki taruhan yang sangat besar. Dinasti Bhutto sebagai mana dinasti Gandhi di India tentu saja sangat memahami hal ini. Suatu pertaruhan besar telah diambilnya ketika Benazir menapak langkah ke dunia politik Pakistan yang keras dan didominasi lelaki. Ia menjadi pemimpin Pakistan termuda dengan menjadi Perdana Menteri di usia 35 tahun, sekaligus menjadi wanita Pakistan pertama yang menjadi PM.&lt;br /&gt;Perjalanan karirnya pasang surut, pernah dikudeta karena tuduhan korupsi, hidup dalam pengasingan, berkuasa kembali, terguling lagi. Dua bulan lalu ia kembali ke Pakistan untuk memperjuangkan hak konstitusinya mengikuti pemilu. Tetapi takdir berkata lain.&lt;br /&gt;Dia tegar tanpa tetasan air mata menyaksikan ayahnya, Ali Bhutto dihukum gantung. Kini, dia menyusul sang ayah ke alam keabadian. Apapun hitam putih langkahnya, Benazir Bhutto telah memberi warna bagi kehidupan politik, sosial ekonomi dan budaya Pakistan, bahkan dunia. Selamat jalan Benazir Bhutto.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-380815372159276444?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/380815372159276444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=380815372159276444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/380815372159276444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/380815372159276444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2007/12/selamat-jalan-benazir-bhutto.html' title='Selamat Jalan Benazir Bhutto.'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R3RoXdBgv0I/AAAAAAAAACo/ncrS07Gr9qE/s72-c/benazir+bhutto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-5086062987274623153</id><published>2007-12-27T16:02:00.002+07:00</published><updated>2008-10-06T18:03:17.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='God (Talk about Him)'/><title type='text'>Christmas Come!! Where is the Baby...?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R3N_o9BgvzI/AAAAAAAAACg/xPu1ztfbV1M/s1600-h/NativityScene+Blog.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148599140567007026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R3N_o9BgvzI/AAAAAAAAACg/xPu1ztfbV1M/s320/NativityScene+Blog.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Natal datang lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemeriahan &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Natal&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sudah terasa di awal Desember. Pusat-pusat perbelanjaan paling cepat tanggap dalam hal ini. &lt;span lang="SV"&gt;Berbagai hiasan dan dekorasi khas Natal dipasang memenuhi ruang-ruang dalam mall. Seiring dengan itu, tawaran berbagai barang dengan harga diskon makin identik dengan musim natal. &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Anak-anak kecil mengharapkan baju baru. Muda mudi saling memberi kado. Suami isteri tak kalah repot mempersiapkan hidangan, mencari kado. Acara-acara gosip di tv menayangkan artis yang berbicara tentang makanan yang akan dihidangkan di hari natal, atau tempat liburan yang menarik untuk merayakan natal. Sebagaimana hari besar keagamaan lainnya, menjelang natal mall dipenuhi pengunjung untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Natal adalah musim belanja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kota-kota dunia ikutan berbenah memaknai natal. Berbagai pohon natal tinggi nan gemerlapan didirikan di pusat-pusat kota Singapura, Tokyo, San Francicsco dll. Pohon Natal adalah ikon natal bersama Santa Claus dengan kereta rusanya. Paduan suara yang berkumandang di mana-mana lebih banyak bercerita tentang salju putih, kesepian di malam natal, rusa, santa klaus dll. Seorang teman yang sedang mencari gambar-gambar natal di internet mengeluh karena tak bertemu bayi Yesus. Yang ada hanya si bapak tua berjenggot putih, pohon kerlap kerlip, boneka salju dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Televisi-televisi swasta banyak menyiarkan penyelenggaraan perayaan-perayaan natal di ruang auditorium atau ball room hotel yang telah dirubah dengan dekorasi yang gemerlap. Kue coklat berlimpah diseling makanan minuman warna-warni. Artis-artis yang tampil membawakan lagu natal berbalut busana mahal karya perancang terkenal. Ruang-ruang hati telah penuh oleh kemabukan duniawi dan suka cita pesta pora. Tak ada tempat bagi Joseph dan Maria yang telah lelah berkeliling mengetuk pintu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di pojok kota &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bethlehem"&gt;Bethlehem&lt;/a&gt; yang dingin, Maria melahirkan bayinya dalam kandang domba yang kotor dan bau. Di sekitarnya duduk para gembala yang tak kalah bersahaja beserta ternak-ternak mereka. Kandang kelahiran Jesus tentulah sangat berbeda dengan suasana pesta di hotel dan mall-mall. Sang BAyi pun tidak mengenakan popok apalagi baju baru. Sang Bayi tidak sadar bahwa diriNya telah dikomersilkan dan kelahiranNya menjadi waktu yang dinantikan oleh para pedagang, pengusaha, dan penguasa untuk mendapatkan keuntungan atau mencari popularitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ya, natal dapat juga menjadi tempat untuk menonjolkan diri, kalau tidak mau disebut ajang kampanye. Sebuah perayaan natal yang diadakan di Istora Senayan oleh suatu organisasi gereja yang besar dihadiri oleh puluhan ribu jemaat dari seluruh Indonesia. Ketika &lt;i&gt;Malam Kudus&lt;/i&gt; berkumandang, nyala lilin menampilkan lautan kerlap-kerlip yang mempesona. Di panggung (altar??) berjejer para penatua yang kebanyakan pengusaha terkenal. Mereka semua mengenakan jas mahal, demikian juga pak pendeta beserta paduan suara yang tampil mewah berkilau. Yang lebih menohok lagi, di atas panggung terpampang spanduk raksasa menampilkan foto si pendeta bersama isteri. Perayaan tersebut disiarkan oleh sebuah stasiun tv. Sang pendeta sukses mengambil alih pemeran utama natal yang sejati. Sang Bayi tetap tidak terlihat di kolong jembatan, di pinggir jalan mengemis, di rumah sakit merintih, di balik jeruji penjara, atau di pojok desa menahan lapar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Meskipun demikian, masih ada yang berusaha mengembalikan natal pada inti yang sebenarnya. Natal yang mengajarkan kepedulian dan solidaritas kepada alam dan sesama. Tak sedikit yang menyelenggarakan acara sosial bagi sesama yang kurang beruntung sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Ada pula perayaan Natal yang diselenggarakan dalam suasana kebathinan menyerupai kandang Bethlehem, dengan menggunakan bahasa petani. Tentu saja, kegiatan-kegiatan tersebut tidak hiruk pikuk dan tidak layak tayang di media. Mereka tetap tenggelam dibalik kemeriahan semu natal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Semoga sang Bayi tetap terhibur dengan niat luhur tersebut. Terlebih lagi, semoga makin banyak yang mau ber-Natal setiap hari bersama Bayi Jesus yang ditemui setiap hari dalam wujud manusia yang lemah, menderita, sakit, tertekan, miskin, ataupun putus asa. Selamat Natal bagi yang merayakan, Tuhan memberkati kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-5086062987274623153?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/5086062987274623153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=5086062987274623153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5086062987274623153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5086062987274623153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2007/12/christmas-come-where-is-baby.html' title='Christmas Come!! Where is the Baby...?'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R3N_o9BgvzI/AAAAAAAAACg/xPu1ztfbV1M/s72-c/NativityScene+Blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-1796080262058267420</id><published>2007-11-24T14:04:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T17:59:05.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investment'/><title type='text'>Jadilah INVESTOR!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R0fUiNMqYXI/AAAAAAAAACI/giBvoJCEYUs/s1600-h/CIMG1223.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136307584162750834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R0fUiNMqYXI/AAAAAAAAACI/giBvoJCEYUs/s320/CIMG1223.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu saya berjumpa seorang laki-laki yang sudah berumur di &lt;a href="http://www.propertindonesia.com/"&gt;lobby kantor&lt;/a&gt;. Saya baru saja menyelesaikan tugas yang cukup melelahkan, yang di pelupuk angan hanya kasur dan bantal guling kesayangan (???). Si bapak tua menyapa saya, dengan ramah dan seakan tidak memberi waktu untuk saya melangkah pergi, dia segera bercerita bahwa dia dulu bekerja di kantor ini dan telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Dia tinggal di kontrakan karena belum mampu beli rumah. Sekarang anaknya sakit dan minta bantuan biaya.&lt;br /&gt;Saya terkejut dengan kenyataan bahwa seorang pegawai yang bekerja, mengabdi sekitar 25 tahunan, bisa saja mengakhiri karir dengan hidup di kontrakan dan setiap saat harus meminta dukungan finansial dari orang lain. Hal ini bisa menimpa saya dan orang lain jika tidak ada perencanaan keuangan yang lebih baik..&lt;br /&gt;Belum lagi kalau memikirkan biaya pendidikan anak, kesehatan dll. Setiap hari kita bangun pagi-pagi, berangkat kerja sampai sore bahkan malam hari, pulang ke rumah dalam keadaan capek dst. Hal itu akan berulang setiap hari selama hampir 30 tahun sampai masa pensiun, lalu apa yang kita peroleh setelahnya..? Lalu apa yang harus dilakukan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua pasti memiliki cara masing-masing untuk mengamankan masa depan. Yang pasti kita ingin menikmati hidup dengan sewajarnya, tentu dengan menggunakan akal budi yang sudah dikaruniakan dari atas. Setuju tidak setuju, yang namanya perencanaan keuangan mutlak dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beragam cara dilakukan orang untuk merencanakan keuangan. Yang paling umum adalah menabung di bawah kasur atau di bank. Saat ini, cara ini mungkin masih mendominasi sistim keuangan keluarga Indonesia. Tetapi kalau mau jujur, tingkat bunga di bank paling sekitar 8 - 9 % PER TAHUN!! Masih dikurangi biaya-biaya bank dan pajak, sementara inflasi berkisar di angka yang sama bahkan kadang 2 digit. Singkatnya, menabung di bank, saat ini sangat tidak efektif karena nilai uang lebih rendah dibandingkan kenaikan harga-harga di pasar (inflasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang kedua, mungkin sudah membuat sebagian kita (para pegawai/karyawan) berkerut dan mundur. Membuka usaha (warung, wartel, toko kecil2an, franchise dll), &lt;a href="http://www.propertindonesia.com/"&gt;jual beli properti&lt;/a&gt; (???!!! amit-amit)... dll, akan membuat kita keder dengan alasan GAK ADA MODAL. Tapi kalau Anda di berpikiran kreatif layaknya wiraswastawan sejati, bukan tidak mungkin Anda memulai usaha dengan modal dengkul. Anda bisa menulis, tulislah sebuah novel, buat resensi buku/film, kirimkan cerpen ke majalah... dll. Bisa cukur rambut...gak perlu buka salon gede2an, cukup di bawah pohon kalau nyali Anda besar. Intinya, kita bisa memulai usaha dengan melihat hobby atau kemampuan sendiri. Atau mungkin bisa bekerjasama dengan teman yang punya keahlian, syukur2 dapat pinjaman dari bank...&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;Sedikit lebih maju...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang perencanaan keuangan keluarga, khususnya bagi pegawai dan karyawan.. beberapa hari yang lalu &lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;KOMPAS&lt;/a&gt; menerbitkan &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/19/ekonomi/4010067.htm"&gt;artikel singkat&lt;/a&gt; yang cukup bagus dan memberi inspirasi. Dalam artikel tersebut dibahas suatu kenyataan bahwa kesempatan untuk memiliki uang 1 M di usia pensiun, bukanlah milik para manajer atau top eksekutif perusahaan saja. Setiap orang bisa mencapai tujuan tersebut asalkan mau tekun dan sabar dalam perencanaan keuangan sejak awal.&lt;br /&gt;Lebih lanjut diuraikan bahwa berdasarkan perhitungan bila seseorang berinvestasi di REKSADANA di usia 25 tahun, cukup dengan menabung (berinvestasi) Rp.42.000 (empat puluh dua ribu) sebulan sampai usia pensiun (55 tahun), dia akan pensiun dengan hasil investasi sekitar Rp 1 M!!! Bandingkan, seseorang di usia 35 tahun, untuk mencapai hasil yang sama, dia harus menabung Rp800an ribu sebulan. Dalam hal ini, waktu benar-benar bernilai uang. Jadi makin cepat mulai berinvestasi, makin kecil jumlah uang yang harus disisihkan. Dalam hal ini berlaku pameo bahwa: Tidak perlu kaya untuk menjadi investor. Jadilah investor agar kaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup menjanjikan memang. Pilihan investasi REKSADANA hanya salah satu di antar banyak pilihan investasi "modern" saat ini. Tentu saja ada investasi di pasar saham, obligasi, dll. Bedanya, di Reksadana, dana kita dikelola oleh perusahaan yang disebut Manajer Investasi sehingga kita tidak perlu sibuk setiap saat mengamati pergerakan info saham dan info-info ekonomi setiap saat yang bisa membuat jantung berdenyut kencang. Juga tidak diperlukan pengetahuan mendalam tentang bursa dan tetek bengeknya. Cukup memilih manajer investasi yang terpercaya dan berkinerja baik, lalu bekerja kantoran seperti biasa. Luangkan waktu seminggu sekali atau sebulan sekali untuk mengecek nilai investasi. Informasi ini tersedia setiap saat di koran-koran investasi, internet, atau juga dapat menanyakan langsung kepada agen kita di perusahaan manajer investasi.&lt;br /&gt;Enaknya lagi, banyak produk-produk reksadana yang sudah dilengkapi asuransi. Jadi selain menjanjikan hasil investasi yang lebih baik -tentu berbanding lurus dengan resiko investasi- , reksadana juga memberi perlindungan bagi nasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksadana mungkin kata yang asing bagi orang-orang tertentu. Tetapi kenyataan lain juga menunjukkan bahwa banyak orang-orang di daerah yang memasuki ruang finance ini dengan modal pas-pasan untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik. Beberapa &lt;a href="http://www.portalreksadana.com/?q=mi.direktori"&gt;Manajer investasi&lt;/a&gt; mensyaratkan setoran awal yang sangat terjangkau mulai Rp200rb. YAng diperlukan adalah semangat untuk mau &lt;a href="http://www.portalreksadana.com/"&gt;belajar&lt;/a&gt;, mencari &lt;a href="http://www.bisnis.com/"&gt;informasi&lt;/a&gt;, kesabaran dalam berinvestasi dan tentu saja doa agar negara kita selalu sehat-sehat menuju usia yang semakin matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua untuk mempersiapkan masa depan yang lebih terencana. Salam hangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-1796080262058267420?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/1796080262058267420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=1796080262058267420' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/1796080262058267420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/1796080262058267420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2007/11/jadilah-investor.html' title='Jadilah INVESTOR!!'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/R0fUiNMqYXI/AAAAAAAAACI/giBvoJCEYUs/s72-c/CIMG1223.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-9116050931608865790</id><published>2007-06-29T13:49:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T17:58:38.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellanuous'/><title type='text'>Knowing Diamonds... Sebelum beli berlian...</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RoPujZNbHVI/AAAAAAAAAB4/DXBUa_yN19c/s1600-h/diamond+ring.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5081167096434072914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RoPujZNbHVI/AAAAAAAAAB4/DXBUa_yN19c/s320/diamond+ring.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,255,255);font-size:78%;" &gt;Adeltus Lolok menulis:&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,255,255)"&gt; &lt;/span&gt;Saya ingat waktu baru datang ke Jakarta, saya diantar Ivan dan Didit jalan2 ke Kelapa Gading. Semua serba wah dan mengkilat, kontras dengan legamnya Papua yang baru saja saya tinggalkan waktu itu. Yang membuat saya terpana adalah banyaknya kilauan berlian dimana-mana. Saya langsung bilang Ivan, "Lima tahun lagi baru kamu ajak saya ke sini lagi. Saya silau sekali..."&lt;br /&gt;Eh gak taunya 5 tahun kemudian, tepatnya beberapa hari ini, saya harus "bersentuhan" lagi dengan kilauan berlian. You guys mengerti kan, kalo kita bersentuhan dengan berlian, tentu bersasal dari mana? Ok, mudah2n kalian mengerti.&lt;br /&gt;Jadinya beberapa hari ini saya kebut untuk belajar Ilmu Dasar Berlian...he..he Dari hasil korek sana sini, ternyata ada hal2 basic yang harus diketahui dalam ilmu berlian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlian tersusun dari karbon murni. Beberapa fakta mengenai berlian yaitu bahwa berlian merupakan untus terkeras di permukaan bumi. Berlian terbesar yang bernah ditemukan adalah The Cullinan dengan berat 3,106 carat. Ternyata 80% berlian yang ada saat ini, tidak cocok untuk perhiasan. Berlian-berlian yang kita pakai saat ini telah berumur sekitar 1 - 3 milyar tahun. Amazing!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal dasar yang perlu diketahui tentang berlian (kalau mau beli) yaitu: 4C...yaitu: Cut, Clarity, Colour &amp;amp; Carat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut&lt;br /&gt;Semua sisi berlian memiliki 'pahatan' potongan yang harus proporsional agar memantulkan kilau yang sempurna. Kebanyakan berlian memiliki 58 segi. Demikian juga yang harus diperhatikan proporsi pemotongan agar cahaya yang diterima dapat terpantul dengan baik. Cutting yang baik dapat dilihat di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RoPqZpNbHQI/AAAAAAAAABQ/eAtm_8nt8To/s1600-h/Cut+Proportion1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5081162530883837186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RoPqZpNbHQI/AAAAAAAAABQ/eAtm_8nt8To/s320/Cut+Proportion1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih menyangkut cutting, ada 8 (ada yang bilang 9) model dasar yang umum dipakai untuk membuat bentuk berlian yaitu:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5081165898138197314" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RoPtdpNbHUI/AAAAAAAAABw/JSbAqeFfz60/s320/8diamonds_blue.gif" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Model ke-9 disebut Asscher. Bentuknya mirip emerald, tapi bujur sangkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Clarity&lt;br /&gt;Berlian melebihi segala jenis batu. Berlian dapat memancarkan ribuan cahaya cemerlang. Tentu saja ini terkait dengan kebeningannya. Di dalam berlian yang kurang baik sering terdapat bintik2 kecil mirip tahi lalat yang tentu saja mengurangi kebeningan berlian. Berdasarkan tingkat kebeningannya, berlian dapat digolongkan sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5081163110704422162" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 385px; HEIGHT: 87px; TEXT-ALIGN: center" height="105" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RoPq7ZNbHRI/AAAAAAAAABY/1-WYKN2Iz8k/s320/claritychart.jpg" width="356" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Berlian FL, IF, VVS and VS merupakan tipe yang sangat bagus kualitasnya dan biasanya dibuat untuk cincin kawin atau tunangan. Sementara, bila ada info diskon berlian gede2an, atau berlian super murah, kemungkinan itu berlian bertipe I1 - I3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Colour&lt;br /&gt;Warna berlian ternyata bervariasi dalam skala dengan tingkat gradasi warna yang sangat tipis. Mulai dari putih bening sampai kuning terang. Dalam perdagangan internasional diberi skala D - Z (wow ada 23 tingkatan warna!). Tingkat grade warna skala yang satu dengan yang lain hanya dapat dibedakan dengan bantuan alat dan tentu saja mata terlatih (we need Mr Ivanstenes). Berlian yang baik, tentu saja yang bening (biasanya dalam skala D - K).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5081163664755203362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RoPrbpNbHSI/AAAAAAAAABg/YGO0bLPtSVc/s320/colortable.jpg" border="0" /&gt; Carat&lt;br /&gt;Carat adalah satuan berat berlian, yang dibagi menjadi 100 poin. Jadi berlian dengan poin 75, berarti beratnya 0,75 carat. Carat sepertinya menjadi ukuran utama untuk menghitung harga berlian. Tetapi sebenarnya, dua berlian dengan carat yang sama, harganya bisa saja berbeda karena kualitanya berbeda. Demikian juga berlian dengan berat carat yang sama, dapat saja memiliki ukuran yang berbeda, tergantung cutting-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okay, mudah-mudahan info ini ada manfaatnya. Paling gak, satu lagi ilmu yang kita peroleh, terutama dalam pengenalan barang. Info lebih lanjut, silahkan hubungi "a Dell Diamond" atau "Ivan Jewelry" di pojokan terdekat.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-9116050931608865790?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/9116050931608865790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=9116050931608865790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/9116050931608865790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/9116050931608865790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2007/06/knowing-diamonds-sebelum-beli-berlian.html' title='Knowing Diamonds... Sebelum beli berlian...'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RoPujZNbHVI/AAAAAAAAAB4/DXBUa_yN19c/s72-c/diamond+ring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-6221444321053514829</id><published>2007-06-11T09:04:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T17:57:47.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Governanance'/><title type='text'>Cara baru memerangi korupsi...</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/Rmwce35a-lI/AAAAAAAAAAs/lH1isRsRDPw/s1600-h/corrupt%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,255,255);font-size:78%;" &gt;Adeltus Lolok notes:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;RRC memang terkenal tegas dalam menegakkan aturan. Tidak hanya dalam hal pembatasan jumlah sat anak saja, tetapi juga dalam upaya menegakkan keadilan dan memerangi korupsi. Para koruptor dipenjarakan dan tidak sedikit yang harus dihukum mati. Telah sederet panjang pejabat China yang korup harus berakhir di tiang gantung atau di hadapan regu tembak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Minggu lalu pemerintah RRC kembali mengeluarkan seruan unik untuk memberantas kejahatan piblik yang bernama korupsi ini. Kebijakan tersebut akan memberi pengampunan kepada para koruptor yang mengakui perbuatannya dan mengembalikan hasil korupsinya kepada negara. Suatu kebijakan yang sangat unik dan mungkin sangat debatable bila diterapkan di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di kalangan pengambil kebijakan, mungkin ada 2 pendapat. Para koruptor harus dihukum. Itu yang paling penting. Ada pula pihak yang lebih mengutamakan kebijakan fiskal. Para koruptor itu cukup mengembalikan 'curiannya' lalu mereka boleh bebas. Toh, mereka sudah mengembalikan apa yang mereka sempat ambil secara tidak sah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kedua kebijakan ini sangat mungkin diterapkan. Mungkin pula digabungkan. Koruptor dipenjarakan, hartanya dirampas. Hanya saja, biasanya yang dirampas ini sudah tidak sebanding dengan korupsinya dulu. Koruptor biasanya sangat lihay mengalihkan perwalian assetnya sehingga pada saat dirampas untuk negara, ternyata mereka sudah tidak memiliki apa-apa, pura-pura miskin. Negara pun tetap saja rugi karena tidak memperoleh apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nah, dalam keadaan seperti ini, kebijakan pemerintah RRC untuk mengampuni koruptor yang 'tobat' patut kita cermati. Kali aja bisa mengembalikan duit2 hasil korupsi yang kini diparkir di luar negeri. Soalnya negara kita sangat memerlukan dana yang besar untuk mengerakkan perekonomian yang lesu darah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi keagamaan, toh kita juga diminta untuk mengampuni.. ya nggak seh... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-6221444321053514829?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/6221444321053514829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=6221444321053514829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/6221444321053514829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/6221444321053514829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2007/06/cara-baru-memerangi-korupsi.html' title='Cara baru memerangi korupsi...'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-5803894416777122754</id><published>2007-06-11T09:03:00.002+07:00</published><updated>2008-10-06T17:56:19.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Software, Peluang nan Menantang</title><content type='html'>&lt;span style="COLOR: rgb(204,204,204);font-size:78%;" &gt;Adeltus Lolok, anti piracy action.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komputerisasi di seluruh bidang kehidupan telah mendorong pertumbuhan industri IT (Teknologi Informasi) menjadi salah satu pemain penting dalam perputaran ekonomi dunia. Dalam 5 tahun terakhir saja, kurang lebih $5 triliun diinvestasikan dalam dunia IT (Teknologi Informasi) di seluruh dunia. Didorong oleh pertumbuhan pengembangan software (perangkat lunak dalam bentuk program komputer), negara-negara di dunia kini menikmati keuntungan-keuntungan ekonomis yang lebih nyata seiring kemajuan dunia IT. Meskipun belum mencapai potensi maksimal ekonomi yang potensial, sektor IT kini merupakan 2,5% dari total ekonomi dunia.&lt;br /&gt;Angka tersebut akan terus bertumbuh. Hasil penelitian International Data Center (IDC) menunjukan bahwa sektor IT saat ini menopang sekitar 1,1 juta bisnis IT, memperkerjakan 11 juta pekerja IT, memompa $1,7 triliun per tahun untuk kemakmuran global, dan menghasilkan hampir $900 milyar pajak bagi pemerintah di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Keunikan sektor IT yang tidak dimiliki sektor lain adalah bahwa IT dengan dukungan software, dapat tumbuh lebih cepat, menciptakan lapangan kerja bergaji lebih tinggi, mendorong produktivitas ekonomi, mengangkat standar kehidupan, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas disbanding sektor lain. Semakin cepat pertumbuhan IT, semakin cepat ia menciptakan usaha-usaha baru, menghasilkan pajak, membuka lapangan kerja, dan peluang ekonomi lainnya.&lt;br /&gt;Let’s talk about software; Software dapat dikatakan sebagai bahan bakar yang menggerakkan mesin pertumbuhan sektor IT yang membawa keuntungan global. Software-lah yang membuat komputer dapat dipergunakan dengan berjuta fungsi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa software memungkinkan kita dapat memanfaatkan komputer untuk mengetik, menghitung, menggambar, merancang dan mendesain, sampai menciptakan program-program baru. Di seluruh dunia, para konsumen akan menghabiskan $1 triliun dalam 4 tahun kedepan. Sejalan dengan ekonomi dunia yang semakin interconnected, software menjadi pemicu utama keuntungan dari revolusi digital. Informasi berkembang kearah digital, keuntungan dari software akan semakin mendunia.&lt;br /&gt;Software menumbuhkan keuntungan dari dunia IT lebih tinggi dan lebih cepat dalam ekonomi dunia, dibandingkan faktor-faktor penggerak lainnya. Dengan dukungan sektor jasa IT terkait, pertumbuhan software menstimulasi pertumbuhan dalam ekonomi yang lebih luas.&lt;br /&gt;Gabungan software dan sektor jasa IT merupakan lebih dari 60% dari keseluruhan pengeluaran bidang IT, serta menciptakan 2,8 juta lapangan kerja baru dalam 4 tahun terakhir. Ke depan, bidang software akan menciptakan lapangan kerja lebih banyak dan lebih cepat dibandingkan sektor lainnya.&lt;br /&gt;Dengan dipimpin oleh pengembangan/ kemajuan software, industri IT akan memasuki tahapan pertumbuhan dan peluang baru. Aplikasi software telah memberikan kekuasaan kepada manusia untuk mencipta, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan cara-cara yang sebelumnya dianggap mustahil. Manfaat dari inovasi ini diimplikasikan di keseluruhan sector ekonomi dimana software mentransformasi industri tradisional menjadi lebih modern. Penggabungan kekuatan software dan komputer telah membantu industri tradisional menjadi lebih produktif dan efektif.&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, jelas terlihat bahwa sektor IT (yang digerakkan oleh software) merupakan penggerak kuat ekonomi di seluruh dunia. Namun manfaat ini hanya merupakan sebagian kecil dari begitu banyak potensi sektor IT. Dengan dukungan software, sektor IT sebenarnya dapat menjadi sumber pendapatan negara yang sangat potensial. Sayangnya, di Indonesia, keuntungan ini hanya merupakan porsi kecil dari potensi ekonomi yang seharusnya dihasilkan dari sektor ini. Penyebab utamanya adalah pembajakan software kini juga menjadi fenomena global.&lt;br /&gt;Pembajakan Software… Penelitian yang diadakan oleh BSA/IDC Global Software Piracy Study menemukan bahwa di tahun 2004 saja dibelanjakan $59 milyar dollar di seluruh dunia untuk pembelian software komersil. Dalam kenyataannya, software yang diinstal ke computer di seluruh bumi pada tahun yang sama sebesar $90 milyar. Ternyata lebih dari 50% nilai software di seluruh dunia adalah bajakan!&lt;br /&gt;Di USA saja, dimana tingkat pembajakan terendah di dunia, satu dari lima software yang diinstal adalah bajakan. Di Indonesia, laporan BSA (Business Software Alliance) tahun 2005 menunjukkan bahwa 87 % software yang diinstal di Indonesia adalah illegal alias bajakan. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara pembajak software tertinggi ke-5 di dunia setelah Vietnam, Ukraina, China dan Zimbabwe.&lt;br /&gt;Negara berkembang seperti Indonesia, dengan tingkat pendapatan penduduk yang rendah memang menjadi surga bagi pembajakan. Software bajakan pun terpakai mulai dari komputer pribadi sampai ke kampus-kampus dan kantor pemerintah. Software bajakan sangat mudah diperoleh sehingga terkesan sebagai sesuatu yang lumrah di masyarakat. Alasan utama tentu adalah rendahnya pendapatan atau mahalnya software asli membuat orang lebih jamak membeli software bajakan.&lt;br /&gt;Apakah memang demikian? Penelitian IDC menunjukkan bahwa pembajakan software di Indonesia telah menghilangkan potensi penerimaan Negara sebesar $200 juta. Padahal Indonesia adalah pasar potensial software dengan nilai tidak kurang dari $101 juta per tahun. Jumlah yang tidak sedikit ditengah ekonomi bangsa dengan neraca minus asset. Ini hanya salah satu kerugian dari berbagai peluang yang hilang karena pembajakan software.&lt;br /&gt;Belum lagi kerugian yang hilang dalam bentuk pengembangan industri, lapangan kerja, gaji karyawan, dan efek sosial industri lainnya yang terhambat karena pembajakan. Sebagai catatan, perlu diingat bahwa para pekerja sektor IT dan pengembangan software pada umumnya digaji lebih tinggi daripada pekerja sektor lain pada level yang sama.&lt;br /&gt;More on Sofware Piracy, tulisan ini tidak akan berbicara tentang cara pemberantasan pembajakan software, melainkan tentang betapa ruginya kita bila terus-menerus hidup ditengah barang bajakan yang hanya mendatangkan keuntungan sesaat.&lt;br /&gt;Tingkat pembajakan software di dunia saat ini sekitar 35%. Penelitian mendalam menunjukkan bahwa dengan menurunkan 10 persen saja tingkat pembajakan software dari 35% menjadi 25% dalam 4 tahun, dapat menciptakan 2,4 juta lapangan kerja baru, $400 milyar pertumbuhan ekonomi, $67 milyar penerimaan pajak. Selanjutnya, setiap persen penurunan tingkat pembajakan software dapat menghasilkan $40 milyar keuntungan ekonomis. Kedepan, penurunan 10 persen pembajakan software, akan mendorong perkembangan sektor industri IT sebesar 45% lebih tinggi di tahun 2009.&lt;br /&gt;Penelitian di 70 negara menunjukkan bahwa negara dengan tingkat pembajakan tertinggi akan menikmati keuntungan ekonomis yang lebih tinggi jika berusaha menekan pembajakan. Kawasan Asia Pasifik sebagai kawasan dengan tingkat pembajakan tertinggi, diperkirakan dapat memompa $100 milyar kedalam perputaran ekonomi jika serius menangani pembajakan software. Di kawasan ini terdapat Vietnam, China dan Indonesia sebagai pembajak papan atas, sekaligus berpotensi mendapatkan keuntungan ekonomis yang sangat tinggi bila berhasil menekan tingkat pembajakan software.&lt;br /&gt;Ini bukanlah omong kosong untuk mendatangkan keuntungan bagi Microsoft, dan perusahaan semacamnya. Sebaiknya kita belajar dengan negara-negara yang lebih jeli memanfaatkan peluang ini.&lt;br /&gt;Be Wise… China sebelumnya merupakan negara pemalsu dan pembajak nomor satu dunia. Hampir semua barang komersil dapat dipalsukan di China, termasuk software. Demikian juga Korsel, Taiwan dan India, juga pernah di-black list untuk urusan bajak-membajak. Ibaratnya, sama-sama mencuri. Bedanya dengan Indonesia, negara-negara tersebut dapat memetik manfaat dengan mengadopsi teknologi, mengembangkan industri sendiri, memperluas pasar, serta membuka kases masyarakatnya sendiri ke teknologi canggih dengan biaya yang lebih murah.&lt;br /&gt;Kegiatan bajak-membajak di Indonesia saat ini sebagian besar masih sebatas usil, iseng, atau untuk mendapatkan keuntungan sesaat tanpa pikir panjang. Hal itu ditunjang oleh rendahnya apresiasi terhadap hak cipta, yang membuat para innovator tidak tertantang dalam berkarya.&lt;br /&gt;Di berbagai negara bermunculan kembaran Silicon Valley, pusat industri IT USA. Yang paling fenomenal saat ini adalah pusat industri IT di Bangalore, India yang menggelontorkan dollar ke dalam pundi-pundi ekonomi India. Tahun 2004, dengan menekan angka pembajakan, Taiwan berhasil menambah 21% jumlah perusahaan software serta meningkatkan 35% lapangan kerja baru di bidang ini. Di Indonesia, perusahaan IT jumlahnya kurang dari 100 buah. Bandingkan dengan negara mini Singapura yang lebih menghargai HAKI software, terdapat 400-800 perusahaan IT.&lt;br /&gt;Tak seperti Indonesia, maraknya pembajakan di China justru dibarengi dengan makin meraksasanya investasi industri software. Pemerintah China rupanya tidak mau kehilangan kue empuk sektor ini. Dalam Repelita-nya, China menekankan pergeseran investasi industri hardware ke software. Tahun 2005 China Software Industry merebut 3% pasar software dunia dan 60% pasar domestik dengan total capaian penjualan $20 milyar. Tahun 2006, omzet ini meningkat menjadi $30 milyar. Wow!!&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia? Jika tidak ada langkah konkrit ke depan, generasi dan bangsa kita hanya akan menjadi pengguna barang bajakan berkualitas rendah, sekaligus kehilangan potensi ekonomi ratusan juta dollar setiap tahun.&lt;br /&gt;Padahal sebetulnya SDM kita tidaklah kalah dengan mereka yang berasal dari negara maju sekalipun. Bibit Silicon Valley sebenarnya telah ditabur di beberapa kota dan tumbuh dalam bentuk komunitas-komunitas yang perlu dilindungi bersama. Sebut saja BaliCamp, CyberCity, Bandung High Tech Valley (BHTV), TobaTech, Jogja Multimedia Infocomm Resort (MIRR), Malang Information Technology (MIT) dan lain-lain.&lt;br /&gt;Saat ini sedang dimulai program IGOS (Indonesia Go Open Source) yang diharapkan mendorong munculnya programer-programer Indonesia dengan software unggulan. Beberapa universitas dengan dimotori ITB telah menggagas jejaring OSS (Open Source Software) dengan tujuan akhir antara lain menyediakan software asli yang murah dan berkualitas bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Kalau saat ini kreativitas mereka tak berkembang sempurna, mungkin karena programer Indonesia takut kalau software karya mereka dibajak oleh bangsanya sendiri dan diperjualbelikan di kaki lima. Untuk mengatasi pembajakan sekaligus mengeruk keuntungan dari industri software memang (sekali lagi) diperlukan kesehatian pemerintah (aparat terkait), lembaga penelitian, universitas, serta penyandang dana untuk mendorong industri IT (khususnya software) di Indonesia.&lt;br /&gt;Next Issues on Software.. Dalam semangat meningkatkan penerimaan negara, selayaknya DJBC sebagai bagian dari Departemen Keuangan turut mengambil peran dalam perlindungan HAKI khususnya software. Selain law enforcement di lapangan, bukan tidak mungkin bila kelak software dikendalikan dengan instrument cukai.&lt;br /&gt;Software sangat mudah diperdagangkan. Dunia digital saat ini memungkinkan transaksi software antar benua hanya dalam hitungan detik. Software secara tidak langsung menjadi barang yang bebas bea masuk jika diunduh (download), lewat internet. Apakah memang akan selamanya demikian?&lt;br /&gt;Isu menarik lainnya tentu seputar implementasi penegakan UU Hak Cipta di lapangan. Pemberantasan pembajakan software selama ini dikerjakan seperempat hati dengan berbagai alasan. Ini merupakan kendala klasik yang tidak perlu terjadi seandainya pemerintah dan kita semua sadar akan nikmat dan enaknya rupiah dan dollar dari industri software. Mungkin karena software sejatinya adalah barang yang tak terlihat, sehingga potensi keuntungan yang dibawanya pun tidak kelihatan bagi kita.&lt;br /&gt;Dalam jangka menengah, memberantas pembajakan akan membawa keuntungan bagi bangsa. Penelitian IDC menunjukkan bahwa dengan menurunkan 10% saja tingkat pembajakan software di Indonesia, dapat memompa $1,9 milyar kedalam perputaran ekonomi, termasuk penciptaan lebih 4.000 lapangan kerja high-tech bergaji tinggi, dan $100 juta pajak penghasilan bagi Negara dalam 4 tahun. Hmm…mengapa tidak dimulai sekarang? &lt;strong&gt;(Adeltus Lolok - &lt;a href="http://www.beacukai.go.id/library/data/wbc390.pdf"&gt;Majalah Warta Bea Cukai&lt;/a&gt; ed. Mei 2007)&lt;/strong&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-5803894416777122754?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/5803894416777122754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=5803894416777122754' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5803894416777122754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/5803894416777122754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2007/06/software-peluang-nan-menantang.html' title='Software, Peluang nan Menantang'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-3340887211563297435</id><published>2007-05-25T16:54:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T17:55:37.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personalia'/><title type='text'>Personalia: Negosiasi Gaji...</title><content type='html'>&lt;table class="MsoNormalTable" style="WIDTH: 7px; HEIGHT: 10px" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 0in; PADDING-LEFT: 0in; PADDING-BOTTOM: 0in; PADDING-TOP: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="WIDTH: 100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 0in; PADDING-LEFT: 0in; PADDING-BOTTOM: 0in; PADDING-TOP: 0in"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,255,255);font-size:78%;" &gt;Dari meja Adeltus Lolok:&lt;/span&gt; Suatu saat, anda sudah berhasil melewati beberapa tahapan wawancara di suatu perusahaan. Sang manajer terlihat antusias dan tertarik untuk merekrut anda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemudian dia melontarkan satu pertanyaan, “ Berapa gaji yang anda inginkan ?” Jika tidak mempersiapkan diri untuk pertanyaan ini, pastilah anda bingung, harus menjawab apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negoisasi gaji merupakan salah satu bagian tersulit dalam mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Jika anda menyebutkan angka yang terlalu tinggi, perusahaan mungkin akan mengurungkan niatnya merekrut anda. Sebaliknya, jika jumlah yang diminta terlalu rendah,anda diterima,namun gaji yang didapatkan dibawah standar yang seharusnya dibayarkan perusahaan tersebut.Setelah bekerja selama beberapa waktu, ternyata anda mengetahui fakta tersebut , pastilah anda akan merasa kecewa. Dan satu lagi yang patut diketahui, meminta kenaikan gaji, walaupun mungkin, bukanlah proses yang mudah. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="WIDTH: 100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 0in; PADDING-LEFT: 0in; PADDING-BOTTOM: 0in; PADDING-TOP: 0in"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Untuk “memenangkan” negosisasi gaji pada saat interview, ikuti petunjuk berikut :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERATURAN NO. 1 : Dapatkan Informasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebelum wawancara,manfaatkan &lt;i&gt;networking&lt;/i&gt; anda. Anda bisa mendapatkan informasi dari teman atau senior anda yang bekerja di di perusahaan tersebut/industri serupa , terutama untuk divisi atau posisi yang sama.Sumber lain adalah internet atau tabloid yang memuat mengenai survey/informasi gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERATURAN NO. 2 : Mendengarkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Di awal wawancara, jangan pernah langsung menyebutkan berapa gaji yang anda inginkan.&lt;/b&gt; Semakin lama anda”menunda”, maka semakin banyak informasi yang bisa didapatkan untuk “memenangkan” negoisasi gaji. Langkah awal, pada saat wawacara, anda sebaiknya “mencari tahu” dari sang pewawancara, ada berapa banyak kandidat untuk posisi tersebut, dan telah berapa lama lowongan tersebut dibuka. Jika lowongan tersebut telah dibuka dalam waktu yang lama, ada kemungkinan perusahaan kesulitan untuk mendapatkan kandidat yang memenuhi kualifikasi. Jika anda &lt;i&gt;high qualified&lt;/i&gt;, mungkin anda bisa mendaptkan nominal yang dinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERATURAN KE 3 : Berlatih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh menyebutkan sejumlah angka pada saat bernegoisasi. Tetapi jangan terlalu tinggi dari standar gaji yang berlaku untuk industri/ perusahaantersebut. Jika ini terjadi, pewawancara malah menganggap anda tidak serius.Ini berarti anda kehilangan kesempatan. Jika anda menginginkan sejumlah nominal yang tinggi untuk gaji anda, katakanlah sejumlah gaji pada &lt;i&gt;top range&lt;/i&gt;, tunjukkah bahwa anda kualifikasi anda memang pantas untuk itu. Sebelum hari wawancara, anda bisa mempersiapkan “pidato” selama 1-2 menit yang mendeskrisikan apa yang anda bisa berikan untuk perusahaan jika anda diterima bekerja di tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu hal yang harus dingat, pada saat perusahaan memberikan penawaran, anda tidak harus memberikan jawaban saat itu juga. Anda bisa minta waktu untuk mempertimbangkan semuanya dalam mengambil keputusan. Jika tawaran perusahaan lebih rendah dari yang anda harapkan, anda bisa saja menolak. Apalagi pada saat bersamaan, ada tawaran yang lebih menggiurkan dari perusahan lain. Namun, ada hal lain yang patut dipertimbangkan, apakah posisi yang ditawarkan nerupakan langkah strategis untuk perkembangan karir anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BEBERAPA SITUASI DALAM NEGOSISASI GAJI :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Perusahaan melakukan “secreening phobe call”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus anda lakukan adalah bertanya dengan sopan mengenai kisaran gaji untuk posisi tersebut.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika si penelpon tidak memberikan informasi untuk hal tersebut, anda sebaiknya merespon dengan mengatakan,” Berdasarkan informasi yang saya dapatkan mengenai standar gaji untuk industri ini, mencakup gaji pokok, lembur, training, dan fasilitas yang ada, asuransi kesehatan, biaya perjalanan, jenjang karir,bonus, komisi, dan jenis &lt;i&gt;profit sharing&lt;/i&gt; lainnya, gaji yang saya inginkan berkisar Rp xxx,- sampai dengan Rp yyy,- ( berikan kisaran yang luas).Saya bersedia datang untuk wawancara pada hari X jam X. Apakah Bapak/ ibu bersedia mempertimbangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Jika pewawancara mengajukan pertanyaan mengenai gaji pada saat awal wawancara, anda punya 3 pilihan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Berusaha menunda negoisasi&lt;/b&gt; dengan mengatakan, “Saya melamar untuk posisi ini karena sangat tertarik akan bidang ini dan perusahaan anda.Tetapi saya rasa saya baru bisa membahas masalah gaji dengan anda setelah kita berdua “yakin” bahwa saya memang memenuhi kualifikasi untuk posisi ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Memberikan respon yang tidak spesifik&lt;/b&gt; dengan mengatakan, “ Selama saya dibayar sesuai standar perusahaan anda dan tanggung jawab yang harus saya penuhi untuk posisi ini, saya rasa tidak ada masalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c.”Membalikkan” pertanyaan kepada pewawancara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pewawancara melontarkan pertanyaan di awal wawancara ,” Jika anda diterima bekerja di sini, berapa gaji yang anda inginkan?&lt;br /&gt;Maka anda bisa menjawab seperti ini, ‘ Saya sangat tertarik untuk berkerja di sini, menjadi bagian dari perusahaan ini. Tetapi sebelumnya saya ingin mengetahui, untuk kualifikasi kandidat dengan latar pendidikan dan keahlian seperti saya, berapakah standar gaji di perusahaan ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Negoisasi gaji di pertengahan wawancara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Perusahaan menawarkan gaji dalam kisaran yang sesuai/ bisa anda terima&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pewawancara mengatakan, “ Gaji untuk posisi ini berkisar dari Rp xxx,- sampai dengan Rp yyy,- Apakah anda bersedia menerima tawaran ini ? &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Yang harus anda katakan, “ Saya sangat menghargai tawaran ini. Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di perusahaan ini.Jumlah yang anda sebutkan tadi adalah yang seperti saya harapkan untuk gaji pokok,ditambah dengan beberapa aspek lainnya seperti asuransi, uang lembur, dan fasilitas lainnya. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;b. Anda hanya tertarik pada &lt;i&gt;top range&lt;/i&gt; dari gaji yangdi tawarkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang harus anda katakan, “Terimakasih atas tawaran anda untuk bergabung dengan perusahaan ini. Saya yakin berbagai keahlian yang saya miliki merupakan &lt;i&gt;benefit&lt;/i&gt; bagi perusahaan ini.Berdasarkan apa yang saya ketahui mengenai standar gaji dan penawaran dari perusahaan lain,saya harus mengatakan bahwa saya hanya bisa mengatakan “ya” untuk kisaran atas dari jumlah yang Bapk/ Ibu sebutkan tadi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Jika anda sama sekali tidak tertarik dengan gaji yang ditawarkan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang harus anda katakan, “Terimakasih atas tawaran Bapak/ Ibu untuk bergabung dengan perusahaan ini. Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di perusahaan ini.Namun ada beberapa perusahaan lain yang juga memberikan tawaran kepada saya, untuk posisi yang sama dan gaji yang lebih tinggi. Tentu saja, uang bukan faktor penentu utama, saya juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti training, jenjang karir,dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Pewawancara tidak menyebutkan jumlah kisaran gaji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang harus anda katakan,” Dari apa yang saya ketahui, berdasarkan standar industri, gaji pokok untuk posisi ini adalah sebesar Rp xxx. Dan berdasarkan pendidikan dan keahlian yang saya miliki, saya mengharapkan gaji pada &lt;i&gt;middle range&lt;/i&gt;, katakan lah Rp yyy. Baagimana menurut Bapak/ Ibu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Jika pewawancara memberikan penawaran di akhir wawancara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ini berarti pewawancara sangat tertarik untuk merekrut anda. Yang harus anda katakan, “ Saya siap untuk menerima penawaran terbaik dari perusahaan ini.” &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dan jika gaji ditawarkan memang seperti apa yang anda inginkan, katakan , “Hal terpenting bagi saya adalah kesempatan untuk bergabung di perusahaan ini, dan saya yakin gaji yang ditawarkan sangat kompetitif.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;petunjuk untuk “FRESH GRADUATES”&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Perusahaan memilih anda karena kualifikasi yang dimiliki, bukan gaji yang anda sebutkan. Perusahaan menerima anda bekerja adalah untuk meningkatkan profit mereka. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Dalam wawancara, anda harus meyakinkan bahwa anda mampu mengerjakan tugas/tanggung jawab untuk posisi tersebut. Jika tidak, mereka tidak akan memberikan penawaran apapun bagi anda. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jika anda belum memiliki pengalaman kerja, ingat akan kualitas anda yaitu pendidikan dan keahlian.Dua hal itulah yang akan membuat anda sukses di dunia kerja. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Apa yang membuat perusahaan memutuskan menerima anda ? 95% nya berdasarkan kepribadian, antusiasme, dan keahlian anda. 5% nya adalah karena keahlian khusus yang anda miliki. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;PERATURAN NO. 4 : Jika Penawaran Resmi Telah Dibuat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika penawaran resmi telah dibuat, ajukan pertanyaan sebagai berikut : &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Apakah ada kesempatan promosi untuk posis ini ? Untuk posisi atau level apa? &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kapan dan bagaimanakah penilaian kinerja pegawai untuk posis ini ? &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Apakah penilaian tersebut termasuk untuk review gaji ? &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Seperti apakakah peningkatan gaji yang ditawarkan untuk 3-5 tahun mendatang? &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;PASTIKAN BAHWA PENAWARAN GAJI TELAH MENCAKUP KESELURUHAN DAN DALAM BENTUK TERTULIS. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;PASTIKAN ANDA TELAH MENGEVALUASI KESELURUHAN KOMPENSASI YANG DITAWARKAN, BUKAN HANYA GAJI.&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Selain gaji, biasanya perusahaan juga memberikan kompensasi dalam bentuk :&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Asuransi kesehatan ( dengan atau tanpa mencakup perawatan gigi &amp;amp; mata ) .Walaupun perusahaan tidak meng-&lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; semua biaya , fasilitas ini akan membuat anda membayar lebih murah. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Asuransi jiwa. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Asuransi kecelakaan, terutama untuk pegawai yang sering bepergian/ jenis pekerjaan dengan risiko tinggi &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Peningkatan gaji untuk 3-5 tahun pertama.Apakah hanya peningkatan pertahun? Atau ada peningkatan gaji/pemberian bonus berdasarkan prestasi kinerja ? &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Fasilitas cuti &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Biaya pensiun ( berlaku untuk perusahaan tertentu) &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Profit sharing &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Stock option.&lt;/i&gt; Beberapa perusahaan menerapkan sistem pembagian saham kepada karyawan &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Training atau pendidikan tertentu &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Uang lembur &amp;amp; transportasi &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Fasilitas kredit kendaraan/rumah &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;PERATURAN NO. 5 : Hal lain yang harus diperhatikan&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Ucapkan terimakasih atas penawaran yang diberikan &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jangan langsung bernegoisasi pada saat pewawancara menyebutkan penawaran.Mintalah waktu untuk mempertimbangkan kompensasi secara keseluruhan,bukan hanya gaji. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pada saat bernegoisasi, jangan katakan,’ Saya meminta,” Yang terbaik anda harus mengatakan, ‘ Saya mengharapkan…., “ &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Terkadang gaji yang ditawarkan mungkin lebih rendah dari yang anda inginkan.Sebelum meng-iya-kan atau menolak, pertimbangkanlah faktor lain seperti reputasi perusahaan, budaya perusahaan, suasana kerja, macam asuransi yang ada, training dan pendidikan, dan sebagainya. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-3340887211563297435?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/3340887211563297435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=3340887211563297435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/3340887211563297435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/3340887211563297435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2007/05/personalia-negosiasi-gaji.html' title='Personalia: Negosiasi Gaji...'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-1658886978866961443</id><published>2007-05-23T13:15:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T17:54:48.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personalia'/><title type='text'>Personalia: Tips wawancara kerja</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,255,255);font-size:78%;" &gt;From his desk, Adeltus Lolok writes:&lt;/span&gt; Bersaing dalam dunia sekarang ini memerlukan keahlian dan trik khusus untuk mencapai puncak karier maupun pendidikan. Otak boleh sama, tetapi salah satu hal yang juga sangat diperlukan selain kepintaran, adalah kecerdasan. Menghadapi wawancara kerja ataupun wawancara beasiswa pendidikan, memerlukan trick-trick yang cerdas untuk menghindari jebakan maut pewawancara.&lt;br /&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Berikut tips wawancara yang mungkin dapat bermanfaat bagi Anda:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="WIDTH: 100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 0in; PADDING-LEFT: 0in; PADDING-BOTTOM: 0in; PADDING-TOP: 0in"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;1. Bagaimana anda menggambarkan diri anda sendiri?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Contoh jawaban yang tepat:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Latar belakang pendidikan telah mempersiapkan diri saya untuk menjadi konsultan keuangan yang terbaik yang pernah ada. Baik, akan saya ceritakan secara rinci bagaimana saya mempersiapkan diri saya. Saya adalah sarjana lulusan perguruan tinggi dengan jurusan akuntansi dan keuangan pada universitas X . Saya menguasai teori mengenai investasi dan juga pengalaman kerja di danareksa selama 2 tahun. Kedua hal itu telah mempersiapkan saya secara matang pada pekerjaan ini.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="WIDTH: 100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 0in; PADDING-LEFT: 0in; PADDING-BOTTOM: 0in; PADDING-TOP: 0in"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;2. Coba ceritakan tentang diri anda&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Ceritakan tentang diri anda, tetapi bukan kisah hidup anda &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Berikan penjelasan singkat seperti pendidikan, target jabatan yang ingin dicapai, pengalaman pada bidang pekerjaan yang anda lamar dan latar belakang pendidikan yang berhubungan dengan posisi yang anda inginkan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;3. Apa kelebihan yang anda miliki? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika membicarakan tentang kelebihan, hal ini tergantung pada jenis pekerjaan yang anda lamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Apa kelemahan anda?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan jawaban untuk menjawab pertanyaan mengenai kelemahan diri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Ungkapkan kelemahan anda sebagai suatu hal yang positif :&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;"Saya terkadang tidak sabar dan hal itu membuat saya bekerja menjadi berlebihan." &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;" Ketika saya memulai suatu pekerjaan, saya biasanya lupa untuk beristirahat makan siang.” &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;" Karena saya perfeksionis. Saya selalu menemui kesulitan dalam hal bekerjasama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, karena saya khawatir orang lain tidak dapat menyelesaikan nya sebaik saya." &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt; ungkapan perfeksionis sudah terlalu sering di ungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Kemukakan kelemahan anda dalam suatu bidang dan juga berikan penyelesaiannya : &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;"Saya mempunyai masalah dengan pengucapan, jadi saya terbiasa membawa kamus sebagai pegangan." &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;c. Pilihan lain :&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Berikan alasan yang sederhana kepada pewawancara bahwa tidak ada kelemahan anda yang akan membuat hasil pekerjaan anda tidak maksimal. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Beri pernyataan bahwa kelemahan anda itu adalah suatu kesalahan dan anda telah belajar dari kesalahan itu dan telah belajar untuk mengatasinya. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;5. Dimana anda ingin berada dalam 5 (atau 10 atau 15) tahun lagi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.Apa yang anda inginkan dalam hidup anda ? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapkan secara halus pertimbangan ketika merespon pertanyaan jenis ini : &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kejujuran/ambisi/keinginan anda untuk bekerja pada perusahaan &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Hindari jawaban yang seakan-akan perusahaan itu milik anda. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jangan mengungkapkan secara keseluruhan akan hal yang menyangkut pribadi ( seperti pernikahan, keluarga), namun fokus pada tujuan anda secara professional. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Contoh respon terhadap pertanyaan di atas :&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Untuk anda ketahui bahwa saya adalah orang yang tepat untuk mengisi jabatan yang ditawarkan. Dan jika dalam masa mendatang nanti saya dicalonkan pada posisi yang lebih tinggi, maka saya tidak akan melewatkan nya. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;ATAU : " Saya mengharapkan untuk tetap berada dalam perusahaan dan dalam 5 tahun kedepan saya akan membuat perubahan besar dalam perusahaan ini." &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;ATAU: "Saya ingin menjadi yang terbaik dalam perusahaan ini sebagai__________." &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;7.Pernahkah kau mempunyai konflik dengan pimpinan atau pengajar mu?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pewawancara akan melihat apakah anda adalah seseorang yang berkualitas atau calon pegawai yang biasa-biasa saja. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jangan jatuh kedalam jebakan. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Dan jika anda benar-benar TIDAK pernah mempunyai masalah, ceritakan bagaimana mengatasi jika anda bertemu dengan masalah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 12pt"&gt;&lt;b&gt;8.Apa alasan perusahaan kami menggaji anda? &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Ceritakan apa yang membedakan anda dengan kandidat lain. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Ungkapkan dengan jelas bahwa kemampuan anda dapat memenuhi kebutuhan dari perusahaan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;9.Bagaimana anda menggambarkan pekerjaan impian anda ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="WIDTH: 82.5pt" cellspacing="0" cellpadding="0" width="110" align="right" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 3pt; PADDING-LEFT: 3pt; PADDING-BOTTOM: 3pt; PADDING-TOP: 3pt"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Gambaran tentang pekerjaan impianmu harus tergambar tidak jauh berbeda dengan pekerjaan yang kau lamar sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10.Apakah anda memilih bekerja pada pencarian informasi atau dengan bekerjasama dengan orang-orang?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Biasanya pewawancara menjelaskan tentang pekerjaan dan kekuatan pada tiap bagian pekerjaan. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jangan membuat diri anda terlihat lemah pada bidang tertentu &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 12pt"&gt;&lt;b&gt;11. Kriteria apakah yang harus dimiliki untuk menjadi pimpinan yang sukses?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu biasanya mempunyai 2 tujuan : &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Bagaimana anda mengatasi dirimu dengan manajemen. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Bagaimana anda melihat dirimu sendiri sebagai seorang pimpinan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 12pt"&gt;&lt;b&gt;12. Apakah latar belakang pendidikan anda mempersiapkan anda pada jabatan yang anda inginkan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambarkan latar belakang pendidikan anda yang ada hubungannya dengan pekerjaan yang anda lamar. Berikan contoh nyata, jika memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;13. Berapa banyak pelatihan yang akan anda ikuti untuk meningkatkan kualitas kerjamu?&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kata kuncinya adalah produktif. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Anda dapat segera produktif. Pastikan ekspresi keyakinan pada dirimu untuk dapat membuat perubahan secepatnya. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;14.Kenapa IPK anda tidak terlalu tinggi? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyangkalnya dan membuat-buat alasan. Respon anda akan dapat mengubah nilai anda sebagai calon pegawai. &lt;/p&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Anda sangat aktif pada olahraga, kegiatan di luar kampus yang menyebabkan penurunan nilai anda, namun hal itu membuat anda senang berkompetisi. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Anda bekerja sambilan semasa anda kuliah yang membuat penurunan nilai, namun membuat anda mempunyai pengalaman tentang pekerjaan. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Anda membuat beberapa kesalahan, dan anda telah belajar dari kesalahan itu dan menjadikan kesalahan itu sebagai pengalaman anda. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Inti dari semua ini, menurut saya adalah, dalam wawancara kerja, pewawancara akan berusaha menentukan apakah si pelamar dapat diandalkan dan dipercaya dalam bekerja, kreatif dan dapat menjadi rekan kerja tim yang baik. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-1658886978866961443?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/1658886978866961443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=1658886978866961443' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/1658886978866961443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/1658886978866961443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2007/05/personalia-tips-wawancara-kerja.html' title='Personalia: Tips wawancara kerja'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-8351590536380103176</id><published>2007-05-21T22:19:00.007+07:00</published><updated>2008-10-06T17:54:03.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property'/><title type='text'>Property: Tips Berinvestasi di Apartemen</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RlmMO2pMrSI/AAAAAAAAAAc/IWUM3QrK5T4/s1600-h/Cendana+Pics.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5069237042396572962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RlmMO2pMrSI/AAAAAAAAAAc/IWUM3QrK5T4/s320/Cendana+Pics.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,255,255);font-size:78%;" &gt;Adeltus Lolok menulis:&lt;/span&gt; Pembangunan &lt;a href="http://www.propertindonesia.com/properti.php"&gt;apartemen di DKI Jakarta&lt;/a&gt; dan sekitarnya yang demikian pesat belakangan ini memberi tambahan pasokan ruang apartemen yang amat besar. Diperkirakan sejak tahun 2000 sampai dengan tahun 2006 akan tersedia tambahan sekitar 25.000 unit baru, dari harga jual Rp 200 jutaan per unit sampai yang harganya miliaran rupiah per unit untuk ukuran yang sama. Penjualan apartemen lumayan baik, seiring menurunnya tingkat bunga deposito yang sudah mendekati angka 6 persen per tahun.&lt;br /&gt;Di sisi lain, persediaan unit apartemen yang dibangun sejak tahun lalu, yang berjumlah puluhan ribu, masih banyak yang kosong alias belum berpenghuni meskipun telah terjual. Begitu juga yang masih belum terjual, jumlahnya masih dalam ribuan di Jakarta ini.&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia pada umumnya dan Jakarta khususnya mempunyai perilaku dalam berinvestasi, yakni mengikuti tren yang terjadi dalam masyarakat di sekelilingnya. Strategi pemasaran pebisnis apartemen sangat menarik. Ada yang menampilkan artis kondang di hotel berbintang lima, ada yang menyajikan program promosi yang meringankan cara pembayaran. Ini semua pada akhirnya memberi stimulan baru untuk membeli apartemen.&lt;br /&gt;Beberapa alasan untuk membeli apartemen, di antaranya pertama, spekulasi membeli sebelum launching di lokasi dipengaruhi beberapa hal, misalnya faktor fengsui untuk lantai dan nomor berangka delapan atau berhadapan dengan arah timur dan aspek potongan harga yang menarik. Pada saat launching dan sesudahnya, ada calon pembeli yang berminat, harganya sudah berbeda, sehingga keuntungan yang diharapkan dapat terwujud. Dengan modal uang muka sebagai tanda jadi, dibelinya beberapa unit yang lokasinya bagus, kemudian dijual kembali dengan meraih keuntungan puluhan juta rupiah.&lt;br /&gt;Kedua, investasi jangka panjang. Harga sewa unit apartemen lebih tinggi dari harga sewa rumah, dengan harga jual atau beli yang sama. Dengan investasi Rp 700 juta di sebuah rumah akan menghasilkan uang sewa sebesar Rp 15 juta sampai Rp 25 juta per tahun. Dengan uang yang sama, jika dibelikan apartemen akan menerima uang sewa Rp 50 juta sampai Rp 75 juta per tahun. Tingkat pengembalian rumah paling tinggi 3,5 persen, dan apartemen bisa mencapai lebih dari 10 persen sehingga masih jauh di bawah tingkat deposito.&lt;br /&gt;Berinvestasi jangka panjang di apartemen, jangan mengharapkan akan mendapat keuntungan seperti membeli rumah/tanah, yang dapat naik harganya secara berlipat ganda.&lt;br /&gt;Ada beberapa tips yang dapat menjadi acuan memilih apartemen sebagai investasi.&lt;br /&gt;* Pertama, tanyakan terlebih dulu kelengkapan surat izin yang layak untuk berdirinya sebuah apartemen, seperti Blok Plan, Izin Pendahuluan, IMB, sertifikat atas tanah (hak guna bangunan/HGB), dan bank yang memberi kredit untuk pembangunan apartemen, biasanya akan memberi juga KPA. Jangan sampai pengembangnya berspekulasi membangun apartemen dengan uang dari konsumennya.&lt;br /&gt;Apabila belum terjual dalam jumlah tertentu akan mempengaruhi pembangunan apartemen tersebut atau pembangunannya berhenti di tengah jalan. Akibatnya, uang muka cicilan yang telah diterima akan sulit ditarik kembali. Jangan sampai membeli apartemen dengan status kepemilikan tanah yang tidak jelas atau bukan HGB agar status kepemilikan unit apartemen yang dibeli tidak tersangkut masalah.&lt;br /&gt;* Kedua, pengalaman pengembang dan tingkat kepercayaan untuk menyelesaikan pembangunan apartemennya. Dapat disaksikan sampai sekarang, kerangka apartemen di Menara Gading Tujuh di Kelapa Gading dan apartemen di Jalan Gajah Mada (eks Tjandra Naya) yang tak kunjung diselesaikan oleh pengembangnya.&lt;br /&gt;Konsumen yang telah membayar uang muka untuk pembelian unit di sana tidak tahu bagaimana caranya agar uangnya dapat kembali. Atau sampai kapan pembangunannya akan diselesaikan oleh pengembangnya. Begitu juga dengan pengalaman pengembang, sangat menentukan kualitas bangunan dari apartemen tersebut, terutama daerah basah seperti kamar mandi, toilet, dan dapur yang sering mengalami kebocoran sehingga mengganggu kenyamanan bagi penghuni yang ada di bawahnya.&lt;br /&gt;* Ketiga, lokasi. Pada umumnya yang tinggal di apartemen adalah orang asing, seperti Jepang, Korea, Australia, dan lainnya. Letak tempat kerja dan tempat mereka berkumpul untuk bersosialisasi ikut mempengaruhi lokasi yang akan mereka tinggali.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, lokasi yang dekat dengan pusat bisnis lebih diminati. Begitu juga dengan akses keluar masuk dari dan ke lingkungan apartemen sangat mempengaruhi para penghuni untuk tinggal lebih lama di sana. Setiap bangsa mempunyai anggaran untuk biaya sewa apartemennya.&lt;br /&gt;Bangsa Amerika, Eropa, Australia, dan Jepang mempunyai anggaran uang sewa lebih tinggi daripada bangsa Korea, Singapura, dan Hongkong meski mempunyai jabatan yang sama di Jakarta. Carilah lokasi favorit dari masing-masing bangsa sesuai budget investasi yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;* Keempat, fasilitas yang tersedia, baik dalam jenis maupun ukurannya. Fasilitas yang lebih diperhatikan ialah fasilitas olahraga, seperti berapa jumlah lapangan tenis indoor atau outdoor yang tersedia, restoran dan kafe, ukuran kolam renang olimpik atau setengah olimpik, fasilitas club house, jumlah parkir penghuni dan tamu, taman, jumlah dan merek lift, serta ketersediaan lift-mempengaruhi waktu menunggu lift pada saat naik atau turun. Perlu diketahui merek lift, waktu pemakaian lift, dan kerusakan yang akan dialaminya.&lt;br /&gt;Listrik emergency yang disediakan juga perlu diketahui apakah memenuhi kebutuhan listrik bagi operasi apartemen secara normal dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengoperasikan gensetnya apabila listrik PLN mendadak padam.&lt;br /&gt;* Kelima, luas ruangan. Lebih baik membeli unit apartemen yang mempunyai dua atau tiga kamar tidur karena para penyewa orang asing kebanyakan membawa keluarganya. Lantai yang menjadi pilihan di atas lantai delapan karena suara bising dari luar dan nyamuk berkurang. Tipe studio atau satu kamar biasanya lebih sedikit peminatnya karena dapat bersaing dengan kamar hotel yang harganya relatif sama, tetapi pelayanan lebih baik.&lt;br /&gt;* Keenam, pengelolaan atau properti manajemen dari apartemen sangat mempengaruhi pelayanan yang diberikan kepada penghuni maupun tamunya. Pengelolaan apartemen dapat juga memakai jasa pengelola hotel, seperti Mercure, Aston, dan lainnya. Pengelolaan ini mempengaruhi umur dari alat yang dipakai, kualitas kebersihan, keamanan, dan kenyamanan selama tinggal di apartemen tersebut.&lt;br /&gt;* Ketujuh, apabila pembelian unit apartemen untuk disewakan, pilihlah lokasi yang disukai para pekerja asing. Biasanya para pekerja asing lebih senang berkumpul dengan sesama bangsanya di apartemen yang sama. Misalnya, apartemen Kintamani lebih banyak dihuni orang Korea. Di Pondok Indah, umumnya bangsa Jepang, begitu juga di Menteng, lebih banyak bangsa Eropa dan Amerika. Tingkat disiplin dari setiap bangsa berlainan satu sama lain. Biasanya bangsa Korea tidak sebersih warga dari Eropa dan Amerika dalam menggunakan barang yang ada. Kelebihannya, bangsa Korea tidak terlalu cerewet dengan kondisi barang yang ada di dalam unit tersebut.* Kedelapan, dana yang dibutuhkan. Selain untuk membeli unit apartemen, harus pula disediakan dana untuk mengisi ruangan interior, yang sesuai dengan selera penghuninya. Perlu juga ditanyakan kepada para pengembang, jenis interior apa yang disediakan pengembang, seperti lemari pakaian, kitchen set, kompor, air conditioning, dan lainnya sehingga tidak perlu mengeluarkan modal lebih besar. Untuk penyewaan unit apartemen dalam kondisi full furnish, para penyewa hanya membawa koper pakaian saja. (Kompas./Suwito Santoso Konsultan Properti). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Data proyek properti dan real estate Indonesia dapat diperoleh di &lt;a href="http://www.propertindonesia.com/"&gt;Propertindonesia.com&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-8351590536380103176?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/8351590536380103176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=8351590536380103176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/8351590536380103176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/8351590536380103176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2007/05/property-tips-berinvestasi-di-apartemen.html' title='Property: Tips Berinvestasi di Apartemen'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RlmMO2pMrSI/AAAAAAAAAAc/IWUM3QrK5T4/s72-c/Cendana+Pics.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2398526404686885594.post-3231648966895331491</id><published>2007-05-21T22:19:00.006+07:00</published><updated>2008-10-06T17:52:56.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property'/><title type='text'>Property: Tips memilih bank pemberi KPR</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RlMlZmpMrQI/AAAAAAAAAAM/rGFDunw8JE4/s1600-h/Latinos3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5067435127522241794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RlMlZmpMrQI/AAAAAAAAAAM/rGFDunw8JE4/s320/Latinos3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,255,255);font-size:78%;" &gt;Adeltus Lolok peroperty business.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menemukan rumah idaman atau property tepat untuk investasi merupakan proses yang tidak mudah ditengah situasi perekonomian yang belum sepenuhnya kondusif untuk sector riil. Penurunan suku bunga belum mampu mendogkrak permintaan kredit konsumsi semisal KPR.&lt;br /&gt;Tetapi kita harus jalan terus bukan? Bila saat ini Anda butuh rumah baru, tentu Anda tidak akan menunggu tahun depan atau saat dimana suku bunga turun ke posisi yang Anda inginkan. Karena saat itu harga property telah naik juga sementara Anda belum tentu masih punya uang yang memadai. Untuk membantu keuangan Anda dalam memperoleh property baru, kita akan membicarakan tentang KPR/KPA (Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen).&lt;br /&gt;KPR dan KPA kita istilahkan saja KPR biar enak, karena pada dasarnya keduanya sama, hanya beda dikit dalam objek yang dibeli. KPR disatu sisi akan sangat membantu calon konsumen untuk membeli property yang diinginkan. Disisi lain, kita harus waspada dan teliti dalam memilih bank pemberi KPR. Salah-salah, Anda bisa menggantung leher sendiri. Berikut ini dibahas beberapa hal yang patut diperhatikan saat memilih bank beserta produk KPR-nya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;1. Reputasi dan kredibilitas bank. Nama baik adalah taruhan. Perhatikan kredibilitas dan tingkat kepercayaan publik terhadap bank yang menawarkan KPR. Anda dapat menanyakan bank-bank yang bereputasi baik kepada developer yang Anda minati propertinya. Developer tertentu bahkan merekomendasikan bank-bank pilihannya untuk memberikan KPR kepada konsumen mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;2. Lihat kemampuan Anda. Biasanya bank mensyaratkan Anda membayar minimal 30% dari uang muka property yang Anda beli. Sisanya barulah dibantu oleh bank dalam bentuk pinajaman KPR. Bila Anda tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar uang muka, carilah property yang memungkinkan uang mukanya dicicil sekian kali untuk meringankan beban bulanan Anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;3. Pinjam seperlunya. Banyak bank yang memberikan tawaran kredit sampai jumlah yang sangat besar. Jangan mudah tergiur. Pinjam sesuai keperluan agar Anda tidak terjebak membayar bunga besar tiap bulannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;4. Perhatikan jangka waktu kredit. Prinsip utama dalam meminjam dari Bank adalah: semakin lama jangka waktu pinjaman, semakin besar biaya bunga yang Anda bayarkan. Usahakan jangka waktu pinjaman sesingkat mungkin, tentu saja sesuai dengan kemampuan Anda. Semakin lama jagka waktu pinjaman, cicilan bulanannya semakin kecil, tetapi total biaya bunga yang Anda bayarkan sangat besar dibandingkan bila Anda memilih jangka waktu pinjaman yang lebih singkat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;5. Suku bunga tetap (fixed) atau dinamis (float)? Dalam KPR Anda harus perhatikan jenis suku bunga yang digunakan oleh bank pemberi KPR. Penggunaan suku bunga tetap (fixed) artinya jumlah bunga yang Anda bayarkan selalu tetap meski ada kenaikan atau penurunan suku bunga pasar. Bila menggunakan suku bunga dinamis (float) maka biaya bunga yang Anda bayarkan tiap bula disesuaikan dengan perubahan suku bunga pasar. Anda sebaiknya sedikit belajar membaca situasi pasar keuangan dalam hal ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;6. Selain hal-hal di atas, saya mau menambahkan satu hal lagi yaitu biaya proses KPR. Tiap bank mengenakan biaya yang beragam. Tanyakan hal ini secara detail. Jangan sampai Anda terkecoh dengan bunga rendah, tetapi terjebak di biaya pemrosesan KPR yang tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Anda dapat menemukan bank yang tepat. Selamat menikmati property-properti pilihan di berbagai tempat dan kota di Indonesia. Info tentang property-property dan real estate baru Indonesia dapat diperoleh di &lt;a href="http://www.propertindonesia.com/"&gt;Propertindonesia.com.&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2398526404686885594-3231648966895331491?l=adeltuslolok.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/feeds/3231648966895331491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2398526404686885594&amp;postID=3231648966895331491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/3231648966895331491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2398526404686885594/posts/default/3231648966895331491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeltuslolok.blogspot.com/2007/05/property-tips-memilih-bank-pemberi-kpr.html' title='Property: Tips memilih bank pemberi KPR'/><author><name>Adeltus Lolok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06135349618292865574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_WOV5CgBhiwY/SeWAyaCiIsI/AAAAAAAAAQk/IJwEIhd-p9E/S220/CIMG3214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WOV5CgBhiwY/RlMlZmpMrQI/AAAAAAAAAAM/rGFDunw8JE4/s72-c/Latinos3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
